Bupati Tapteng Pimpin Peletakan Batu Pertama Huntap di Kecamatan Badiri

Tapanuli Tengah Badiri (Neracanews) – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu kembali pimpin peletakab batu pertama bagi korban banjir badang di kecamatan Badri, Rabu (03/06/26).

Groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Terpadu bagi masyarakat korban bencana alam, tepatnya dilaksanakan di Desa Lubuk Appolu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Kegiatan Acara Groundbreaking sebanyak 36 unit diawali dengan ibadah pemberkatan yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga.

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Caritas Indonesia dan Keuskupan Sibolga yang telah menginisiasi program kemanusiaan ini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, kami mengucapkan terima kasih kepada Caritas Indonesia, Keuskupan Sibolga, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi sejak proses penyiapan lahan hingga mulainya pembangunan hunian tetap ini,” ujar Masinton.

Masinton menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan fondasi keimanan dan wujud nyata kepedulian antarsesama. Sebagai bentuk komitmen gotong royong, Pemkab Tapteng memastikan akan mengawal seluruh proses legalitas lahan serta memfasilitasi kebutuhan infrastruktur pendukung.

“Pemerintah akan menyiapkan legalitas lahan dan pemenuhan fasilitas Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), termasuk jaringan listrik dan air bersih. Caritas Indonesia tidak hanya membangun Huntap di Desa Lubuk Ampolu, tetapi juga di wilayah Pasaribu Tobing dan Tukka, selain bantuan air bersih yang sudah disalurkan sebelumnya. Semoga pembangunan ini cepat selesai agar para penerima manfaat bisa segera menempatinya,” ungkapnya.

Sementara itu Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, dalam pemberkatannya mendoakan agar seluruh proses pembangunan berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

“Semoga Tuhan memberkati pekerjaan pembangunan rumah hunian tetap bagi saudara-saudari kita yang terkena dampak musibah bencana alam pada 25 November 2025 lalu. Apa yang kita harapkan dan cita-citakan bersama dapat berjalan dengan lancar,” ungkap Mgr. Fransiskus.

Sementara itu, Direktur Program EA 23/2025 Sibolga, Pastor Walter Manurung, menjelaskan bahwa program ini merupakan bukti nyata bahwa gereja dan pemerintah terus bergerak mendampingi korban banjir dan longsor di Tapanuli Tengah.

“Pembangunan 36 unit hunian tetap di lokasi ini adalah bukti koordinasi yang solid antara Keuskupan Sibolga dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Kita terus menjunjung tinggi semangat kemanusiaan demi melayani masyarakat yang membutuhkan,” Tutur Pastor Walter.

Rasa haru dan syukur disampaikan oleh Adrianus Laoly, salah seorang perwakilan warga penerima manfaat asal Pagaran Honas dan Lubuk Ampolu. Ia menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Caritas Indonesia, Keuskupan Sibolga, dan jajaran Pemkab Tapteng.

“Ini adalah kerinduan besar kami. Terima kasih atas rumah yang diberikan dan terima kasih kepada Pemerintah yang terus mendampingi kami sejak masa-masa sulit pasca-bencana. Setelah kami menempati rumah ini nantinya, kami tetap mengharapkan bimbingan dan pendampingan dari Pemerintah agar kehidupan ekonomi dan sosial kami bisa kembali membaik,” tutur Adrianus.

Kegiatan peletakan batu pertama ini menandai dimulainya babak baru pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor demi kesejahteraan masyarakat. (Rimember)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Sengketa Lahan Padang Halaban dan PT SMART Berakhir, Tuntas pada Era Kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution

MEDAN – Sengketa lahan antara Kelompok Tani Padang Halaban dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk di Desa Panigoran, Kecamatan Aek...

Diduga Terjadi Sengketa Tanah, Warga Keberatan Pembongkaran yang Dilakukan Pemerintah Kecamatan Gido

Nias | Neracanews.com - Permasalahan bermula dari rencana Pemerintah Desa Hiliweto Gido untuk melakukan perbaikan jalan yang berada di atas bidang tanah yang diklaim...

PMI Tapteng Bersama Hongkong Red Cross Serahkan 110 Paket Peralatan Belajar Bagi Siswa Terdampak Bencana di SMKN 1 Badiri

Tapanuli Tengah (Neracanews) - Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi bersama perwakilan dari Hongkong Red Cross (Palang Merah Hongkong) dan PMI Sumatera Utara serahkan...

Camat Natal Bersama Forkopimcam, TNI-Polri, ASN dan Warga Bersih-bersih Pajak Ikan Natal

Neracanews | Mandailing Natal – Camat Natal, Forkopimcam, TNI-Polri, ASN, dan masyarakat Kelurahan Pasar I serta Pasar II Natal bahu-membahu melaksanakan kegiatan pembersihan Pajak...

SPMB SMA N 1 Matauli Pandan Diikuti 142 Siswa

Tapanuli Tengah (Neracanews) - Penerimaan murid baru malaui jalur Afirmasi, SMA N 1 Matauli Pandan, ajaran 2026-2027 yang di gelar pada Kamis, (04/06/26) dikuti...