Cakra 21 TNI AU Paksa Pesawat Militer Misterius Mendarat di Medan

Pasukan militer Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia telah melakukan pendaratan paksa terhadap pesawat asing tak dikenal. Aksi ini dilakukan prajurit TNI dari Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) III Medan, Sumatera Utara.

Berdasarkan siaran resmi yang dilansir VIVA Militer, Jumat 26 Februari 2021, aksi ini berawal dari adanya laporan dari Komandan Satuan Radar, bahwa telah menangkap pesawat tak dikenal alias misterius yang memasuki wilayah Indonesia, kepada Panglima Kosekhanudnas III Marsekal Pertama TNI Esron S.B. Sinaga.

Mendapatkan laporan itu, Panglima Kosekhanudnas III memerintahkan Kaposek Kosekhanudnas III untuk mengecek identitas pesawat melalui Flight Clearence Information System (FCIS). Dan dipastikan pesawat tersebut tidak memiliki izin (LASA X).

Kemudian Panglima Kosekhanudnas III melaporkan kepada Panglima Kohanudnas dan memerintahkan unsur Tempur Sergap (TS) F-16 untuk melaksanakan Scramble.

Semua dalam kondisi siaga 1 atau waspada merah. Siap tempur 1 dilaksanakan. Unsur Tempur Sergap (TS) F-16 dengan persenjataan lengkap dari Skuadron 16 Landasana Udara Roesmin Nurdjadin langsung lepas landas menuju target sesuai dengan petunjuk Ground Control Interceptor (GCI) yang berada di Satuan Radar.

Unsur Tempur Sergap berusaha berkomunikasi dengan pesawat militer asing itu, tujuannya agar pesawat tersebut segera keluar dari wilayah udara nasional Indonesia. Tapi pesawat militer asing tersebut tidak mengindahkan peringatan tersebut.

Setelah berkoordinasi dengan Komandan Lanud Soewondo, Komandan Wing III Paskhas untuk kesiapan Pangkalan serta Pasukan dan juga kepada Militery Civil Coordination (MCC) akan adanya perlakuan Forcedown terhadap Lasa X.

Lalu Panglima Kosekhanudnas III memerintahkan pesawat Tempur Sergap F-16 untuk melaksanakan Forcedown atau pemaksaan mendarat pesawat militer asing tidak berizin di Lanud Soewondo. Dan prajurit TNI melakukan pemeriksaan terhadap pilot.

Forcedown merupakan bagian dari Operasi Penegakan Hukum Pengamanan Wilayah Udara (Opsgabkumpamwilud) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2018 tentang pengamanan wilayah Republik Indonesia.

Terkait aksi ini, Panglima Kosekhanudnas III mengatakan bahwa Forcedown merupakan bagian dari Latihan Pertahanan Udara dengan sandi ‘’Cakra C-21’’ Tahun Anggaran 2021 yang dilaksanakan selama du hari mulai tanggal 25 sampai dengan 26 februari 2021 untuk menguji sistem Hanud yang digelar di Kosekhanudnas III dan jajaran. Selain itu latihan tersebut adalah untuk melatih kesiapsiagaan Kosekhanudnas.
Sumber Viva.co.id

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Jelang Iduladha Stok Daging Kurban di Sumut Aman

MEDAN – Menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memastikan ketersediaan hewan kurban dalam...

Menunggu Perintah Mabes Polri, Tambang Emas Tano Tombangan 150 Gram Perhari “off the record”

Tano Tombangan - Dugaan tambang Emas Illegal di Aek Jarum, Muara Batang Gadis, jalur dari Desa Panabari, Kecamatan Tano Tombangan Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan,...

PW Himmah Sumut 2026-2029 Dilantik, Siap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

Medan | Pengurus Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW Himmah) Sumatera Utara periode 2026-2029 resmi dilantik, Selasa (19/5) di Hotel Le Polonia Medan. Ketua PW...

Dukung Turnamen Pingpong Khusus Lansia, Wali Kota Medan : Biar Tetap Sehat dan Produktif

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas mendukung penuh turnamen pingpong khusus lansia yang akan diselenggarakan oleh Persatuan Tenis Meja Eksekutif (PTME) Sumatera...

Pemprov Sumut Pastikan Stok dan Distribusi Minyakita Aman, Harga Mulai Stabil

MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga...