Sumut Terima Pengembalian TKD Terbesar, Tito Karnavian Ungkap Alasannya

JAKARTA – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menerima pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) terbesar dibandingkan dua provinsi lain yang terdampak bencana banjir dan longsor pada 2025. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari keputusan pengembalian TKD 2026 bagi daerah terdampak bencana.

Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Tito Karnavian menjelaskan, besaran pengembalian dana disesuaikan dengan jumlah pemotongan TKD yang sebelumnya diberlakukan pada masing-masing daerah.

Saat kebijakan penyesuaian TKD 2026 diterapkan, Sumut mengalami pemotongan anggaran sebesar Rp6 triliun. Sementara itu, Aceh dipotong Rp1,6 triliun dan Sumatera Barat Rp2,6 triliun.

“Anggaran yang dipotong dikembalikan lagi. Sumut yang paling besar dipotongnya pada saat itu, makanya saat pengembalian Sumut yang paling besar,” kata Tito Karnavian usai rapat bersama kepala daerah terdampak bencana di Jakarta, Senin (25/5/2026), yang dihadiri Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution.

Meski menerima pengembalian TKD terbesar, Sumut juga tercatat sebagai provinsi dengan hibah terbesar untuk daerah terdampak banjir dan longsor. Total dana hibah yang disalurkan mencapai Rp260 miliar kepada pemerintah daerah yang masih mengalami keterbatasan anggaran.

“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi Sumut yang menghibahkan Rp260 miliar ke pemda yang daerahnya sangat terdampak. Sumbar Rp24 miliar, total masih ada 11 kabupaten yang masih perlu atensi khusus,” ujar Tito.

Selain itu, Tito menyampaikan sebanyak 3.084 sekolah akan segera direhabilitasi dari total 4.992 sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana. Sisanya akan ditangani pada tahap berikutnya.

“3.084 itu sudah ada Perjanjian Kerja Samanya dengan Kemdikdasmen. Sisanya yang sekitar 1.000 bukan didiamkan, tetapi akan ada PKS berikutnya,” katanya.

Terkait pembangunan hunian tetap (huntap), Tito menjelaskan BNPB telah mulai mengerjakan huntap yang berdiri di atas lahan milik masyarakat sendiri. Sedangkan pembangunan huntap komunal di sejumlah daerah masih terkendala proses penyediaan lahan.

“Sementara untuk huntap, kalau yang di tanahnya sendiri sudah dikerjakan BNPB. Yang komunal, ada beberapa daerah yang lahannya masih perlu proses lagi karena harus jauh dari daerah bencana. Kementerian ATR/BPN dan Lingkungan Hidup juga harus menyiapkan lahannya,” terang Tito Karnavian.

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno beserta jajaran kementerian terkait. (As)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Bupati Karo Hadiri Pentahbisan Gedung Gereja Pentakosta Tabernakel “Kristus Gembala”

Kabanjahe — Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes., menghadiri acara Pentahbisan Gedung Gereja Pentakosta Tabernakel (GPT) “Kristus Gembala” di...

Usung Filosofi “Medan Tangguh”, Logo Hut Kota Medan Karya Orisinil Desainer Lokal Siap Menghiasi Gelaran AFF dan APEKSI

Kompetisi desain logo Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Medan ke-436 resmi berakhir. Dalam acara pengumuman pemenang, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas...

Pemkab Inhu Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Adaptif dan Program Seragam Gratis

INHU – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan generasi muda. Hal tersebut disampaikan Bupati Inhu Ade Agus...

Pemkab Asahan Gelar Rakorpem Mei 2026 Bahas Sinkronisasi Program Pemerintah

ASAHAN — Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) bulan Mei 2026 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (25/05/2026). Kegiatan tersebut dihadiri...

Forwakum Asahan–Tanjung Balai Audiensi dengan Bupati Asahan, Perkuat Sinergi dan Profesionalitas Wartawan

ASAHAN — Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Asahan–Tanjung Balai melaksanakan audiensi dengan Bupati Asahan di Ruang Kerja Bupati Asahan, Senin (25/05/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan...