Fraksi PDIP Taput: Presiden Harus Tetapkan Bencana Sumatra sebagai Nasional – 867 Tewas, 800 Ribu Pengungsi, dan BBM Kritis

Taput | (Neracanews) – Presiden Prabowo Subianto didesak segera menetapkan status bencana nasional atas banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November lalu.

Desakan tersebut disampaikan oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sabungan Parapat, dalam keterangan pers kepada wartawan pada Sabtu (6/12/2025).

“Berdasarkan jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan fasilitas umum, luas wilayah terdampak, dan dampak sosial ekonomi yang parah, kami meminta Presiden menetapkan peristiwa ini sebagai bencana nasional,” ujar Sabungan.

Ia yang juga menjabat Ketua Panitia Khusus DPRD Taput (yang pernah merekomendasikan pencabutan izin PT TPL dan pengembalian fungsi hutan) menekankan bahwa indikator penetapan bencana nasional menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 telah terpenuhi.

Berdasarkan data BNPB per 5 Desember 2025, bencana tersebut telah menelan korban jiwa sebanyak 867 orang, 521 orang hilang, sekitar 4.200 orang luka-luka, dan lebih dari 800 ribu warga terpaksa mengungsi.

“Selain korban jiwa, kerugian materiil juga luar biasa besar. Tercatat sekitar 121 ribu rumah rusak, ribuan hektare lahan pertanian hancur (gagal panen), dan banyak harta benda masyarakat terendam,” tambahnya.

Fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, gedung perkantoran, dan tempat ibadah juga rusak parah — membuat pemerintah daerah kewalahan untuk memperbaikinya dengan cepat. Kerusakan jalan dan jembatan juga menghambat distribusi bahan pokok antarwilayah.

Situasi menjadi lebih parah dengan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) pascabencana. Banyak warga harus mengantre berjam-jam bahkan menginap di SPBU hanya untuk mendapatkan BBM. “Ini dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru dan memperburuk ekonomi jika tidak segera ditangani pusat,” tegas Sabungan.

Ia mengakui bahwa pemerintah daerah, provinsi, dan pusat sedang bergotong royong — seperti membuka akses jalan yang tertimbun longsor dan menyalurkan sembako. Namun, dengan keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi pusat, Sabungan pesimistis daerah mampu menangani rehabilitasi secara maksimal.

“Oleh karena itu, kami berharap pusat segera menetapkan bencana ini sebagai nasional dan bertindak cepat serta komprehensif,” pungkasnya. (Henry)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Dari Setetes Darah hingga Setitik Harapan, Remaja Gampong Ulee Pulo Belajar Menjaga Masa Depan

ACEH UTARA – Raut wajah tegang sesekali terlihat ketika satu per satu remaja mengulurkan lengannya kepada petugas kesehatan. Jarum suntik yang digunakan untuk mengambil...

Bupati Toba Lantik 39 Pejabat: Junjung Tinggi Integritas Inovasi dan Pelayanan Prima

TOBA (Neracanews) - Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, resmi melantik dan mengambil sumpah/janji 39 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba, pada Kamis (6/8/2026)...

Kerugian Negara Rp1,8 M Kasus BPR Indra Arta Kembali ke Kas, Wabup: Ayo Menabung Lagi

INHU – Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu menyerahkan uang pengembalian kerugian keuangan negara senilai Rp1.861.378.700 dalam perkara tindak pidana korupsi di BPR Indra Arta. Penyerahan...

Bertentangan Hasil Rapat, Polres Toba Tetap Amankan Penembokan Tanah di Laguboti Menuai Sorotan

TOBA (Neracanews) — Langkah pengamanan kegiatan penembokan lahan di Kelurahan Pasar Laguboti oleh Polres Toba pada Rabu (5/8/2026) justru menuai sorotan dan pertanyaan publik....

Contoh Nyata Kemandirian Desa: Bupati Taput Apresiasi Keberhasilan BUMDes Sisordak

Taput (Neracanews) - BUMDes Terpadu Sisordak membuktikan potensinya dengan proyeksi hasil panen perdana tomat yang diprediksi mencapai kurang lebih 40 ton. Keberhasilan ini, di...