Kantor Dewan Tapteng Diterpa Keributan

Tapanuli Tengah – Pandan (Neracanews) – Peristiwa keributan yang terjadi di Kantor DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada, Kamis (02/04/26) yang melibatkan unsur pimpinan dewan dan Sekretaris Dewan (Sekwan), memicu perhatian publik.

Anggota DPRD Tapteng dari Fraksi PDI-Perjuangan Joko Situmeang menyampaikan, insiden bermula terkait sidak beberapa anggota Dewan di Kantor Bupati Tapteng. dari batalnya RDP akibat ketidakhadiran sejumlah instansi yang telah diundang.

“RDP tidak dapat dilaksanakan karena pihak-pihak yang diundang tidak hadir. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan dari sejumlah anggota dewan,” Ujar Joko Situmeang didampingi Ketua Fraksi Famoni Gulo dan Wakil Ketua Samuel Tinambunan.

Situasi mulai memanas ketika sejumlah anggota DPRD mencari Sekwan untuk meminta penjelasan terkait absennya pihak undangan. Ketegangan meningkat hingga nyaris terjadi adu fisik antara Sekwan dan Ketua DPRD Tapanuli Tengah.

Dari insiden keributan yang terjadi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berada di lokasi segera melakukan pengamanan sehingga bentrokan fisik dapat dihindari.

Kericuhan juga dipicu oleh kehadiran sejumlah awak media yang berupaya meminta keterangan dari Sekwan. Dalam situasi tersebut, Sekwan tidak berkenan dengan cara media mendekatinya, bahkan mempertanyakan apakah kehadiran media atas arahan pimpinan DPRD.

Joko Situmeang juga menegaskan, Sekretariat DPRD memiliki fungsi sebagai fasilitator dalam mendukung tugas-tugas dewan, terutama dalam aspek administrasi.

“Untuk kegiatan sidak, ada mekanisme yang harus dipatuhi, termasuk koordinasi dengan pihak yang akan menjadi objek sidak. Jika dilakukan ke Kantor Bupati, maka harus ada komunikasi dengan pimpinan daerah dan OPD terkait agar berjalan sesuai prosedur,” Paparnya.

Ia menambahkan, sidak yang dilakukan tanpa mekanisme resmi berpotensi dianggap sebagai tindakan individu atau kelompok tertentu, bukan atas nama lembaga DPRD. Menurutnya, setiap agenda seharusnya ditetapkan melalui rapat pimpinan dan disesuaikan dengan alat kelengkapan dewan, seperti komisi yang memiliki mitra kerja.

Meski demikian, Joko mengakui bahwa anggota DPRD memiliki kewenangan untuk melakukan kunjungan kerja secara langsung. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga etika serta tata cara yang berlaku.

“Pada prinsipnya anggota dewan bisa melakukan kunjungan kapan saja, tetapi tetap harus berkoordinasi dan menghormati pihak yang didatangi,” pungkasnya.
(Rimember)

CEGAH STUNTINGspot_img
NOMOR DARURAT DAMKARspot_img
SIAGA BENCANA BANJIRspot_img
CEK KESEHATAN GRATISspot_img

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Pemkab Karo Gelar Upacara di Halaman Kantor Bupati

KARO – Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang digelar...

Pemerintah Kecamatan Natal Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Merdeka Natal

Neracanews | Mandailing Natal - Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Natal dan Dinas Instansi melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 di...

PAD Karo Melonjak Rp 12,2 Miliar di P-APBD 2026

PAD Karo mengalami kenaikan signifikan pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Karo mencatat lonjakan pendapatan daerah yang bersumber...

Bupati Asahan Buka Festival Seni Qasidah 2026, Diikuti 626 Peserta dari 25 Kecamatan

KISARAN – Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2026 di Aula Melati...

Bupati Asahan Buka Latihan Kader II HMI Tingkat Nasional Tahun 2026

KISARAN – Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri pembukaan Intermediate Training Latihan Kader II (LK II) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)...