Senin, Januari 5, 2026
spot_img

Gegara Tanggapi Komen di Facebook, Warga Barus Alami Penganiayaan Puluhan Orang

Amri Lubis (52) warga Pasar Tarandam, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara (Sumut) terima perlakuan tidak wajar (Penganiayaan) terhadap dirinya pada Jumat, (02/01/26), sekitar Jam 10:00 Wib.

Penganiayaan yang dialami Amri berprofesi sebagai Nelayan itu terjadi di kediaman tokoh pemuda Milenial terletak di lingkungan III Barus.

Dari peristiwa itu Amri menjelaskan sebab musabab dari kejadian bisa terjadi cuma hal sepele.

“Saya tidak menduga kejadian ini menimpa saya. Awalnya saya cuman nongkrong di rumah kawan, tiba-tiba datang puluhan orang mencekik leher saya,” Ucapnya sembari meneteskan air mata.

Amri juga menambahkan, saya tidak terima perlakuannya pada saya, walau saya orang miskin dia orang kaya, jangan semena-mena, ini Negara Republik Indonesia, Negara Hukum.

Masih Amri, saya di intimidasi dan di cekik seorang anak Ketua DPRD berinisial ARAS dengan alasan saya membenarkan kinerja Camat Barus yang sudah menuntaskan 90% pengerjaan pembukaan jalan pasca bencana banjir yang menerjang Kecamatan Barus.

“Aku bang berstatus sebagai relawan pasca bencana melanda Kecamatan Barus. Pernyataan saya di komentar FB itu saya nyatakan sebab saya lihat sendiri kinerja pak Camat, trus apa saya salah menyampaikan kebenaran itu,” Ucapnya sembari terisak-isak.

Atas kejadian yang terjadi pada malam Sabtu, Amri juga sudah melaporkan kejadian tersebut kepada APH, serta meminta agar pihak penegak hukum tegas atas Penganiayaan yang saya alami.

“Saya berharap kasus ini secepatnya ditindaklanjuti oleh APH. Kejadian ini sudah sangat mencedrai Hak Asasi saya, sepengetahuan saya, Dimata hukum hak seluruh warga Negara Indonesia sama, tanpa ada perbedaan antara kaya dan miskin” Ujarnya.

Diakhir wawancara singkat oleh Neracanews kepada korban, atas kejadian itu sekarang saya sudah tidak bisa bekerja. Kebetulan rombongan puluhan pemuda itu semua saya kenal, adek-adean saya nya semua, tetapi sanggup mereka melakukan hal seperti itu kepada saya.

“Kalau menyatakan kebenaran matipun saya mau, saya tidak takut, demi kebenaran saya kan tidak salah. Harapan saya kejadian jangan sempai terulang kepada orang lain, saya minta kepada Bupati dan pihak penegak hukum agar bantu saya menuntaskan kebenaran ini,” Tutupnya.

(Rimember)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Wakil Bupati Asahan Pimpin Apel Gabungan Perdana Tahun 2026

Kisaran — Wakil Bupati Asahan, Rianto, SH, MAP, memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) perdana di awal Tahun 2026 yang digelar di Halaman...

Hangatnya Tahun Baru 2026 di Rutan Kabanjahe Layanan Tanpa Libur demi Keluarga

KABANJAHE – Suasana berbeda menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabanjahe pada Kamis (01/01/2026). Di saat sebagian besar instansi menikmati libur Tahun Baru,...

IWO Tapteng-Sibolga Salurkan Bantuan Sembako Kepada Korban Terdampak Bencana di Kota Sibolga

Sibolga Sambas (Neracanews) - Ikatan Wartawan Online (IWO) Tapanuli Tengah–Sibolga salurkan bantuan sosial kepada warga terdampak bencana alam di wilayah Kota Sibolga Selasa (30/12/25). Penyaluran...

Putune Sudirman Bangun Sumur Bor, Solusi Jitu Atasi Krisis Air di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang – Relawan Putune Sudirman kembali menunjukkan kepeduliannya, solusi jitu dengan membangun sumur bor di lima daerah titik Vital salah satu Rumah Sakit...

820 PPPK Paruh Waktu di Lingkungan Pemkab Simalungun Formasi Tahun 2025 Menerima SK Pengangkatan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun secara resmi melaksanakan pelantikan serta pemberian Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 820 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu,...