Terapkan Budaya Positif 3S, LPKA Palu Jalin Keakraban dengam Anak Binaan

Palu – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu menerapkan budaya Positif 3S (Senyum, Sapa, Salam) guna menjalin keakraban antara petugas dan anak binaan, Selasa (11/06/24) pagi.

Bertempat di Aula Serbaguna, kegiatan Budaya 3S dipimpin langsung oleh Kasubsi Penilaian dan Pengklasifikasian, Andi Hermawan bersama staf Priskayanti. Kegiatan ini merupakan bentuk pendidikan karakter dan penumbuhan budi pekerti kepada seluruh anak binaan guna menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

Menurut Andi Hermawan, salah satu cara untuk menumbuhkan budaya 3S bagi anak binaan adalah melalui kegiatan tatap muka jika bertemu dengan petugas maupun anak binaan yang baru. Dimana mereka diajarkan untuk saling menghormati orang lain, tidak menyebarkan ujaran kebencian, serta patuh dan taat kepada petugas dan tata tertib yang berlaku di LPKA Palu.

“Para anak binaan dibekali atitude yang baik, sebagai contoh hal kecil ketika mereka menghampiri petugas untuk memberikan senyum, sapa dan salam. Nilai-nilai karakter yang diharapkan dari pembiasaan ini adalah tumbuhnya keakraban antara petugas dan anak binaan. Selain itu, diharapkan juga para anak binaan memiliki rasa hormat kepada para orang yang lebih tua dari mereka. Melalui budaya positif ini, saya berharap mereka memiliki semangat dan tetap ceria saat menjalani masa pembinaannya di LPKA Palu,” jelas Andi.

Dengan merangkul anak dalam kegiatan yang harmonis dan humanis dalam penerapan budaya positif 3S, LPKA Palu khususnya Subseksi Penilaian dan Pengklasifikasian dapat melakukan penilaian terhadap anak binaan untuk keperluan perencanaan program pembinaan dan klasifikasi selama anak menjadi masa pidananya di LPKA Palu.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tengah, Hermansyah Siregar, mendukung segala kegiatan positif yang ada di Lapas/Rutan/LPKA.

“Setiap ada warga binaan/anak binaan yang baru masuk maupun sudah berada di dalam, tolong untuk terus memberikan pembinaan yang dapat memperbaiki pola pikir, tindakan serta atitude mereka menjadi lebih baik lagi. Dengan adanya kegiatan penerapan budaya positif 3S yang ada di LPKA Palu, merupakan bukti bahwa petugas pemasyarakatan sebagai pengayom yang mampu merangkul dengan baik setiap warga binaan/anak binaan,” pungkas Kakanwil Hermansyah.(Rel)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Genjot Ekonomi Desa, Pemprov Sumut Dorong BUMDes Naik Kelas Lewat Pelatihan dan Klinik Usaha

MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus berupaya mendorong peningkatan perekonomian desa melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hingga saat ini,...

Stok Pupuk Bersubsidi Terbatas, Pemkab Taput Perketat Pengawasan Distribusi

Taput (Neracanews) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) menunjukkan komitmennya dalam mengawal distribusi sarana produksi pertanian. Tim gabungan Pemkab Taput melakukan monitoring Harga...

Erni Hutauruk Dilaporkan, Erikson Sianipar: Apa yang Diucapkan Harus Bertanggung Jawab

Taput (Neracanews) Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tapanuli Utara, Erikson Sianipar, resmi melaporkan Erni Mesalina Hutauruk ke Polres Tapanuli Utara. Laporan ini dilatarbelakangi dugaan...

Hotbin Simaremare : “Borok Erikson bukan urusan partai politik”

Hotbin Simaremare, Kuasa hukum Ketua Koperasi Produsen Multi Pihak Erni Hutauruk menegaskan, bahwa persoalan hukum yang menyeret Ketua Koperasi HKTI Erikson Sianipar bukan menyoal...

Perkara Harta Gono-gini Winarti Binti Sugiono dengan Aswari Saragih Bin Anwar Saragih Berujung Sita Eksekusi Tanah dan Bangunan oleh Pengadilan Agama Panyabungan

Neracanews | Mandailing Natal – Perkara Winarti binti Sugiono bertempat tinggal dikampung Karang Rejo Desa Pinang Kencana Kecamatan Tanjung Pinang Timur Kabupaten Kota Tanjung...