Polrestabes Medan Kemana, Diduga Judi Berkedok Permainan Batu Goncang Beroperasi Saat Malam Taraweh

Neracanews | DELI SERDANG – Permainan ketangkasan atau sering disebut dengan Kim beroperasi di Jalan Boulevard Timur, Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Lebih tepatnya di Komplek Cemara Asri hiraukan surat edaran Bupati Deliserdang.

Permainan yang beroperasi habis shalat Magrib itu diduga tidak menghargai umat muslim yang sedang menjalankan Taraweh dan mengangkangi surat edaran Bupati Deliserdang.

Bupati Deliserdang, HM Ali Yusuf Siregar yang mengeluarkan surat edaran nomor 500.13/856 berbunyi himbauan penutupan sementara tempat – tempat hiburan umum pada hari – hari besar keagamaan.

Pada poin nomor 2.1 disebutkan pada bulan suci ramadhan 1445H, tanggal 10 Maret sampai dengan 10 April 2024, kegiatan usaha club malam, diskotik, karaoke, Pub, bar, live musik, panti pijat, pijat refleksi, permainan ketangkasan dan rumah bola Bilyard agar menutup total usahanya.

Salah satu pengunjung mengatakan kepada awak media bahwa dirinya habis kalah 120 ribu rupiah.

Dijelaskannya, permainan tersebut awalnya membeli kupon sebesar 20 ribu rupiah, kupon yang dibeli berisikan angka – angka.

Selanjutnya, bandar mengguncang kaleng yang ada angka – angka nya juga. Apabila ada angka yang keluar, maka pemain menandai Angka yang ada di kupon miliknya yang dibeli tadi.

“Saya beli 3 kupon tadi malam dengan harga 60 ribu rupiah,” ucap ASP.

ASP juga menjelaskan bahwa dirinya hampir saja tembus. Alih – alih tembus, berikutnya ASP kemudian membeli 3 kupon lagi dengan harga yang sama, yaitu 60 ribu rupiah.

“Beli lagi aku yang kedua, hampir tembus juga angkanya,” ucap sumber media ini.

Merasa sudah kalah 120 ribu rupiah, lantas ASP meninggalkan lokasi yang digadang – gadang adalah tempat perjudian itu.

Dihimpun Analisa daily, kuasa hukum hiburan batu goncang, Husein Harahap, menegaskan kegiatan itu telah memiliki izin operasi dari pemerintah dan izin keramaian dari pihak kepolisian Polsek Percut Seituan.

“Ini permainan batu goncang hiburan rakyat. Batu goncang ini juga melestarikan tradisi budaya Melayu dan Minang,” tegasnya bahwa hiburan ini bukan judi.

“Jadi salah jika ada yang menyebut hiburan batu goncang adalah judi. Sebab hadiah yang diberikan kepada pemenang tidak boleh ditukar dalam bentuk apapun kepada penyelenggara,” tambahnya.

Husein mengaku, jika memang hiburan batu goncang adalah perjudian tidak mungkin pihak pemerintah dan kepolisian mengeluarkan izin untuk beroperasi.

“Kalaulah hiburan batu goncang ini ilegal dan disebut judi sudah pasti digerebek polisi,” ujarnya seraya menambahkan kehadiran hiburan batu goncang berdampak meningkatnya penghasilan pendapatan para pelaku UMKM.

“Kita bisa lihat banyak pusat UMKM yang menjajakan dagangannya di lokasi hiburan batu goncang. Ini bukti bahwa keberadaan hiburan batu goncang meningkatkan ekonomi masyarakat,” ucap Husein.(Tim)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Ketua TP PKK Asahan Berikan Dukungan kepada UMKM di Paviliun PRSU ke-50

MEDAN – Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, didampingi pengurus TP PKK Kabupaten Asahan, mengunjungi Paviliun Kabupaten Asahan pada ajang Pekan...

Bupati Asahan Buka Expo Inovasi Universitas Asahan 2026

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka Expo Inovasi Universitas Asahan (UNA) Tahun 2026 yang digelar di Halaman Fakultas Ekonomi Universitas...

Bupati Asahan Buka Rakornis TP PKK, Perkuat Sinergi Program dan Integritas

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Tim Penggerak PKK Kabupaten Asahan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan, Kamis...

Sinergi Forkopimda Inhu: Redam Riak Pilkades PAW hingga Jemput Bola ke Desa Minim Peminat Pemimpin

INHU — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bergerak cepat dalam mengawal stabilitas politik dan roda pemerintahan di tingkat desa. Melalui agenda Coffee Morning yang...

Cabjari Madina di Natal Jalin Sinergi dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa Se-Kecamatan Natal Melalui Penandatanganan MoU

Neracanews | Mandailing Natal — Cabang Kejaksaan Negeri Mandailing Natal di Natal menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kecamatan Natal dan Pemerintah Desa...