Kamis, Januari 22, 2026
spot_img

NAKAL (Nasionalisme Radikal) adakan Webiar “Toleransi Beragama dalam Bingkai Merah Putih” Ini Kata Alissa Wahid, Yosi dan Ahmad Romzi

Neracanews | Jakarta – NAKAL (Nasionalisme Radikal) mengadakan webinar dengan tema “Toleransi Beragama dalam Bingkai Merah Putih” sebagaimana Konflik sosial yang kerap mengatasnamakan agama sering sekali terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Konflik yang membawa narasi keagamaan ini tentu berbahaya karena mengancam persatuan dan keutuhan sebuah bangsa. Maka dari itu, penting untuk masyarakat memiliki sikap moderat dalam beragama.

“Kita sudah mendapatkan berkah Indonesia yang begitu kaya dengan keberagamannya maka bagaimana kita menjaga kebersatuannya penting sekali untuk kita toleransi bergama karena agama itu salah satu driver sangat kuat dalam kehidupan kita jadi jika kita bisa bertoleransi antar umat bergama maka persatuan dan kesatuan Indonesia akan terjaga dan Indonesia akan menjadi negara yang lebih besar, sekarang bagaimana kita menyikapi perkembangan teknologi menyikapi berbagai informasi, tapi tetap semangatnya tetap toleransi beragama untuk kebersatuan Indonesia” dari Alissa Wahid yang dikenal sebagai putri Presiden ke-4 RI sekaligus Direktur Jaringan GUSDURian, narasumber NAKAL (21/2).

Selain itu hadir juga Yosi Mokalu sebagai Personil Project Pop dan Founder Nakal yang dalam pemaparannya menyebutkan “ingat bahwa kita ini sudah punya hasil yang absolut dalam keberadaan kita lokasi, situasi, fungsi dan potensi itu adalah pilihan tuhan untuk kita Indonesia merupakan tempat kita untuk berkontribusi tidak perlu posisi untuk menjadi praktisi hanya butuh kepedulian terhadap generasi”.

Selanjutnya Narasumber ketiga Ahmad Romzi sebagai Wakil Ketua Umum Siberkreasi menyampaikan “belajar banyak dari guru bangsa memberikan pengalaman berharga untuk kita-kita yang masih muda, saya berhadap teman-teman yang lebih senior mendampingi terus generasi-generasi Milenial dan Z yang masih berjuang menemukan pola terbaik dalam meramu kerukunan antar umat beragama anak bangsa dan seterusnya, dan kita para pemuda berkomitmen untuk kehidupan yang lebih menyenangkan untuk kehidupan yang lebih baik karena itu setelah pandemi covid akan banyak program mempertemukan anak-anak bangsa terutama dalam isu-isu keberagaman sehingga  idealisme Bhineka tunggal ika bisa tercapai” tutupnya.(021)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Kapal Rumah Sakit Apung DPP PDI-P Memberikan Pelayanan Kesehatan di Tapteng Empat Hari Kedepan

Tapanuli Tengah Sarudik (Neracanews) - Bentuk kepedulian bagi korban bencana yang terjadi pada 25 November 2025, Partai Berlambangkan Banteng Bermocong Putih PDI-Perjuangan Tiba di...

Pemprov Sumut Terus Sempurnakan Program Berobat Gratis, Buka Layanan Aduan Kesehatan 24 Jam

MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus meningkatkan pelayanan Program Berobat Gratis (PROBIS). Program ini merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat...

100 % Sekolah di Sumut Kini Teraliri Listrik dan Internet

MEDAN – Seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Sumatera Utara (Sumut) yang berada di bawah...

Jalan Lapen di Desa Pantis Taput Cepat Rusak, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Taput | (Neracanews) – Jalan Lapis Penetrasi (Lapen) di Desa Pantis Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), yang baru selesai dibangun pada Desember...

Pemda Taput Distribusikan 60 Unit Genset Untuk Desa Torhonas dan Pardomuan Nauli

  Tapanuli Utara - Warga Desa Torhonas, Kecamatan Adiankoting, mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah daerah Tapanuli Utara (Pemda Taput), yang telah memberikan perhatian dengan menyalurkan Genset...