Pelaku Pembakaran Rumah Terduga Maling Sawit Masih Berkeliaran Bebas, Kuasa Hukum : Seperti Ada yang Mengintervensi dan Menebar Biaya agar Kasus Ini Jalan Ditempat”

Neracanews | Medan – Kasus Pembakaran rumah terduga pencuri sawit di labusel masih berstatus kabur dan abu abu.

Pasalnya sejak laporan pembakaran rumah terduga pencuri sawit pada Selasa (8/10) hingga Jumat (1/11) belum memperlihatkan hasil apapun.

Hal itu dijelaskan oleh M Adlin Ginting, S.H., M.H., dari Kantor Hukum Salman Sirait, S.H., & Partners yang merupakan Kuasa Hukum korban yang rumahnya dibakar oleh sekelompok oknum yang diduga suruhan seseorang.

Adlin menjelaskan bahwa terkait laporan terhadap para pelaku pembakaran rumah kliennya ke Polres Labusel sampai sekarang masih abu abu.

” Dari pertama buat laporan sampai sekarang cerita penyidiknya hanya berputar putar tentang gelar perkara saja”, ucap Adlin.

” Sebenarnya kalau memang mereka sungguh sungguh dan berbicara masalah bukti, inikan tindak pidana yang sudah jelas jelas terjadi dan pelakunya semua lengkap terekam dalam video bahkan sempat viral”, sambung pria berkacamata tersebut.

Adlin juga mempertanyakan kinerja dari Polres Labusel sendiri. Kejadian jelas, bahkan didepan Kapolsek, masa Kapolsek Sei Kanan dan jajaran tidak bisa dijadikan saksi.

” Nah yang mirisnya kita adalah kenapa pihak dari lawan buat laporan di Polres Labusel tanggal 2 Oktober 2024, klien kita langsung ditangkap pada tanggal 4 Oktober 2024. Inikan proses singkat sekali, tapi tetap kita hargai proses hukum ya silahkan. Nah pertanyaan kami sebagai Kuasa Hukum, kenapa laporan kami dari tanggal 8 Oktober 2024 sampai detik ini, jalan ditempat dan tidak ada kejelasan, bahkan pelaku pembakaran rumah dan mobil nyata masih berkeliaran”, sambungnya.

” Kita juga akan berdiskusi dengan tim Kantor Hukum Salman Sirait, S.H & Partners terkait rencana pelaporan lambatnya proses LP kita ke Propam Polda Sumut”, lanjutnya.

Melihat proses hukum yang berjalan diantara 2 kasus yang berbeda antara LP pencurian sawit dan LP Pembakaran rumah dan mobil, Adlin juga merasakan ada yang aneh dalam penanganan oleh Polres Labusel.

” Kesannya memang seperti ada intervensi ataupun ada dugaan biaya biaya lainnya agar LP pencurian sawit cepat diproses dan LP pembakaran rumah tertahan dan jalan ditempat. Kesannya Polres Labusel memberi perbedaan antara 2 kasus yang berbeda ini”, tutup Adlin.

Dilain sisi, sampai berita ini ditayangkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi terhadap Kapolres Labuhan Batu Selatan.(Tim)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Huntap Taput Baru 2 Unit Siap Huni, Menteri PKP Marah Bandingkan dengan Tapsel yang Sudah 120 Unit

Taput (Neracanews) Beberapa video yang beredar di grup WhatsApp wartawan dan media sosial menunjukkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menunjukkan kemarahan...

Wartawan Dihadang di Medan! Pegawai Gadai Rampas HP dan Sita Mobil Meski Utang Lunas

MEDAN – Aksi premanisme menimpa Riswan Sembiring, wartawan media online Waspada24.com, saat melakukan peliputan di kantor PT Mandiri Expres Sejahtra, Jalan Ringroad, Medan, Kamis...

Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN “Tancap Gas” Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin apel perdana pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Kantor Wali Kota...

Pasca Lebaran, Bupati dan Wakil Bupati Asahan Tinjau Kualitas Pelayanan Publik

KISARAN – Pemerintah Kabupaten Asahan melakukan inspeksi langsung ke sejumlah instansi pelayanan publik usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (25/03/2026). Kegiatan...

Pemkab Asahan Gelar Pasar Murah di Enam Lokasi untuk Stabilkan Harga Pangan

ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagin) mengadakan pasar murah di enam titik berbeda guna membantu masyarakat mendapatkan bahan...