Jalan Lapen di Desa Pantis Taput Cepat Rusak, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Taput | (Neracanews) – Jalan Lapis Penetrasi (Lapen) di Desa Pantis Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), yang baru selesai dibangun pada Desember 2025 dengan anggaran hampir seratus juta rupiah, kini sudah menunjukkan kondisi rusak di berbagai titik.

Jalan yang dibiayai dari P-APBD 2025 terpantau di papan proyek yang ditempelkan di dinding rumah warga di sekitar lokasi, dengan pagu senilai Rp94.905.000 ini memiliki ukuran total badan jalan 94 meter x 3 meter ditambah bagian Lapen seluas 54 meter x 3 meter. Pekerjaan yang ditangani oleh CV TIO berlangsung dari 05 Desember hingga 29 Desember 2025 di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Taput.

Pantauan langsung di lapangan menunjukkan material batu yang digunakan kebanyakan berukuran 1×2 dan 2×3 dengan ketebalan tidak mencapai 5 sentimeter. Akibatnya, beberapa bagian badan jalan sudah terkelupas, bahkan batu onderlag muncul ke permukaan meskipun telah dilapisi aspal, campuran material dalam pembangunan jalan Lapen Agregat campuran batu, pasir, dan kerikil, sedangkan Aspal bahan pengikat yang digunakan untuk merekatkan agregat. Campuran keduanya disebut “Lapis Penetrasi” atau Lapen terlihat berserakan.

Seorang warga setempat menjelaskan, kerusakan jalan tidak hanya disebabkan oleh kualitas pekerjaan, tetapi juga karena tidak adanya drainase di sisi jalan. Saat hujan, air mengalir langsung ke badan jalan dan mempercepat proses penggerusan material.

“Mulai rusak, kalau pas hujan karena enggak ada siring, airnya sampai mengalir ke jalan ini,” ujar warga tersebut pada Rabu (21/1/2026). Warga berharap pemerintah desa segera membangun parit untuk mengatasi masalah aliran air.

Sumber lain menyebutkan, pekerjaan jalan tersebut dilakukan oleh orang luar desa, dengan proyek yang diduga diborongkan kepada pihak ketiga tanpa menyerap tenaga kerja lokal. “Yang kerja bukan orang sini, sepertinya proyek jalan itu diborongkan dengan orang luar. Mungkin itu yang menyebabkan jalan cepat rusak, karena pengerjaannya asal jadi,” kata sumber tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Taput, Dalan Simanjuntak, menyatakan kepada media akan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan kontraktor CV TIO belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi terkait kerusakan jalan tersebut. (Henry)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Barak Diduga Tempat Konsumsi Sabu Yang Viral di Medsos Digerebek, Satresnarkoba Polres Karo Bakar Lokasi

Berastagi - Berawal dari informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan keberadaan barak narkoba di wilayah Berastagi, Satuan Reserse Narkoba Polres Karo bergerak...

Tiorita Surbakti Resmi Terima SK Plt Bupati Langkat, Gubernur Bobby Nasution Tekankan ASN Harus Layani Masyarakat

MEDAN – Wakil Bupati Langkat Tiorita Surbakti resmi menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat. SK tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur...

Tim Opsnal Polres Tapteng Tindak Pengedar Sabu di Dua Tempat Berbeda

Tapanuli Tengah Sarudik (Neracanews) - Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) berhasil meringkus dua pria yang diduga kuat sebagai...

Batalyon Parako 463 Pasgat Sukses Menggelar Liga Topskor Zona Medan dan Zona Simalungun Season 2026

Medan - Komandan Batalyon Parako 463 Pasgat, Letkol Pas Jhon Herriansyah Siregar, sukses menggelar Liga TopSkor Zona Medan dan Zona Simalungun Season 2026 yang...

Polsek Simpang Empat Mediasi Tawuran Pelajar, Dua Desa Sepakat Berdamai

Karo – Upaya penyelesaian secara persuasif dilakukan Polsek Simpang Empat terhadap kasus tawuran yang melibatkan remaja dan pelajar dari Desa Lingga dan Desa Nangbelawan,...