Kamis, Maret 12, 2026
spot_img

NAKAL (Nasionalisme Radikal) adakan Webiar “Toleransi Beragama dalam Bingkai Merah Putih” Ini Kata Alissa Wahid, Yosi dan Ahmad Romzi

Neracanews | Jakarta – NAKAL (Nasionalisme Radikal) mengadakan webinar dengan tema “Toleransi Beragama dalam Bingkai Merah Putih” sebagaimana Konflik sosial yang kerap mengatasnamakan agama sering sekali terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Konflik yang membawa narasi keagamaan ini tentu berbahaya karena mengancam persatuan dan keutuhan sebuah bangsa. Maka dari itu, penting untuk masyarakat memiliki sikap moderat dalam beragama.

“Kita sudah mendapatkan berkah Indonesia yang begitu kaya dengan keberagamannya maka bagaimana kita menjaga kebersatuannya penting sekali untuk kita toleransi bergama karena agama itu salah satu driver sangat kuat dalam kehidupan kita jadi jika kita bisa bertoleransi antar umat bergama maka persatuan dan kesatuan Indonesia akan terjaga dan Indonesia akan menjadi negara yang lebih besar, sekarang bagaimana kita menyikapi perkembangan teknologi menyikapi berbagai informasi, tapi tetap semangatnya tetap toleransi beragama untuk kebersatuan Indonesia” dari Alissa Wahid yang dikenal sebagai putri Presiden ke-4 RI sekaligus Direktur Jaringan GUSDURian, narasumber NAKAL (21/2).

Selain itu hadir juga Yosi Mokalu sebagai Personil Project Pop dan Founder Nakal yang dalam pemaparannya menyebutkan “ingat bahwa kita ini sudah punya hasil yang absolut dalam keberadaan kita lokasi, situasi, fungsi dan potensi itu adalah pilihan tuhan untuk kita Indonesia merupakan tempat kita untuk berkontribusi tidak perlu posisi untuk menjadi praktisi hanya butuh kepedulian terhadap generasi”.

Selanjutnya Narasumber ketiga Ahmad Romzi sebagai Wakil Ketua Umum Siberkreasi menyampaikan “belajar banyak dari guru bangsa memberikan pengalaman berharga untuk kita-kita yang masih muda, saya berhadap teman-teman yang lebih senior mendampingi terus generasi-generasi Milenial dan Z yang masih berjuang menemukan pola terbaik dalam meramu kerukunan antar umat beragama anak bangsa dan seterusnya, dan kita para pemuda berkomitmen untuk kehidupan yang lebih menyenangkan untuk kehidupan yang lebih baik karena itu setelah pandemi covid akan banyak program mempertemukan anak-anak bangsa terutama dalam isu-isu keberagaman sehingga  idealisme Bhineka tunggal ika bisa tercapai” tutupnya.(021)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

PMI Medan dan Palang Merah Amerika Paparkan Program Ketahanan Panas kepada Pemko Medan

Medan - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Medan bersama perwakilan Palang Merah Amerika beraudiensi dengan Pemko Medan, Kamis (12/3/2026). Rombongan diterima Wakil Wali Kota...

Sumut Kembangkan Satu Data Tunggal Bencana

MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut mengembangkan satu data tunggal kebencanaan melalui portal...

Dewan Pendidikan Taput Dilantik, Diharapkan Dorong Kemajuan Pendidikan dan Pembentukan Karakter

Taput (Neracanews) - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, melantik anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Taput dalam acara yang berlangsung di SMP Negeri...

Wabup Taput Buka Forum RKPD 2027 Fokus pada Akselerasi Ekonomi dan Kualitas SDM

Taput (Neracanews) - Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) Deni Parlindungan Lumbantoruan, didampingi Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, membuka secara resmi Forum Lintas Perangkat...

NCW Terima Balasan Klarifikasi Imigrasi Soal 10 WNA, Minta Proses Hukum Dibuka Secara Transparan

Bekasi – Nasional Corruption Watch (NCW) DPD Bekasi Raya menyatakan telah menerima balasan resmi dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Tangerang terkait permohonan...