Kamis, Maret 12, 2026
spot_img

Data BNBA Kerusakan Rumah Bencana Hidromet Tapanuli Utara 2025 Difinalkan 486 Unit Rumah Diverifikasi

Taput (Neracanews) – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah menyelesaikan proses verifikasi dan validasi serta menentukan data akhir ‘By Name By Address’ (BNBA) untuk rumah terdampak bencana hidrometeorologi tahun 2025. Data tersebut disahkan dalam rapat koordinasi penetapan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Tahun 2026 yang dipimpin langsung Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si.

Rapat yang berlangsung di Aula Martua Kantor Bupati Tarutung pada Kamis (29/1/2026) dihadiri Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo, Sekretaris Daerah Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si, pimpinan perangkat daerah, camat, kepala desa wilayah terdampak, serta unsur Forkopimda termasuk Kapolres AKBP Ernis Sitinjak, Kasdim Mayor Arh A.S. Butarbutar, dan Kasubsi Pertimbangan Kajari Candra Habeahan.

Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menangani pascabencana. “Kita telah menunjukkan kecepatan dalam menanggapi data pertambahan dana tunggu hunian, dan hal ini harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Salah satu prioritas utama adalah pemindahan 7 kepala keluarga yang masih tinggal di pengungsian gereja dan tenda di Desa Sibalanga ke hunian sementara (huntara). “Target kita, minggu depan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di pengungsian karena huntara akan mulai dibuka,” jelas Bupati.

Selain itu, Bupati mengingatkan bahwa bantuan pemerintah bersifat stimulasi dan bukan pengganti total kerugian. Ia juga mengajak masyarakat untuk melakukan gotong-royong pembersihan puing-puing, serta mendorong pembuatan data lokasi rawan bencana yang belum rusak namun berpotensi.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) menyampaikan bahwa data awal sebanyak 957 unit (termasuk lahan pertanian) telah melalui verifikasi selama 1 minggu dan uji publik selama 3 hari di 56 desa. Proses ini menemukan adanya data ganda, yang kemudian diperbaiki melalui pencocokan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Hasil akhir menunjukkan rumah rusak berat sebanyak 258 unit, rusak sedang 39 unit, dan rusak ringan 189 unit, dengan total 486 unit rumah terdampak,” jelasnya.

Rapat ditutup dengan penandatanganan data BNBA oleh Bupati bersama unsur Forkopimda sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan percepatan penyaluran bantuan pascabencana. (Henry)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

PMI Medan dan Palang Merah Amerika Paparkan Program Ketahanan Panas kepada Pemko Medan

Medan - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Medan bersama perwakilan Palang Merah Amerika beraudiensi dengan Pemko Medan, Kamis (12/3/2026). Rombongan diterima Wakil Wali Kota...

Sumut Kembangkan Satu Data Tunggal Bencana

MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut mengembangkan satu data tunggal kebencanaan melalui portal...

Dewan Pendidikan Taput Dilantik, Diharapkan Dorong Kemajuan Pendidikan dan Pembentukan Karakter

Taput (Neracanews) - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, melantik anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Taput dalam acara yang berlangsung di SMP Negeri...

Wabup Taput Buka Forum RKPD 2027 Fokus pada Akselerasi Ekonomi dan Kualitas SDM

Taput (Neracanews) - Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) Deni Parlindungan Lumbantoruan, didampingi Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, membuka secara resmi Forum Lintas Perangkat...

NCW Terima Balasan Klarifikasi Imigrasi Soal 10 WNA, Minta Proses Hukum Dibuka Secara Transparan

Bekasi – Nasional Corruption Watch (NCW) DPD Bekasi Raya menyatakan telah menerima balasan resmi dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Tangerang terkait permohonan...