Protes Gaji Honorer KUPT Samsat Tapteng Dipotong, Zuhriansyah Berujung Pemecatan

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) – Zuhriansyah Efendi Pasaribu, mantan honorer Samsat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengaku menjadi korban pemecatan pada Januari 2026 secara sepihak, setelah mengutarakan keberatannya usai gajinya dipotong sebesar Rp. 800 ribu pada 24 Februari 2026 lalu.

Dia mengeluhkan nasibnya selama bekerja di Samsat Tapteng, upahnya dipotong secara sepihak oleh oknum honorer Samsat lainnya inisial SP dengan alasan sudah bersepakat dengan Jufrizal untuk ke Badan Provinsi, perkataan itu membuat Zupriansyah bingung.

Diungkapkan Zupriansyah, awalnya sebelum terjadi pemotongan, oknum berinisial PT saat itu menjabat sebagai KTU meminta agar dirinya mentransfer uang sebesar Rp 800 ribu ke nomor rekening pribadi PT, Juni 2025 lalu.

“Katanya (PT red) tinggal saya yang belum bayar. Saya sempat minta maaf namun tetap terjadi pemotongan gaji saya pada Februari lalu,” Ungkapnya.

Dikonfirmasi ke Kepala Unit Pelaksana Teknis Samsat Tapteng Posma Tumanggor menyebutkan bahwa pemecatan Zuhriansyah dilakukan atas pertimbangan kualitas kinerja Zuhri.

“Karena absen ikut bergotong-royong membersihkan gerai Samsat di Sorkam pascabencana November 2025 lalu,” ucap Posma ke wartawan, Kamis (06/03/26) di ruang kerjanya.

Disinggung soal pemotongan gaji Zuhri yang diduga melibatkan dirinya sewaktu menjadi Kepala Tata Usaha (KTU) Samsat Tapteng. Posma menjawab dirinya hanya menjalankan perintah Kepala Samsat Tapteng sebelumnya Jufrisal yang sekarang menjabat KUPT Tebing Tinggi dan dirinya tak tahu peruntukannya kemana.

“Kebetulan waktu itu pak Jufrisal KUPT saya, saya (Posma red) KTU nya. KTU lah yang berurusan dengan dia. Silahkan konfirmasi pak Jufrisal lah,” Ucap KUPT Posma Tumanggor.

Posma mengungkapkan, bahwa pemotongan gaji Zupriansyah untuk mengganti uangnya yang telah dikeluarkan untuk mendahulukan yang diduga ke KUPT Jufrisal.

“Itu sama pak Jufrisal urusannya, jadi saya karena mendahulukan, agak telat Zuhri ini sekaligus menasehati. Pak Jufrisal mengganti uang saya nya itu,” Tuturnya.

Informasi yang dihimpun wartawan, adapun jumlah honorer Samsat Tapteng meliputi bagian keamanan 14 orang, gerai 9 orang, kebersihan 2 orang. (Rimember)

CEK KESEHATAN GRATISspot_img

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Rico Waas Lepas Delli Yudha, Sambut Fernando Batubara: Sinergi TNI dan Pemko Medan Harus Makin Kuat

Suasana keakraban dan kehangatan mewarnai acara Pisah Sambut Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan yang digelar di Ballroom Hotel Santika Dyandra Medan, Senin (14/9/2026). Wali Kota...

Ini Daftar 43 Pelajar SMKN 1 Merdeka yang Keracunan MBG

Karo - Keracunan MBG kembali menelan korban di Kabupaten Karo akibat kelalaian tata kelola program pemerintah. Sebanyak 43 pelajar SMK Negeri 1 Merdeka Kabupaten...

RDP dengan Komisi II DPR RI, Wagub Surya Paparkan Strategi Optimalisasi Aset dan BUMD untuk Dongkrak PAD Sumut

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat penataan, pengamanan, dan optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD) serta aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)...

Pemko Medan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 7,16 T, Rico Waas Fokus Optimalkan 17 Program Prioritas

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan Tahun Anggaran...

Bupati Asahan Terima Audiensi GMKI Cabang Asahan

KISARAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima audiensi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Asahan di Aula Bapperida Kabupaten Asahan, Senin...