Kamis, Maret 12, 2026
spot_img

Puluhan Emak-emak Diduga Disuap Untuk Menolak Keberadaan Plang OKP

Binjai – Puluhan Emak-emak (ibu-ibu red) menolak dengan keberadaan plang Organisasi Kepemudaan (OKP) yang berada di jalan P Dipenogoro, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Senin (01/08/2022).

Mereka menolak berdirinya plang OKP yang berdominan Loreng Biru ini diwilayah tersebut dengan alasan takut anak – anak mereka terjerumus ikut tergabung dalam organisasi.

“Kami takut anak anak kami terjerumus ikut dalam organisasi nantinya, karena diketahui ketua organisasi ini seorang Bandar Besar,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Masih dikatakan warga yang tergabung emak emak ini, dengan kehadiran OKP dilingkungan ini kedepanya, banyak kerap akan sering terjadi kehilangan.

“Dulu waktu masih ada OKP disini, banyak warga warga disini yang kehilangan, pokoknya kami tetap berkeras menolak berdirinya plang OKP disini,” sorak salah seorang emak emak.

Kapolsek Binjai Timur AKP Aripin Pardede bersama anggota personil turun ke lokasi untuk menengahi warga agar tidak terjadi keributan besar.

Melihat situasi mulai tidak kondusif, akhirnya Kapolsek Binjai Timur AKP Aripin Pardede menyarankan agar dilakukan mediasi antara kedua belah pihak di kantor kelurahan.

“Agar masalah ini selesai, mari kita selesaikan permasalahan ini di kantor lurah, karena saya sebagai pihak kepolisian tidak bisa memberikan keputusan mutlak, karena kami disini sebagai keamanan saja,” ucap Aripin.

Selanjutnya, kedua belah pihak emak emak dengan pihak organisasi kepemudaan yang diwakili Sekertaris Surya Darma atau sering disapa Ateng bersama dengan Ketua PAC Binjai Timur B. Sagala hadir dalam mediasi tersebut di ruangan aula kantor kelurahan Mencirim.

Dalam mediasi tersebut, turut hadir Camat Binjai Timur Ariandi Ayun S.STP, MH, Lurah Mencirim Arvintona, Kapolsek Binjai Timur AKP Aripin Pardede, Kanit Reskrim Ipda Alex Pasaribu, Kamtibnas Binjai Timur Serka Olo Aritonang.

Dalam mediasi tersebut, sempat terjadi perdebatan, pasalnya pihak dari OKP berdominan loreng biru ini keberatan dengan berdirinya plang mereka dilokasi, padahal menurut mereka dilokasi simpang jalan tersebut terdapat plang organisasi dari dua huruf berdominan loreng orange.

“Kenapa kami tidak diperbolehkan mendirikan plang disitu, sementara ada plang dari organisasi dua huruf Berdiri tapi tidak diributin, ada apa? Apa ibu ibu tersebut diduga disuap seseorang,” ungkap Ketua organisasi PAC Binjai Timur B.Sagala didampingi Sekjen Satgas.

Masih kata B. Sagala, kami terima plang organisasi kami dicabut, tapi plang mereka juga harus dicabut biar adil, agar jangan ada timbul dugaan yang tak enak, mari kita bersama sama menjaga Binjai Timur ini agar lebih kondusif,” katanya.

Sementara itu, Camat Binjai Timur Ariandi Ayun meminta agar permasalahan ini diberikan waktu sampai hari Kamis.

“Nanti kita coba bahas Kembali, dan kita akan coba undang dari kedua belah pihak organisasi untuk ketemu dan juga dihadiri ibu ibu yang merasa keberatan, agar permasalahan ini secepatnya selesai,” pungkasnya. (Surya Turnip)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

PMI Medan dan Palang Merah Amerika Paparkan Program Ketahanan Panas kepada Pemko Medan

Medan - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Medan bersama perwakilan Palang Merah Amerika beraudiensi dengan Pemko Medan, Kamis (12/3/2026). Rombongan diterima Wakil Wali Kota...

Sumut Kembangkan Satu Data Tunggal Bencana

MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut mengembangkan satu data tunggal kebencanaan melalui portal...

Dewan Pendidikan Taput Dilantik, Diharapkan Dorong Kemajuan Pendidikan dan Pembentukan Karakter

Taput (Neracanews) - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, melantik anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Taput dalam acara yang berlangsung di SMP Negeri...

Wabup Taput Buka Forum RKPD 2027 Fokus pada Akselerasi Ekonomi dan Kualitas SDM

Taput (Neracanews) - Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) Deni Parlindungan Lumbantoruan, didampingi Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, membuka secara resmi Forum Lintas Perangkat...

NCW Terima Balasan Klarifikasi Imigrasi Soal 10 WNA, Minta Proses Hukum Dibuka Secara Transparan

Bekasi – Nasional Corruption Watch (NCW) DPD Bekasi Raya menyatakan telah menerima balasan resmi dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Tangerang terkait permohonan...