Kamis, Februari 19, 2026
spot_img

Jembatan Dusun Sitakka Menunggu Korban, Hampir Rubuh Akibat Banjir, Warga Harapkan Perhatian Pemkab Taput

Taput (Neracanews) Jembatan penghubung dusun Sitakka, desa Aek Siansimun, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, mengalami kerusakan parah bahkan hampir rubuh setelah diterjang banjir pada malam hari 25-26 November 2024. Kondisi jembatan yang menjadi satu-satunya jalur akses warga membuat masyarakat khawatir, menyebutkan “hanya menunggu korban jiwa” jika tidak segera ada penanganan dari pemerintah.

Pantauan wartawan yang turun lapangan pada Jumat (19/12/2025), bersama Kepala Desa Aek Siansimun Junios Lumbantobing, Danramil Tarutung, dan Babinsa menunjukkan, jembatan sepanjang kurang lebih 5 meter dan lebar 2,5 meter, hanya bertahan karena rangka besi pasangan rabat beton yang melapis landasan jembatan, lapisan sudah retak dan goyang. Tanah penahan di bagian bawah jembatan sudah terkikis habis oleh arus banjir sungai, sehingga warga yang melintas harus berjalan dengan sangat hati-hati.

Menurut Junios Lumbantobing, jembatan itu sudah tidak layak lagi untuk dilewati. Kondisi saat ini sudah di luar kemampuan masyarakat. “Jembatan ini adalah satu-satunya jalur penghubung ke dusun Sitakka. Tanpa jembatan yang layak, aktivitas warga akan terganggu total,” ujarnya.

Kerusakan jembatan juga berdampak pada perekonomian warga, yang sebagian besar bekerja sebagai petani sawah. Selain itu, anak-anak sekolah yang harus melintas setiap hari juga menjadi perhatian utama. “Anak-anak, pengendara mobil, dan roda dua harus selalu waspada. Ini sudah menjadi keluhan warga sejak cuaca ektrim bulan lalu,” kata salah satu warga dusun Sitakka.

Selain jembatan, kondisi jalan akses antar desa kawasan tersebut juga memprihatinkan. Di titik Jalinsum, persis di seberang jembatan Sitakka menuju Sibolga, badan jalan nasional mengalami longsor. Warga khawatir longsor tersebut akan menimpa rumah pemukiman yang berada di lereng perbukitan.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara segera menindaklanjuti kondisi ini dengan mencari solusi dan membangun jembatan baru secara cepat. “Kami harap pemkab dapat memperhatikan hal ini dengan serius, karena jembatan ini merupakan jalur utama perekonomian masyarakat,” tegas Junios. (Henry)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Wabup Asahan Pimpin Apel Hari Kesadaran Nasional, Tekankan Disiplin dan Budaya Kerja

Asahan, 18 Februari 2026 — Wakil Bupati Asahan, Rianto, memimpin pelaksanaan Apel Hari Kesadaran Nasional yang digelar di halaman Kantor Bupati Asahan, Rabu pagi....

Wabup Asahan Salurkan 500 Paket Sembako untuk Korban Banjir di Sei Dua Hulu

Wakil Bupati Asahan, Rianto, menyalurkan 500 paket sembako kepada warga terdampak banjir di Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Rabu (18/02/2026). Bantuan tersebut...

Seluruh Sungai Meluap Gegara Hujan Sehari Satu Malam di Tapteng

Tapanuli Tengah Badiri (Neracanews) - Balum hilang dari benak masyarakat kejadian banjir tanggal 11 dan 15 Februari 2026. Pada Senin kemarin masyarakat Tapteng kembali...

SBSI Apresiasi Presiden Prabowo ‘Perbaiki Kesejahteraan Hakim Ad Hoc’

JAKARTA - Dewan Pengurus Pusat Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPP-KSBSI) mengapresiasi langkah presiden yang secara konkrit menerima aspirasi Hakim ad hoc dan kalangan...

Antonius Ginting Dobrak Standar Pelayanan Kesehatan dan Kependudukan Karo

KARO - Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, secara konsisten memperkuat kualitas pelayanan publik di wilayahnya. Langkah ini diambil guna memastikan...