Medan – Warga Jalan Ambai Kelurahan Sidorejo hilir, Kec. Medan Tembung, keluhkan lemahnya perhatian dan pengawasan pemerintah Kota Medan terhadap lingkungan dan drainase amburadul berpotensi mengakibatkan banjir rumah warga.
“Sudah banjir rumahku Tulang,” sebut Sihotang warga jln Ambai.
Menurut warga drainase di jalan ambai, tidak pernah di repitalisasi oleh pemerintah selama 15 tahun terakhir, ditambah sebahagian warga yang merasa memiliki kedekatan dengan walikota Medan tidak bisa di bina Lurah maupun kepala lingkungan sehingga mengakibatkan taman-taman liar dan bangunan berdiri di atas parit dan bahu jalan.
Selain itu, tiang dan kabel wifi berseliweran, menunjukkan betapa amburadulnya kota, di jalan Ambai, Kecamatan Medan Tembung, kota madya Medan.
“Sudah lima belas tahun parit ini tidak pernah di perhatikan pemerintah, kadang anak lajang itu saya suruh untuk bersihkan paling tidak di depan rumah saya tidak bau,” sebut boru sinaga warga jalan ambai.
Masyarakat berharap agar pemerinta kota medan berani berlaku tegas kepada warga yang tidak peduli lingkungan dan drainase.
Dari data investigasi neracanews.com, warga yang dinilai tidak peduli dengan lingkungan itu umumnya merupakan orang-orang yang memiliki kedekatan dengan oknum pemerintah dan sebahagian bekerja di Pemerintahan kotamadya Medan. Sehingga sangat sulit di tertibkan sekelas Kepala lingkungan maupun lurah setempat. (ps)



