TAPUT (Neracanews) — Personil Pemadam Kebakaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melakukan pembersihan dan normalisasi saluran drainase di Kelurahan Hutatoruan X, Kecamatan Tarutung, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini difokuskan pada titik pembuangan yang selama ini tersumbat dan diduga menjadi penyebab utama banjir yang kerap melanda kawasan strategis Jalan Diponegoro saat curah hujan tinggi.
Dalam operasi pembersihan tersebut, petugas harus membongkar bagian saluran yang tertutup rapat dan menyemprotkan aliran air bertekanan tinggi. Langkah ini dilakukan untuk mengeluarkan tumpukan material pasir, batu, serta sampah yang menumpuk dan menghambat aliran air. Target utamanya adalah mengembalikan fungsi saluran agar air hujan dapat mengalir lancar tanpa meluap ke permukaan jalan maupun pemukiman warga.
Penanganan ini dilakukan tak lama setelah peristiwa banjir besar yang melanda Tarutung pada Jumat (17/7/2026) lalu. Saat itu, hujan deras yang mengguyur dalam durasi cukup lama menyebabkan air meluap dengan cepat akibat saluran yang tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, puluhan rumah warga, pertokoan, rumah makan, dan berbagai tempat usaha di sepanjang Jalan Diponegoro terendam air. Banjir tersebut sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat dan menimbulkan kerugian materiil bagi para pelaku usaha.
Kepedulian dan respons cepat dari Pemkab Tapanuli Utara melalui tim pemadam kebakaran ini mendapatkan apresiasi tinggi dari warga setempat. Ramses Pangaribuan, pemilik William Cafe yang didampingi sejumlah pengusaha kuliner di kawasan itu, mengaku merasa sangat lega karena pemerintah segera turun tangan menyelesaikan masalah yang selama ini menjadi keluhan utama mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemkab Tapanuli Utara yang telah merespons keluhan masyarakat dengan baik. Selama ini, setiap kali hujan deras, tempat usaha kami pasti kebanjiran dan merugikan kami. Semoga setelah drainase ini dibersihkan dan dinormalisasi, banjir tidak lagi terjadi dan kami bisa beraktivitas dengan tenang,” ujar Ramses dengan penuh harap.
Ucapan senada juga disampaikan oleh para pedagang dan warga sekitar Jalan Diponegoro. Mereka sangat mengapresiasi langkah nyata pemerintah yang tidak hanya menerima aspirasi, tetapi langsung menurunkan petugas ke lokasi untuk melakukan pembenahan.
“Kami sangat berterima kasih karena pemerintah sudah mendengarkan suara kami. Harapan kami, pembersihan dan perawatan drainase seperti ini dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, agar masalah banjir tidak terulang lagi di masa mendatang,” tambah salah satu pedagang.
Warga berharap penanganan saluran air di kawasan tersebut terus menjadi prioritas perhatian pemerintah daerah melalui pemeliharaan berkala. Dengan saluran yang bersih, dalam, dan berfungsi optimal, risiko genangan maupun banjir dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan tenang. (Henry)



