Sabtu, Februari 14, 2026
spot_img

Acc Medan Rampas Mobil, Warga Aceh Terlantar, Barang Lenyap

Medan – Marak praktek pembegalan dilakukan oleh Debt collektor, hampir seluruh kota di Sumatera utara.

Marilla datang dari Aceh untuk mengantarkan anaknya sekolah di salah satu sekolah Islam di turunkan Debt collektor sebanyak Delapan orang di pelataran parkir ACC Jalan Adam Malik kota Medan, kemudian membawa mobil dan barang berharga di dalamnya, termasuk sepatu anak perempuannya untuk di pakai sekolah di Medan.

” Barang saya yang berharga ada di dalam mobil pak, tas saya ada di situ,” sebut Marilla, Selasa (13/1/2026).

Dia menceritakan kejadian itu pada Jumat siang (9/1/2026) saat mereka keluar dari Mall Carrefour Medan.

” Dari depan satu, dari belakang satu, terus di serempet gitu, Turun -turun gitu, kuseret nanti katanya,” ungkap Marilla.

Kemudian mobil Toyota rush yang di tumpangi mereka di kemudikan salah seorang Debt collektor. Sesampai di parkiran ACC jalan Haji Adam malik, para Debt collektor itu menurunkan Marilla dan kedua putrinya.

Menunggu beberapa jam mobil tidak kembali, Marilla bertanya kepada seseorang yang menurutnya pihak Leasing ACC mengarahkan agar mengecek mobilnya ke ACC di jalan Sisinga mangaraja. Namun sesampai disana tidak membuahkan hasil.

Marilla menangis bersama kedua anak perempuannya, terlihat kebingungan meratapi nasib, serasa masuk di kota yang sangat menyeramkan.

RMO ACC Medan saat di konfirmasi mengatakan tidak mengetahui hal itu. Dia berdalih bahwa mebil yang di rampas Debt Collektor itu bukan penanganannya.

“Banyak kami disini bang, mungkin bukan penangananku,” sebut Firdaus RMO ACC Medan.

Menanggapi maraknya Debt Collektor di Sumatera utara memanfaatkan kartu Sertivikasi perusahaan pembiaya indonesia (SPPI) untuk melakukan pembegalan, yang seharusnya hanya berguna untuk penagihan, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan belum memberikan tanggapan. (ps)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Dugaan Pemerasan ; Debt Collector Rampas Mobil, Mega Finance Minta Uang Tarik Rp 15 Juta

Langkat - Dugaan pemerasan di lakukan Leasing Mega Finance kepada Debiturnya, dengan modus meminta uang tarik Rp 15 Juta. "Saya sudah meminta kepada kepala kantornya...

Tambang Pasir Ilegal di DAS Sigeaon Taput Masih Beroperasi, Wartawan Layangkan Dumas ke Polres

Taput (NeracaNews) – Tim investigasi kumpulan wartawan yang peduli lingkungan melayangkan Surat Pengaduan Masyarakat (Dumas) kepada Kapolres Tapanuli Utara (Taput), AKBP Ernis Sitinjak, pada...

Gedung Olah Raga Pandan Kembali Dihuni Para Pengungsi Korban Banjir

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) - Puluhan warga yang rumahnya terendam bajir kembali dievakuasi dan ditempatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan sebagai lokasi pengungsian sementara. Evakuasi...

Serap Aspirasi di Taput, Paltak Siburian: Reses Bukan Sekadar Formalitas, Siap Perjuangkan Sesuai Kewenangan

Taput (Neracanews) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Dapil Sumut IX (Kabupaten Taput, Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapteng, dan Sibolga), Paltak Siburian, SH.MH,...

Kunker di Polsek Natal, Kapolres Madina Sampaikan Layanan Call Center 110

Neracanews | Mandailing Natal - Kapolres Mandailing Natal (Madina), Bagus Priandy, S.IK.,M.Si menyampaikan perihal layanan Call Center Polri 110 pada saat kunjungan kerja bersama...