Orang Tua Murid, Swa Ika : Saya Kecewa Atas Statement Oknum Kepala Sekolah YPSA yang Tidak Profesional

Neracanews | Medan – Seorang wali murid mendatangi Sekolah Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah, pada Sabtu (11/12) karena merasa kecewa dan tidak puas atas perlakuan dan statement pihak pengajar dan Kepala Sekolah terhadap anaknya.

Orang tua murid yang bernama Swa Ika tersebut kecewa dengan pernyataan sikap Oknum Kepala Sekolah YPSA yang mengatakan kalau tidak mau tatap muka 3 x seminggu, silahkan tarik anak Bapak dari YPSA. Padahal sudah setuju dan hanya mempertanyakan sampai kapan bisa tatap muka setiap hari. Dan diartikan sebagai tidak mau mengikuti aturan sekolah. Pernyataan ini menyinggung dan menusuk perasaan.

Hal itu disampaikan Swa Ika kepada beberapa awak media di halaman Sekolah Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA), Sabtu (11/12) pukul 12.30 wib.

Kejadian tersebut bermula ketika dampak pandemi yang menyebabkan anak Swa Ika yang berusia 4 Tahun yang sudah terlanjur mendaftar Play group di YPSA tidak dapat masuk sekolah, ujar Swa Ika.

Seiring dengan bertambahnya usia, kami upgrade ke
kelas TK. Beberapa waktu kemudian, kegiatan belajar baru bisa diselenggarakan dengan cara daring melalui aplikasi zoom. Namun tidak semua anak seusia TK dapat memahami dan mengikuti zoom dengan tertib meskipun sudah didampingi, Lanjutnya.

Ketidak hadiran KSAD (anak Swa Ika) dalam zoom untuk waktu yang cukup lama tidak pernah dipertanyakan oleh guru atau wali kelas (lepas dari pantauan), ujar Swa Ika.

Karena tidak ada solusi dari sekolah, Swa Ika meminta bertemu dengan pihak Yayasan yang pada saat itu diwakili oleh pak Rudi Sumartono dari Bagian Humas, dan atas kesepakatan dan izin yang di berikan oleh Bapak Rudi Sumartono dari pihak Humas, akhirnya KSAD di izinkan untuk hadir setiap hari di sekolah dengan maksud mengejar ketertinggalan pelajaran saat tidak bisa ikut zoom.

Seiring berjalannya waktu, Swa Ika sebagai orang tua dari KSAD keberatan dengan tindakan wali kelas yang tidak profesional dalam menyampaikan laporan setiap ada kejadian di sekolah.

Seandainya anak saya jahil ataupun hiper aktif, namanya anak usia 4 tahun loh, masih Balita, dan mereka kan juga harusnya profesional sebagai tenaga pendidik, bukan setiap tindakan anak di adukan dengan bahasa hiperbolic tanpa disaring yang pada akhirnya menjadi bahan ghibahan orang tua murid yang lain, kan ini berdampak kepada psikologis dan mental anak saya, ujar swa ika.

Menurut Swa Ika bahwa kejadian – kejadian yang terjadi di sekolah hanyalah hal yang biasa, karena anaknya masih berumur sekitar 4 tahun

“Sedari awal saya pilih sekolah Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) karena nuansa keagamaan, karena saya ingin anak saya ini di didik akhlak ilmu, maupun karakternya secara keagamaan,” jelasnya.

Buntut dari kejadian ini saya dipanggil oleh sekolah, tetapi cara penyampaian Psikolog sekolah kepada kami lebih bersifat introgatif dan bukannya pendekatan konsultatif seolah-olah anak saya ini salah.

Swa Ika meminta kepada sekolah untuk mengembalikan dana yang sudah dibayarkan ke pihak YPSA, karena Swa Ika sudah merasa diusir, dalam hal ini bukan mereka yang menarik diri dari YPSA.

Swa Ika juga merasa terkejut, ketika menjemput anaknya dari sekolah, Swa Ika mendapat laporan dari pengasuh anaknya bahwa KSAD tidak diperbolehkan masuk kelas, dan harus menunggu di luar atau didalam ruangan tertentu. Padahal surat pengajuan pengembalian dana belum disampaikan dan dananya juga belum dikembalikan.

Swa Ika akan kembali lagi hari Senin, Tanggal 13 Desember 2021, namun kedatangannya nanti untuk memberikan surat kepada Pembina dan Ketua YPSA, karena Swa Ika yakin bahwa pernyataan dari Kepala sekolah tidak sejalan dan sepengetahuan pihak pembina maupun ketua yayasan.

Dikesempatan yang sama, pihak kepala sekolah Ade Muthia Nainggolan,S.Pd, didampingi bagian humas, Rudi Sumarto dan Wakil kepala sekolah serta lainnya memberikan penjelasan bahwa,”Kita memanggil orang tua KSAD karena anaknya melakukan pemukulan dengan teman-temannya, bukan hanya teman yang satu mungkin ada beberapa teman lain yang melakukan pembalasan tapi ini anaknya diam dan kebutuhan khusus yang tidak pernah mengganggu teman,” jelas Ade.

Kepala Sekolah, Ade Muthia Nainggolan membenarkan bahwa kalau bapak tidak bisa mengikuti peraturan kita, silakan tarik anak bapak.

Ade Muthia Nainggolan juga merasa kaget ketika orang tua yang sudah tidak mau diajak kerja sama, namun pagi – pagi sudah datang ke sekolah.

“Anaknya saya ajak konsultasi ke psikolog, saya ajak jalan-jalan ke Raz Garden,”tutup ade.(021/Tim)

SUMPAH PEMUDAspot_img
PENGADUAN POL PPspot_img
PENGADUAN DLH KOTA MEDANspot_img
CEGAH STUNTINGspot_img
NOMOR DARURAT DAMKARspot_img
SIAGA BENCANA BANJIRspot_img
CEK KESEHATAN GRATISspot_img

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Dosma Roha Sijabat Dipercaya Jadi Dewan Pengarah, Lamsiang Sitompul Kembali Pimpin HBB

‎MEDAN - Dosma Roha Sijabat, S.H., M.H., resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Dewan Pengarah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Horas Bangso Batak (HBB) periode 2026–2031....

Dugaan Keracunan Sate di Pematang Reba Ditetapkan KLB, Korban Bertambah Jadi 24 Orang

INHU – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas dugaan kasus keracunan makanan massal yang menimpa puluhan warga...

Dua Tahun Prabowo Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Jakarta - Neracanews.com -- Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode percepatan pembangunan pertanian, terutama dalam memperkuat...

SMSI Usulkan Rotasi atau Panitia Bersama agar HPN Lebih Inklusif dan Transparan

Taput (NeracaNews) - Sekretaris Jenderal Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Makali Kumar, angkat bicara menyusul terbitnya Surat Keputusan Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Nomor 98/X/DK/PWI‑P/SK‑SR/2026 tanggal 14 Oktober 2026 yang menjatuhkan sanksi...

Dinkes Sumut Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah Saat Kualitas Udara Buruk

MEDAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk. Masyarakat juga diminta menggunakan...