Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) –
Puluhan warga yang rumahnya terendam bajir kembali dievakuasi dan ditempatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan sebagai lokasi pengungsian sementara.
Evakuasi warga dari sejumlah titik rawan dilakukan menggunakan mobil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) guna memastikan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.
Sekitar 28 KK tercatat sudah menempati lokasi pusat pengungsian sementara, dan tidak tertutup kemungkinan pengungsi akan terus bertambah melihat kondisi wilayah Tapteng Kembali terendam banjir.
Tampak, untuk menghindari dampak trauma yang berujung fisik warga melemah, (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan beserta kru sudah siap siaga memberikan pelayanan terbaik bagi para pengungsi di lokasi pengungsian yang di sediakan Pemkab Tapteng.
Dalam wawancara singkat Ia menegaskan, seluruh pengungsi mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh untuk mencegah munculnya penyakit pascabanjir.
“Para pengungsi kami berikan layanan kesehatan langsung, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Ini untuk mengantisipasi potensi penyakit yang dapat mengganggu kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan, diare, penyakit kulit, dan demam,” Jelas Lisnawati.
Tambah Lisna, dokter umum maupun dokter spesialis telah disiagakan untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan intensif. Obat-obatan juga telah disiapkan dalam jumlah memadai.
“Untuk stok obat-obatan, saat ini masih mencukupi dan siap digunakan sesuai kebutuhan di lapangan,” Tegasnya.
Masih Lisna, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah berkomitmen untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi para pengungsi, baik dari sisi kesehatan, logistik, maupun pendataan.
“Selain penanganan fisik, edukasi kepada warga juga dilakukan, terutama terkait menjaga kebersihan lingkungan pengungsian, pola hidup sehat, serta kewaspadaan terhadap potensi penyakit pascabanjir,” Tutup Lisna.
(Rimember)



