Kamis, Januari 29, 2026
spot_img

Korekan Tanah Proyek Drainase di Gang Bilal Desa Bangun Sari Baru Tanjung Morawa Ganggu Pengguna Jalan

DELISERDANG – Proyek pemeliharaan drainase di Gang Bilal Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang senilai Rp 199.072.500,- APBD 2023, dikeluhkan pengguna jalan.

Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh rekanan CV Silahi Sabungan seolah tidak memikirkan kepentingan umum.

Terpantau awak media, Sabtu (25/11/2023) dilokasi korekan tanah drainase itu dibiarkan menimbun sebagian besar badan jalan di gang Bilal Desa Bangun Sari Baru, sehingga membuat badan jalan menyempit, berlumpur serta licin yang sewaktu waktu dapat membahayakan pengguna jalan.

Warga masyarakat yang melintas disana merasa terganggu. Selain badan jalan menyempit, juga bila musim hujan kondisi jalan menjadi licin dan tak jarang membuat pengendara terjatuh.

Menurut keterangan plank yang terpampang di lokasi, proyek drainase tersebut besumber dari Dana Alokasi Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2023 dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Deli Serdang dengan Pagu Anggaran Rp 199.072.500,-

Namun dalam plank proyek tidak disebutkan panjang dan lebar drainase yang harus dikerjakan.

Seorang pengguna jalan Iswanto (47) warga sekitar mengungkapkan, proyek pembangunan saluran drainase tersebut yang di kerjakan oleh CV.Silahi Sabungan tersebut dinilainya tidak mengutamakan keselamatan pengguna jalan. Pasalnya, tumpukan Tanah bekas tanah galian, memakan separuh jalan.

“Ini kan membahayakan orang yang mau lewat, apalagi tidak adanya rambu penanda proyek. Soalnya beberapa hari lalu ada pengendara yang terperosok terjatuh akibat tumpukan tanah yang licin” ungkapnya kepada awak media.

Lebih lanjut kata Iswanto, Dinas Citaru Kabupaten Deli Serdang, aktif melakukan pengawasan serta mengingatkan pelaksana proyek memberi tanda atau rambu-rambu, bahwa jalan itu sedang dikerjakan pembuatan saluran dranase, membersikan tumpukan tanah agar tidak berserakan apa lagi ini musim hujan.

Ia juga menyayangkan pihak pemborong yang tidak profesional dalam mengerjakan proyek drainase itu.

“Pekerjaan drainase ini dikerjakan secara amburadul dan tidak mementingkan pengguna jalan,sudah jalannya sempit di tambah ada tumpukan tanah lagi memakai badan jalan”, tegasnya.

Ia mengatakan jika pembangunan tersebut bermanfaat untuk mengurangi banjir dikala musim penghujan. Namun menurutnya, pihak pemborong juga harus memikirkan kenyamanan pengguna jalan. (Heri)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Bangun Infrastruktur Terintegrasi, Pemprov Sumut Gelontorkan Rp1,9 Triliun

MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menganggarkan dana sebesar Rp1,9 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada tahun 2026. Hal tersebut diungkapkan Dinas Pekerjaan...

Pemkab Asahan Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya

Kisaran, 27 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten Asahan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2026 Kategori...

HUT ke-18 BNPB Diraik Secara Sederhana di Taput, 40 Unit Huntara Hampir Rampung

Taput (Neracanews) | Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., bersama Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo didampingi Asisten Perekonomian dan...

Terungkap Fakta, Pengawas Waterpark Hotel Pia Tidak Memiliki Sertifikat Keahlian

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) – Korban meninggal bocah berusia 6 tahun tenggelam di Waterpark Hotel Pia Pandan kian terkuak. Temuan fakta terbaru mengungkap bahwa...

Masinton Nahkodai DPC PDI-Perjuangan Tapanuli Tengah Priode 2025-2030

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) - Melalui Konfrensi Cabang (Kofercab) PDI- Perjuangan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) yang digelar di Hotel Hasian, Masinton...