Kamis, Maret 5, 2026
spot_img

Rico Waas Jadikan ICE Munas VII Apeksi Wadah Promosikan Hasil Terbaik Pengerajin Dan Pelaku UMKM Kota Medan

SURABAYA – Indonesia City Expo (ICE) yang digelar untuk memeriahkan Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2025, menjadi wadah bagi Pemko Medan untuk mempromosikan hasil kriya dari para pengerajin maupun produk terbaik pelaku UMKM dari Kota Medan.

“Keikutsertaan kita dalam ICE sebagai bentuk support yang diberikan kepada para pengerajin dan pelaku UMKM di Kota Medan,” kata Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas usai menghadiri pembukaan ICE di Grand City Convention Exhibition, Surabaya, Kamis (8/5).

Selain mempromosikan, kata Rico Waas, melalui ICE ini, para pengerajin dan pelaku UMKM juga didorong untuk terus berinovasi sehingga menghasilkan produk terbaik. Diharapkan, produk itu nantinya dapat bersaing dengan hasil pengerajin maupun pelaku UMKM dari kota-kota lainnya di Indonesia, bahkan bisa menembus pasar internasional.

Perhelatan ICE yang berlangsung mulai 8-10 Mei 2025 ini, ingin dijadikan suami Ketua TP PKK Kota Medan ini sebagai sharing opinion sekaligus sebagai kompetisi kecil untuk melihat kota-kota lain yang menghasilkan produk-produk terbaiknya.

“Artinya, ICE ini juga kita jadikan sebagai sebuah cambuk bagi Kota Medan sendiri untuk terus menampilkan produk-produk yang tidak kalah dari kota-kota lain di Indonesia,” ungkapnya.

Rico Waas yang saat itu didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan HM Sofyan, Kepala Bappeda Kota Medan Benny Iskandar, Kadis Kominfo Arrahman Pane, Kabag Kerjasama Seri Inderahayu AS dan Plt Kabag Prokopim Agha Novrian berharap, hasil produk dari para pengerajin dan pelaku UMKM dari Kota Medan dapat masuk ke pasar nasional, bahkan internasional. “Insyaallah, kita dapat mewujudkannya,” pungkasnya.

Dalam ICE yang dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Bima Arya Sugiarto, Pemko Medan menghadirkan stand yang menampilkan produk terbaik dari para pengerajin dan pelaku UMKM.

Sementara itu, Kadis Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Benny Iskandar mengatakan tercatat ada 14 pelaku UMKM yang mengisi stand Pemko Medan di ICE. Adapun ke-14 pelaku UMKM itu yakni Dampur Juadah Kampoeng dengan menampilkan kue bangkit dan kacang tojin, Kriken Kunyahan Medan (keripik kentang dan stik kentang).

Selain itu, Bolu Menara (bolu), Sabina Collection (tas ulos dan tas tenun), Seken Art (lukisan the dan kopi), dan Lenny Rusland (aneka bros dan kalung batu). Kemudian, San’s Craft (fashion ecoprint), Fatimah/Galeri Tenun Medan (ulos Batak), Tin Reihani (tenun dan ulos Melayu), Rumah Nayozie/Opi (tas ulos), We.Di.a (gelang dan cincin), Teng teng Jahe (kue jahe), Yoeni (kripik srimcis), serta Keripik Ubi Rempah Kari (keripik ubik kari). (As)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Dalimunthe Akan Lapor Polisi, PT STA Kebun Bahal Diduga Rusak Tanaman Warga

Padang Lawas Utara - Lindung Dalimunthe warga Desa Bahal, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, mengaku tanaman pohon Kelapa Sawitnya di rusak oleh pihak...

Bupati Asahan Dampingi Wagub Sumut Tinjau Kesiapan SMAN Rahuning

Rahuning, 4 Maret 2026 – Bupati Asahan mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara dalam kunjungan kerja meninjau kesiapan operasional SMA Negeri Rahuning, Rabu (04/03/2026). Kegiatan...

Wabup Asahan Kunjungi Masjid Al Falah dalam Safari Ramadhan Khusus

Asahan – Wakil Bupati Asahan melaksanakan kunjungan Tim Safari Ramadhan Khusus di Masjid Al Falah, Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kisaran Barat, Selasa (03/03/2026). Kegiatan...

Unit PPA Polres Tapteng Amankan Sorang Remaja Dengan Kasus Pencabulan

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) - Unit PPA Polres Tapteng berhasil mengamankan seorang remaja berstatus pelajar warga Tapteng dengan kasus pencabulan pada Rabu (04/03)26) Berdasarkan pantauan...

Isu Relokasi Warga Bencana Jadi Sorotan di Media Sosial, Ini Pernyataan Pemko Sibolga

Sibolga (Neracanews) - Unggahan di media sosial (Medsos) Facebook yang menyebut Pemerintah Kota Sibolga mengancam warga yang menolak direlokasi dari kawasan rawan longsor tidak...