Tano Tombangan – Belasan alat berat kembali memasuki area Tambang Illegal di perbatasan Tapanuli selatan dengan Kabupaten Mandailing Natal, tepatnya di Aek Jarum muara Batanggadis, hulu barat daya Desa Panabari, Kecamatan Tanotombangan Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Indonesia.
“Sudah Enam belas Lae, alat berat masuk”, sebut H, warga Desa Panabari, Minggu (17/5/2026).
Warga menduga penggerebekan yang di lakukan Wakapolda Sumut pada (2/3/2026) lalu, hanya sinetron pencitraan, untuk mengejar setoran Mafia.
Pasalnya,
Penggerebekan itu belum ada mafia Tambang yang di penjara. Malah kini belasan alat berat kembali masuk ke lokasi.
“Sudah satu minggu ini bang”, sebut masyarakat lain inisial R.
Masyarakat Desa Panabari mengatakan kedatangan alat berat tersebut sudah merusak ekosistem termasuk air Pancuran pemandian umum, yang sebelumnya jernih kini berlumpur dan jika hujan datang, air mati karena tertutup gelondongan yang di bawa arus dari penebangan kayu Mafia.
Kepada warga, Korlap yang di bentuk mafia mengatakan bahwa proyek itu mendapat dukungan dari Polda Sumut.
“Polda ini”, sebut inisial R, warga desa Panabari menirukan ungkapan salah seorang yang di duga Korlap dan pemasok BBM ke lokasi.
Untuk memastikan keterlibatan Polda Sumut dalam hal tambang illegal itu, kami akan terbitkan besok, Senin (18/5/2026). (ps).



