Sabtu, Februari 14, 2026
spot_img

Skandal Dana BOS Karo: Inspektorat Temukan Penyimpangan di Kabanjahe!

KABANJAHE – Tabir gelap pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di sejumlah SD Negeri di Kecamatan Kabanjahe mulai terkuak. Inspektorat Daerah Kabupaten Karo secara resmi mengonfirmasi adanya temuan penyimpangan anggaran.

Langkah ini diambil menyusul mencuatnya isu minimnya transparansi penggunaan dana pendidikan tersebut. Inspektur Daerah Kabupaten Karo, Sodes Sembiring, SE., M.Si., menyatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan audit ketaatan.

“Kami telah menugaskan tim melakukan audit ketaatan Dana BOS secara sampel di Kecamatan Kabanjahe untuk sekolah dasar pada tahap pertama,” ujar Sodes saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis (18/12).

Perintah Pengembalian Uang

Hasil audit tersebut menjadi sinyal merah bagi dunia pendidikan di Karo. Tim auditor menemukan adanya ketidaksesuaian dan kekurangan dalam pengelolaan dana yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan siswa.

Atas temuan tersebut, Inspektorat bertindak tegas. Sodes memerintahkan agar seluruh dana yang menyimpang segera dikembalikan ke kas sekolah agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.

“Dari audit yang kami lakukan, terdapat penyimpangan dan kekurangan pengelolaan Dana BOS. Kami perintahkan agar dikembalikan ke kas sekolah,” tegasnya.

Transparansi yang Terabaikan

Sodes menyayangkan sikap tertutup pihak sekolah dalam mengelola anggaran negara. Menurutnya, ketidakpatuhan terhadap aturan transparansi hanya akan merugikan peserta didik sebagai penerima manfaat utama.

Ia menekankan bahwa Dana BOS baru akan terasa manfaatnya secara maksimal jika dikelola sesuai dengan regulasi yang berlaku, bukan justru ditutup-tutupi dari publik.

Hingga berita ini diturunkan, Inspektorat belum merinci daftar sekolah yang terlibat maupun total kerugian negara yang ditemukan. Meski demikian, temuan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola pendidikan di Kabupaten Karo. (Bintang Surbakti SH)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Dugaan Pemerasan ; Debt Collector Rampas Mobil, Mega Finance Minta Uang Tarik Rp 15 Juta

Langkat - Dugaan pemerasan di lakukan Leasing Mega Finance kepada Debiturnya, dengan modus meminta uang tarik Rp 15 Juta. "Saya sudah meminta kepada kepala kantornya...

Tambang Pasir Ilegal di DAS Sigeaon Taput Masih Beroperasi, Wartawan Layangkan Dumas ke Polres

Taput (NeracaNews) – Tim investigasi kumpulan wartawan yang peduli lingkungan melayangkan Surat Pengaduan Masyarakat (Dumas) kepada Kapolres Tapanuli Utara (Taput), AKBP Ernis Sitinjak, pada...

Gedung Olah Raga Pandan Kembali Dihuni Para Pengungsi Korban Banjir

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) - Puluhan warga yang rumahnya terendam bajir kembali dievakuasi dan ditempatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan sebagai lokasi pengungsian sementara. Evakuasi...

Serap Aspirasi di Taput, Paltak Siburian: Reses Bukan Sekadar Formalitas, Siap Perjuangkan Sesuai Kewenangan

Taput (Neracanews) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Dapil Sumut IX (Kabupaten Taput, Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapteng, dan Sibolga), Paltak Siburian, SH.MH,...

Kunker di Polsek Natal, Kapolres Madina Sampaikan Layanan Call Center 110

Neracanews | Mandailing Natal - Kapolres Mandailing Natal (Madina), Bagus Priandy, S.IK.,M.Si menyampaikan perihal layanan Call Center Polri 110 pada saat kunjungan kerja bersama...