Puluhan Warga Beguldah Geruduk Mapolres Binjai, Ini Penyebabnya

Binjai – Ratusan warga Baguldah yang tergabung dari, Desa Tanjung Mangusta dan Desa Tembis yang berada di Kecamatan Binjai Selatan, menggeruduk Mapolres Binjai yang beralamat di Jalan S. Hasanuddin, Binjai Kota, Selasa (15/11) siang, sekira pukul 12.30 Wib.

Menurut warga, kedatangan mereka ke Mapolres Binjai karena ada salah seorang warga Beguldah yang diamankan oleh Personil Satreskrim Polres Binjai karena diduga terlibat dalam aksi pembakaran sebuah Pos yang berada di Kelurahan Bakti Karya.

Ratusan massa itu juga menilai, penangkapan warga yang diketahui bernama Johannes Sembiring alias Gojo oleh Personil Polres Binjai, tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Tidak hanya melakukan unjuk rasa, ratusan warga dari 3 Desa tersebut juga terlihat berkumpul sembari membentang tikar di depan Pos penjagaan, sehingga kendaraan berjenis Mobil tidak dapat melintas karena menutup akses jalan masuk menuju Polres Binjai.

“Kami minta Gojo dibebaskan. Dia tidak bersalah,” ungkap massa saat menyuarakan tuntutannya yang dikawal puluhan personil Polres Binjai.

Penangkapan Johannes Surbakti alias Gojo tersebut menurut warga terjadi sekitar pukul 10.30 Wib di sebuah warung kopi yang ada di Desa Beguldah.

“Tadi ada sekitar 6 mobil yang datang untuk menangkap bang Gojo. Awalnya polisi beralasan mau menangkap warga bernama Ciplek, tapi kenapa bang Gojo yang diamankan,” ungkap warga sekitar yang mengaku bernama Ruth Elviana br Ginting, yang mengaku melihat langsung penangkapan tersebut.

Pada saat diamankan, lanjut Ruth, Gojo sedang minum kopi bersama beberapa orang kawannya di sebuah warung Kopi. Bahkan penangkapan itu tidak diketahui oleh Kepling kami yang saat itu sedang ke acara pesta.

“Pada saat penangkapan itu memang agak sepi, karena banyak warga yang sedang pergi ke tempat pesta dan sebagian lagi sedang ke ladang,” lanjutnya.

Warga lainnya menyebutkan, pada saat terjadinya aksi pembakaran Pos yang terjadi sekitar sebulan yang lalu, Gojo pada saat itu sedang bersama warga di Desa Beguldah.

“Katanya ada yang melihat Gojo membakar pos itu. Tapi pada saat terjadinya pembakaran, ia (Gojo-red) bersama kawannya yang bernama Darwan sedang kumpul bersama kami di Desa Beguldah,” ungkap warga lainya.

Dalam aksi itu, massa juga meminta Polres Binjai agar segera menindaklanjuti laporan warga yang sampai saat ini belum ada perkembangannya.

“Kami sudah melapor adanya aksi kriminal seperti pembegalan dan pemukulan. Namun sampai saat ini laporan itu tidak ada perkembangannya sama sekali, padahal identitas si pelaku sudah diketahui oleh pihak kepolisian, tapi hingga sampai saat ini pelaku belum juga ditangkap,” tegas mereka.

Hingga pukul 14.30 Wib, ratusan warga dari 3 Desa tersebut masih terus bertahan di Mapolres Binjai. Mereka mengatakan akan terus bertahan ditempat itu hingga rekannya yang baru ditangkap dibebaskan.

Tak selang beberapa lama kemudian, Ketua Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo SH bersama tim datang ke lokasi dan bersama beberapa warga untuk perwakilan untuk bertemu dengan Kapolres Binjai.

Penulis (ST)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Terungkap, Satres PPA Polres Karo Tangani Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Tersangka Ditahan

Karo - Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (Satres PPA) Polres Karo mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah...

Bupati Asahan Hadiri Penahbisan Pendeta HKBP, Tekankan Pentingnya Kerukunan Umat Beragama

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri acara Penahbisan Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Gereja HKBP Kisaran Kota, Minggu (26/7/2026). Kehadiran...

Bupati Asahan Hadiri Pembukaan Rakerda DPD PAN dan Pelantikan Relawan PAN

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Asahan yang...

Pemkab Asahan Berikan Pendampingan kepada Anak Korban Dugaan Pelecehan Seksual

Pemerintah Kabupaten Asahan memastikan memberikan pendampingan kepada seorang anak berusia 12 tahun yang diduga menjadi korban pelecehan seksual. Pendampingan dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah...

Lengkap Berkas dan Izin Resmi: GTU XXIV Siap Gelar Lomba Jadi Penggerak Ekonomi

TAPUT (Neracanews) — Semangat kebersamaan yang telah terjalin puluhan tahun dalam ajang bergengsi Gebyar Tapanuli Utara (GTU) kini terancam terusik. Ajang lomba Motorcross dan...