Jagung Lokal Merah Dairi Bikin Heboh Pameran, Varietas Langka yang Mulai Dilupakan

Medan – Jagung lokal Dairi mendadak jadi pusat perhatian pengunjung di ajang pameran daerah. Paviliun Kabupaten Dairi secara khusus memamerkan varietas jagung unik yang buahnya berukuran besar dan berwarna merah cerah.

Sayangnya, tanaman langka yang tumbuh di dataran tinggi Dairi ini sudah mulai jarang dikembangkan oleh masyarakat luas.

Paviliun Kabupaten Dairi menunjukkan bahwa jagung merah ini bukan tanaman biasa. Keunggulan utamanya ada pada bagian akar yang sangat kokoh serta batang yang sangat kuat dari hantaman cuaca ekstrem, sehingga tanaman ini terbukti tidak mudah patah saat dihantam angin kencang di ladang.

Karakteristik jagung lokal ini juga tergolong luar biasa. Tinggi batangnya bisa mencapai rata-rata 170 sentimeter dan susunan butiran buahnya tumbuh sangat padat serta penuh hingga memenuhi seluruh bagian sampai ke ujung tongkol jagung.

“Batangnya rata-rata sampai 170 cm tingginya dan tidak mudah patah kalau kena angin yang kencang, “kata Debora Sinaga di paviliun Kabupaten Dairi, Senin (13/07/2026).

Varietas jagung langka ini memiliki struktur buah yang sangat berbeda jauh dari jenis jagung biasa di pasaran. Uniknya lagi, para petani atau warga tidak akan bisa membeli benih jagung merah ini di toko pertanian mana pun.

“Ini unik jagungnya bang, warna kemerahan dan ini tidak diperjual belikan bibitnya di toko-toko, “katanya sembari menunjukan jagung yang dipamerkan.

Masalah produksi pengolahan yang minim menjadi alasan utama mengapa tanaman ini mulai dilupakan warga.

Ester Tarigan mengungkapkan bahwa butiran jagung merah yang bertekstur keras ini sebenarnya sangat kaya manfaat karena bisa diolah menjadi tepung berkualitas hingga pakan untuk ternak ayam, babi, dan ikan.

“Butiran yang keras ini dapat diolah menjadi tepung, pakan ternak baik itu pakan ayam, babi maupun untuk pakan ikan, “katanya.

Tambahnya, “Sebenarnya ini jagung punya banyak manfaatnya namun karena tidak ada sistem produksinya maka sudah mulai kurang pengembanganya, “ungkapnya.

Keunggulan bibit abadi menjadi kelebihan paling menguntungkan dari jagung merah ini. Petani tidak perlu membuang uang untuk membeli bibit baru, karena butiran buah dari jagung yang sudah tua bisa langsung ditanam kembali secara berulang-ulang tanpa menurunkan kualitasnya.

“Ini jagung sudah tua ini dapat ditanam lagi dan berulang ditanam juga bisa, “pungkas Ester Tarigan, S.P owner petro’s Coffee. (As)

CEK KESEHATAN GRATISspot_img

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Rico Waas Lepas Delli Yudha, Sambut Fernando Batubara: Sinergi TNI dan Pemko Medan Harus Makin Kuat

Suasana keakraban dan kehangatan mewarnai acara Pisah Sambut Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan yang digelar di Ballroom Hotel Santika Dyandra Medan, Senin (14/9/2026). Wali Kota...

Ini Daftar 43 Pelajar SMKN 1 Merdeka yang Keracunan MBG

Karo - Keracunan MBG kembali menelan korban di Kabupaten Karo akibat kelalaian tata kelola program pemerintah. Sebanyak 43 pelajar SMK Negeri 1 Merdeka Kabupaten...

RDP dengan Komisi II DPR RI, Wagub Surya Paparkan Strategi Optimalisasi Aset dan BUMD untuk Dongkrak PAD Sumut

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat penataan, pengamanan, dan optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD) serta aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)...

Pemko Medan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 7,16 T, Rico Waas Fokus Optimalkan 17 Program Prioritas

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan Tahun Anggaran...

Bupati Asahan Terima Audiensi GMKI Cabang Asahan

KISARAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima audiensi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Asahan di Aula Bapperida Kabupaten Asahan, Senin...