Kamis, Maret 12, 2026
spot_img

Penyebab Masyarakat Sibanggor Julu di Larikan ke Rumah Sakit Masih Jadi Misteri

Neracanews | Mandailing Natal – Ketidakhadiran Ketua Tim Investigasi Pemkab Madina untuk insiden di wilayah kerja PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) pada rapat lanjutan Insiden Dugaan Kebocoran gas 16 September 2022 meninggalkan ‘lubang besar’ berupa pertanyaan dasar yang tidak terjawab.

Demikian disampaikan Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Media Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam (PD GPI) Mandailing Natal (Madina) Roy Samsuri Lubis, Jumat (23/9/2022).

“Sayang sekali Ketua Tim Investigasi Pemkab Madina tidak hadir secara langsung, beliau hanya hadir lewat zoom dan sama sekali tidak aktif dalam rapat itu,” katanya ketika dihubungi di Panyabungan.

Roy menilai, kehadiran Ketua Tim Investigasi yang juga Wakil Bupati Madina Atika Azmi sangat penting untuk mengungkap penyebab sebenarnya masyarakat dilarikan ke rumah sakit.

“Perusahaan kekeh tidak ada paparan H2S itu sesuai dengan investigasi mereka, dengan alat yang mereka miliki. Jadi, masyarakat hanya bisa bersaksi mencium bau busuk, tapi tak bisa membuktikan ada atau tidak H2S,” jelasnya.

Untuk itu, terang pria yang pernah mengabdi jadi guru ini, keterangan tim investigasi akan menjadi pembanding pengakuan perusahaan.

“Hasil temuan tim itu satu-satunya harapan kita sebagai pembanding pengakuan perusahaan dan mengungkapkan fakta sebenarnya penyebab masyarakat dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya.

Putra Panyabungan Barat ini menuturkan, ketiadaan pembanding membuat perusahaan berada di atas angin sehingga para korban justru terkesan dipojokkan.

“Kita baca di media ada korban yang sampai mau beli nyawa, tapi justru terkesan dituduh berpura-pura. Ini, kan, sangat menyayat hati kita. Kita dari GPI sangat geram mendengar itu,” sebutnya.

Roy mengungkapkan, GPI Madina getol menyuarakan insiden berulang di wilayah kerja PT SMGP karena panggilan nurani dan kemanusiaan bukan menolak investasi.

“Jangan disebut pula kita ini menolak investasi. Tidak, bukan begitu, tapi kita hanya menginginkan investasi itu tidak mengganggu kenyamanan hidup masyarakat, apalagi sampai ada korban jiwa,” paparnya.

“Jangan pula kenyamanan masyarakat itu nanti disahuti dengan relokasi. Ini akan sangat mencederai nilai-nilai budaya masyarakat di sana,” lanjutnya.

GPI dalam rapat di aula Kantor Bupati Madina itu hadir dan menyampaikan 2 (dua) pertanyaan, yakni kemungkinan ada zat selain H2S yang berpotensi mengganggu kesehatan dan kemungkinan pengungkapan daftar perusahaan lokal yang berbisnis dengan PT SMGP.

“Untuk zat lain, PT SMGP mengaku terbuka menerima tim investigasi independen mencari kemungkinan itu. Untuk pertanyaan kedua, sayang sekali tidak ada jawaban,” ungkapnya.

“Kita meminta dokumen itu bukan untuk mengurusi bisnis orang lain, tapi lebih pada melihat ada tidak korelasi dengan pejabat kita. Kalau ada, kan, berarti ada undang-undang yang dilanggar. Apalagi isu yang berkembang di masyarakat ada arahnya ke sana,” tutupnya. (Hem Surbakti)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

PMI Medan dan Palang Merah Amerika Paparkan Program Ketahanan Panas kepada Pemko Medan

Medan - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Medan bersama perwakilan Palang Merah Amerika beraudiensi dengan Pemko Medan, Kamis (12/3/2026). Rombongan diterima Wakil Wali Kota...

Sumut Kembangkan Satu Data Tunggal Bencana

MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut mengembangkan satu data tunggal kebencanaan melalui portal...

Dewan Pendidikan Taput Dilantik, Diharapkan Dorong Kemajuan Pendidikan dan Pembentukan Karakter

Taput (Neracanews) - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, melantik anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Taput dalam acara yang berlangsung di SMP Negeri...

Wabup Taput Buka Forum RKPD 2027 Fokus pada Akselerasi Ekonomi dan Kualitas SDM

Taput (Neracanews) - Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) Deni Parlindungan Lumbantoruan, didampingi Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, membuka secara resmi Forum Lintas Perangkat...

NCW Terima Balasan Klarifikasi Imigrasi Soal 10 WNA, Minta Proses Hukum Dibuka Secara Transparan

Bekasi – Nasional Corruption Watch (NCW) DPD Bekasi Raya menyatakan telah menerima balasan resmi dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Tangerang terkait permohonan...