3 Penderita Akut di Madina Kades Diminta Maksimalkan Pendataan

Neracanews | Mandailing Natal – Tiga penderita akut di Mandailing Natal dilaporkan dalam satu hari, agar segera ditangani dalam kondisi menyedihkan. Astaghfirullah. Na’udzubillah.

Salah satunya, petani atau pekebun warga Desa Gading Bain, Kec. Kotanopan, Kab. Mandailing Natal, mananggungkan penderitaan istri dua anak ini, enam bulan tidak berobat karena ketiadaan biaya.

Namanya Sawiyah, 40, mengidap penyakit
sirosis hepatitis, dalam kondisi sangat lemah, perut membesar. Sekarang, sedang ditangani di RSUD Panyabungan, setelah masuk IGD, Sabtu (4/6) sekira pukul 22.00.

Informasi diperoleh, sirosis hati adalah kondisi di mana organ hati dipenuhi jaringan parut, sehingga tidak dapat berfungsi dengan normal.

Sebelumnya, begitu mendengar kondisi warga Desa Gading Bain, Kotanopan, Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution langsung diperintahkan segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan secepatnya, semaksimal mungkin.

Camat Kotanopan Pangeran Hidayat menjelaskan, dia baru tahu kondisi Sawiyah dalam kondisi perut membesar, malah belakangan diketahui warga sudah mengidap penyakit ini sejak tiga tahun lalu.

Informasi diterima Camat Kotanopan, Sawiyah diobati secara berkala. “Kan, pake BPJS. Persoalannya, biaya hidup pendamping yang harus ditalangi, dan saya dengar ada bantuan,” ujar camat.

Tapi, Pangeran Hidayat sebagai Camat Kotanopan, mengakui merasa bersalah tidak memaksimalkan pengobatan warga. Dia malah kaget melihat kondisi Sawiyah dalam kondisi seperti itu sudah menderita tiga tahun.

Namun, Pangeran mengaku tak tahu, Sawiyah enam bulan belum diobati karena ketiadaan biaya. “Tapi, bagaimana pun, ini harus diperbaiki ke depan, biarpun sebelumnya selalu mengingatkan agar memaksinalkan pelayanan publik seperti diamanahkan Pak Bupati dan Ibu Wabup,” ujar Pangeran.

Begitu mendengar kondisi ini, langsung berkordinasi dengan Staf Khusus Pemkab Madina Ali Mutiara, yang kemudian menyampaikan instruksi bupati segera membawa warga untuk penanganan medis sebaik mungkin, semaksimal mungkin.

Camat Kotanopan Pangeran Hidayat, Kapolsek Kotanopan Parsaulian Ritonga, Kepala Puskesmas Kotanopan dr Saleh Usman Parunduri dan Danramil, membawa warga ke IGD RSUD Panyabungan. Di ruang IGD, Wakil Ketua Baznas Madina Amir Mahmud sudah menunggu di ruang IGD.

Menjawab pertanyaan dokter saat pemeriksaan kondisi pasien di ruang IGD, Denan Nasution (suami Sawiyah) menjawab, pasien sudah enam bulan tidak berobat karena ketiadiaan biaya. Denan, menurut camat, bekerja di dompen (pertambangan rakyat).

Sejumlah warga di Madina mengaku sangat miris. Salah satunya, Presiden Ikatan Pemuda Mandailing (IPM) Tan Gozali Nasution, yang hari ini mendapat laporan warga menderita penyakit akut di berbagai daerah di Madina.

“Hari ini, saya mendapat informasi disampaikan ke saya menderita dua warga menderita sakit akut, di Desa Jambur, Kec. Panyabungan Utara dan satu warga di Desa Panyabubgan II, Kec. Panyabungan. Satu hari ini, tiga orang dilaporkan, ditambah satu orang menderita sakit akut di Desa Gading Bain, Kec. Kotanopan, yang kini sedang ditangani di RSUD Panyabungan.

“Sebelumnya, saya sering mendapat informasi warga menderita penyakit akut di berbagai kawasan di berbagai kawasan Madina, karena umumnya persoalan ketiadaan biaya,” ujar Tan.

Diingatkannya, seharusnya, semua aparat di desa sejak jauh-jauh hari melakukan pendataan dan pemantauan kondisi masyarakat di desa masing-masing, kemudian dikordinasikan ke pihak kecamatan untuk mengambil langkah abtisipasi,” ujarnya.

“Kita berharap, ada upaya maksimal dilakukan, sehingga tidak terjadi terulang dan terulang lagi. Apalagi, Bupati dan Wakil Bupati sejak awal sudah diibgatkan, agar memaksimalkan semua aparatur memaksimalkan pelayanan publik,” ujar Tan Gozali.

Dia kembali mengingatkan agar pihak desa (termasuk bidan desa, puskesmas) dan pihak lain berkaitan dengan pelayanan publik, benar-benar dimaksimalkan. Kalau memang dalam kondisi sangat darurat, mungkin bisa dikordinasikan ke pihak Baznas, kalau misalnya dalam kondisi bisa membantu

“Ayolah kita bergerak, bersama-sama. Dari semua sektor untuk melihat kondisi masyarakat sebenarnya. Jangan berita viral dulu baru bergerak,” jelas Tan. (Hem Surbakti)

CEK KESEHATAN GRATISspot_img

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Rico Waas Lepas Delli Yudha, Sambut Fernando Batubara: Sinergi TNI dan Pemko Medan Harus Makin Kuat

Suasana keakraban dan kehangatan mewarnai acara Pisah Sambut Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan yang digelar di Ballroom Hotel Santika Dyandra Medan, Senin (14/9/2026). Wali Kota...

Ini Daftar 43 Pelajar SMKN 1 Merdeka yang Keracunan MBG

Karo - Keracunan MBG kembali menelan korban di Kabupaten Karo akibat kelalaian tata kelola program pemerintah. Sebanyak 43 pelajar SMK Negeri 1 Merdeka Kabupaten...

RDP dengan Komisi II DPR RI, Wagub Surya Paparkan Strategi Optimalisasi Aset dan BUMD untuk Dongkrak PAD Sumut

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat penataan, pengamanan, dan optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD) serta aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)...

Pemko Medan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 7,16 T, Rico Waas Fokus Optimalkan 17 Program Prioritas

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan Tahun Anggaran...

Bupati Asahan Terima Audiensi GMKI Cabang Asahan

KISARAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima audiensi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Asahan di Aula Bapperida Kabupaten Asahan, Senin...