Leasing TAF Tahan BPKB Konsumen dan Minta Biaya Kerugian Perusahaan Hingga Puluhan Juta

Medan – Leasing Toyota Astra Finance (TAF) yang berada dijalan Iskandar Muda Medan tahan BPKB konsumen dan minta uang kerugian pelelangan Rp.19 juta Disiyalir diduga melakukan percobaan pemerasan dan penipuan dilakukan oleh pihak lembaga pembiayaan resmi Toyota Astra Finance, (TAF) terhadap seorang konsumen yang bernama Soraya (39) warga Sei Mencirim Kecamatan Sunggal selaku peng-kredit kendaraan Mobil merek Avanza BK 1939 UU.

Kronologis kejadian ini bermula dari upaya leasing TAF melalui Colector yang bernama Dedi terlebih dahulu meminta biaya kerugian pelelangan mobil Agya BK 1576 VV.

Diketahui sebelumnya, Konsumen bernama Soraya melakukan pelunasan mobil Avanza BK 1939 UU ke Leasing TAF Finance.

Setelah melakukan pelunasan, pihak perusahan TAF belum bisa memberikan BPKB tersebut lantaran konsumen tersebut ada permasalahan di mobil Agya yang pernah di take over oleh Konsumen Soraya.

Menurut Soraya, ia memang pernah melakukan take over mobil Agya dari nama Dede Safrizal ke dirinya di TAF atas permintaan mantan suaminya dengan kesepakatan hanya pakai nama dia.

Hal ini dipertegas oleh Josef kerabat dari Soraya yang mendampinginya dalam mencari kebenaran dari pihak TAF, dimana dijelaskan bahwa sudah selama 16 bulan cicilan yang sudah dibayarkan oleh Dede Safrizal dan selanjutnya, memasuki cicilan yang ke 17, Soraya membantu suaminya membayar cicilan sampai ke 19, namun selanjutnya karena sesuatu hal Soraya tidak membayar angsuran selanjutnya dikarenakan tidak mampu lagi, dan akhirnya dari pihak leasing TAF dia diberitahukan bahwa mobil tersebut telah dilakukan pelelangan dan pihak leasing TAF merasa rugi.

Disitulah Konsumen tersendat tidak bisa mengambil BPKB mobil Avanza, pasalnya harus menyelesaikan pelunasan kedua mobil di TAF Finance dan pihak leasing TAF Finance merasa rugi dalam pelelangan dan nasabah harus membayar kerugian perusahaan sebesar Rp 19 juta yang sebelumnya dimintai Rp 38 juta rupiah.

“Darimana duit saya untuk membayar kerugian perusahaan, setau saya mobil Agya tersebut telah diambil pihak leasing dan sudah dilakukan pelelangan, kenapa saya harus di bebankan lagi kerugian perusahaan,” ujar Soraya kepada wartawan, Kamis (07/04).

Josef berkomentar, dia mencurigai adanyaa dugaan manipulasi data oleh pihak TAF, karena sebelumnya pihaknya telah mengecek melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nama Soraya tersebut tidak ada creditnya atas unit Agya yang dibebankan TAF kepadanya.

Masih katanya, ia akan membawak kasus ini ke ranah hukum, sebab perusahaan leasing tidak berhak menahan BPKB saya, saya sudah melunasi cicilan selama 5 tahun di leasing TAF Finance, kenapa dipersulit, kalau masalah mobil Agya kan sudah mereka ambil dan juga dilelang, kenapa saya harus membayar kerugian mereka, dan lagipula kok bisa timbul nama saya di leasing padahal di OJK tidak ada berdasarkan keterangan kerabat saya Josef.

“Saya hanya seorang penjual kue, darimana saya dapat duit sebanyak itu,” cetusnya dengan sedih.

Sementara itu, Dedi selaku Colector Toyota Astra Finance (TAF) enggan ketika dikonfirmasi wartawan, melalui security ia mengatakan, maaf bang penjelasan sama seperti yang tadi kami jumpa sama pihak konsumen,” ucap salah seorang security TAF tersebut.

Penulis : S.Turnip/Josef

CEK KESEHATAN GRATISspot_img

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Rico Waas Lepas Delli Yudha, Sambut Fernando Batubara: Sinergi TNI dan Pemko Medan Harus Makin Kuat

Suasana keakraban dan kehangatan mewarnai acara Pisah Sambut Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan yang digelar di Ballroom Hotel Santika Dyandra Medan, Senin (14/9/2026). Wali Kota...

Ini Daftar 43 Pelajar SMKN 1 Merdeka yang Keracunan MBG

Karo - Keracunan MBG kembali menelan korban di Kabupaten Karo akibat kelalaian tata kelola program pemerintah. Sebanyak 43 pelajar SMK Negeri 1 Merdeka Kabupaten...

RDP dengan Komisi II DPR RI, Wagub Surya Paparkan Strategi Optimalisasi Aset dan BUMD untuk Dongkrak PAD Sumut

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat penataan, pengamanan, dan optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD) serta aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)...

Pemko Medan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 7,16 T, Rico Waas Fokus Optimalkan 17 Program Prioritas

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan Tahun Anggaran...

Bupati Asahan Terima Audiensi GMKI Cabang Asahan

KISARAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima audiensi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Asahan di Aula Bapperida Kabupaten Asahan, Senin...