Wakil Bupati Karo dampingi Perwakilan Kementerian Pertanian Tinjau Dampak Banjir di Paya lah-lah. BWS II : “Ini Kondisi mendesak, Program penanganan akan segera kami usulkan ke pusat”

Karo – Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, S.P mendampingi Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait meninjau langsung lokasi banjir yang berdampak pada area pertanian di Paya Lah-Lah, Kabupaten Karo, Sabtu (12/04/2025).

Dalam kunjungannya, Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Abdul Roni Angkat, STP., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan respons atas antusiasme masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor guna menyelesaikan masalah banjir yang kerap terjadi akibat pertemuan dua aliran sungai di wilayah tersebut.

“Kami melihat langsung kondisi di lapangan. Ada indikasi penyempitan sungai, sedimentasi, atau kemungkinan faktor lain yang menyebabkan banjir. Semua unsur hadir hari ini, mulai dari Balai Wilayah Sungai (BWS), pemerintah daerah, TNI, POLRI, hingga DPRD. Harapannya, petani bisa mulai menanam kembali pada bulan Juni,” ujar Dr. Roni.

Ia menjelaskan, dampak banjir ini memengaruhi sekitar 1.500 hingga 3.000 hektare lahan pertanian. Jika dikonversi ke produksi, dengan asumsi misal rata-rata 5 ton per hektare, potensi kehilangan hasil panen mencapai 15.000 ton beras.

“Saya sangat mengapresiasi semangat pemerintah Kabupaten Karo, baik Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh perangkat daerah yang terus berupaya mencari solusi. Kita harus bersatu dalam satu komando untuk pertanian,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, S.P., dalam kesempatan yang sama menyampaikan harapannya agar penanganan banjir dapat segera tuntas.
“Kita berharap pekerjaan ini bisa selesai secepatnya, sehingga masyarakat bisa kembali menanam di bulan Juni. Banjir ini sangat merugikan. Mari kita bersatu untuk mewujudkan visi Karo Sejahtera melalui sektor pertanian,” ujar wakil bupati.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera II, Agus Safari menyebutkan bahwa pihaknya telah meninjau langsung lokasi terdampak. Hasil sementara menunjukkan adanya sedimentasi dan penyempitan alur sungai serta saluran irigasi.

“Kami sepakat ini adalah kondisi mendesak. Program penanganan akan segera kami usulkan ke pusat, agar saat musim hujan datang, air dapat mengalir lancar dan tidak menggenangi sawah. Untuk jangka panjang, akan dilakukan penataan sungai dan saluran air,” jelas perwakilan BWS.

Anggota DPRD Kabupaten Karo, M. Rapi Ginting, juga berharap ada perhatian serius dari pemerintah pusat dan provinsi.
“Kami mohon dukungan agar petani di daerah Paya Lah-Lah tidak lagi mengalami kebanjiran saat bertani. Kami ingin kondisi bertani yang lebih baik ke depan,” tutupnya.
(As)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Barak Diduga Tempat Konsumsi Sabu Yang Viral di Medsos Digerebek, Satresnarkoba Polres Karo Bakar Lokasi

Berastagi - Berawal dari informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan keberadaan barak narkoba di wilayah Berastagi, Satuan Reserse Narkoba Polres Karo bergerak...

Tiorita Surbakti Resmi Terima SK Plt Bupati Langkat, Gubernur Bobby Nasution Tekankan ASN Harus Layani Masyarakat

MEDAN – Wakil Bupati Langkat Tiorita Surbakti resmi menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat. SK tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur...

Tim Opsnal Polres Tapteng Tindak Pengedar Sabu di Dua Tempat Berbeda

Tapanuli Tengah Sarudik (Neracanews) - Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) berhasil meringkus dua pria yang diduga kuat sebagai...

Batalyon Parako 463 Pasgat Sukses Menggelar Liga Topskor Zona Medan dan Zona Simalungun Season 2026

Medan - Komandan Batalyon Parako 463 Pasgat, Letkol Pas Jhon Herriansyah Siregar, sukses menggelar Liga TopSkor Zona Medan dan Zona Simalungun Season 2026 yang...

Polsek Simpang Empat Mediasi Tawuran Pelajar, Dua Desa Sepakat Berdamai

Karo – Upaya penyelesaian secara persuasif dilakukan Polsek Simpang Empat terhadap kasus tawuran yang melibatkan remaja dan pelajar dari Desa Lingga dan Desa Nangbelawan,...