Sabtu, Februari 14, 2026
spot_img

30 Investor dari China Kunjungi Subang, Dorong Kerja Sama Energi Terbarukan

Dalam gelaran Konferensi Pertukaran Pelatihan dan Lokalisasi Talenta Industri Transisi Energi Indonesia yang diselenggarakan di Aula Oman Sachroni, Kantor Bupati Subang, Sabtu siang (3/5), berbagai pihak menyuarakan komitmennya untuk mendukung iklim investasi yang sehat dan inklusif di Jawa Barat, khususnya Subang. Acara ini dihadiri oleh 30 investor asal Tiongkok, akademisi, pengusaha lokal, dan tokoh pemerintahan.

Anggota DPRD Jawa Barat Komisi III, Taufik Nurrohim, yang juga tergabung dalam panitia perancang Peraturan Daerah (Perda) tentang investasi, menegaskan bahwa Jawa Barat mencatat realisasi investasi tertinggi secara nasional. Ia menyebut, selama periode 2019–2024, realisasi investasi di Jawa Barat telah mencapai Rp950 triliun, dengan capaian tahun 2024 sebesar Rp66,2 triliun serta serapan tenaga kerja mencapai 95.000 orang.

“Ini menunjukkan bahwa Jawa Barat, termasuk Subang, sangat menarik bagi investor. Maka dari itu, Perda yang sedang kami susun akan memberikan kepastian hukum, kenyamanan, dan keamanan bagi investor,” ucap Taufik.

Ia juga menyampaikan bahwa Jawa Barat tengah bertransformasi menuju investasi hijau dan biru (green & blue investment) melalui digitalisasi perizinan dan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Investasi serta Satgas Anti-Premanisme.

“Kami ingin pastikan investor datang tanpa rasa takut, tidak terganggu oknum-oknum tak bertanggung jawab. Kami ingin investasi membawa manfaat nyata bagi rakyat Jawa Barat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Subang, Ir. H. Agus Prabanta, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para investor dan penyelenggara forum, yang dianggap sebagai momentum krusial untuk menyiapkan Subang sebagai kota industri yang berbasis pada kekuatan sumber daya manusia (SDM) lokal.

“Jangan sampai industri masuk tapi masyarakat belum siap dari segi kompetensi. Kami di Kadin Subang siap kolaborasi dengan BLK, Dinas Tenaga Kerja, lembaga pendidikan, dan semua stakeholder untuk menyongsong peluang ini,” kata Agus.

Ia menegaskan pentingnya edukasi dan pembinaan masyarakat agar mampu bersinergi dengan kebutuhan industri modern, termasuk dalam menghadapi tantangan oknum calo tenaga kerja.

“Kita ingin hilangkan jalur calo. Rekrutmen harus berdasarkan kompetensi, bukan uang atau koneksi. Masyarakat harus dipersiapkan secara benar agar bisa terserap langsung oleh perusahaan tanpa perantara tidak resmi,” tegasnya.

Terkait kehadiran perusahaan besar seperti BYD (produsen mobil listrik), Agus mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut membutuhkan sekitar 18.000 tenaga kerja secara bertahap. Hal ini disebutnya sebagai peluang besar yang harus dipersiapkan sejak dini, terutama oleh masyarakat lokal Subang.

“Ini bukan hanya peluang kerja, tapi juga peluang pertumbuhan ekonomi mikro dan makro di Subang. Selama pemerintah dan masyarakat solid menjamin rasa aman dan nyaman bagi investor, maka masa depan Subang akan sangat cerah,” tutupnya.

Acara ini menjadi bagian penting dari strategi mempertemukan investor asing dengan potensi lokal di era transisi energi, sekaligus wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan. (Ozi)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Dugaan Pemerasan ; Debt Collector Rampas Mobil, Mega Finance Minta Uang Tarik Rp 15 Juta

Langkat - Dugaan pemerasan di lakukan Leasing Mega Finance kepada Debiturnya, dengan modus meminta uang tarik Rp 15 Juta. "Saya sudah meminta kepada kepala kantornya...

Tambang Pasir Ilegal di DAS Sigeaon Taput Masih Beroperasi, Wartawan Layangkan Dumas ke Polres

Taput (NeracaNews) – Tim investigasi kumpulan wartawan yang peduli lingkungan melayangkan Surat Pengaduan Masyarakat (Dumas) kepada Kapolres Tapanuli Utara (Taput), AKBP Ernis Sitinjak, pada...

Gedung Olah Raga Pandan Kembali Dihuni Para Pengungsi Korban Banjir

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) - Puluhan warga yang rumahnya terendam bajir kembali dievakuasi dan ditempatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan sebagai lokasi pengungsian sementara. Evakuasi...

Serap Aspirasi di Taput, Paltak Siburian: Reses Bukan Sekadar Formalitas, Siap Perjuangkan Sesuai Kewenangan

Taput (Neracanews) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Dapil Sumut IX (Kabupaten Taput, Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapteng, dan Sibolga), Paltak Siburian, SH.MH,...

Kunker di Polsek Natal, Kapolres Madina Sampaikan Layanan Call Center 110

Neracanews | Mandailing Natal - Kapolres Mandailing Natal (Madina), Bagus Priandy, S.IK.,M.Si menyampaikan perihal layanan Call Center Polri 110 pada saat kunjungan kerja bersama...