Resah Diteror Preman dan Aktivitas Galian C Ilegal, Ratusan Masyarakat Beguldah Demo Ke Poldasu

Medan – Ratusan masyarakat yang tergabung dari kampung Beguldah, Tanjung Mangusta dan Namo Tebis, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai demo di Markas Polda Sumatera Utara, Kamis (27/10/2022).

Masyarakat mengaku takut dengan aksi premanisme yang selalu menghantui mereka. Selain itu, ratusan hektare lahan mereka dikorek dan dihancurkan oleh diduga mafia tanah yang berada di sana. Bahkan aktivitas galian C diduga Ilegal juga bebas beraktivitas.

Suryani Hanum, salah satu warga memohon agar Kapolda Sumatera Utara menindaklanjuti aspirasi mereka yang ketakutan, karena adanya aksi preman yang melakukan intimidasi.

“Bapak lah pelindung kami dari kejahatan dan premanisme. Kami meminta kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara segera melindungi kami,” tutur Suryani Hanum.

Mereka juga mengaku tersiksa dan takut jika berada di rumah. Polisi sebagai pelayan pengayom pelindung diminta untuk turun tangan.

“Tolong kami, terima aspirasi kami. Kami tidak tenang tinggal di rumah. Rumah kami dilempar batu dan ditembak,” ungkapnya.

Ratusan masyarakat ini didampingi oleh Partai Buruh Provinsi Sumatera Utara untuk menyampaikan aspirasi ke Mapolda Sumatera Utara. Mereka meminta agar polisi tegas dan menangkap pelakunya.

Ketua Partai Buruh Provinsi Sumatera Utara, Willy Agus Utomo menegaskan, mereka akan mengawal kasus tersebut.

“Ada banyak kasus atau laporan ditangani oleh Polres Binjai, tapi sepertinya tidak ada tindak lanjutnya,” ucapnya.

Selanjutnya, Willy juga mengaku, masyarakat ada yang dianiaya, diancam dan ditembak dengan senjata angin. Tapi, belum ada satu orang pelaku yang ditangkap.

“Jadi, tadi kami perwakilan dari masyarakat dan Partai Buruh Provinsi Sumatera Utara sudah diterima oleh pihak Kepala Bagian Wassidik Direktorat Reserse Kriminal Umum. Bapak kepolisian mengaku akan menindaklanjuti segala laporan dari masyarakat,” ungkapnya.

Mengenai adanya praktek galian C diduga Ilegal. Willya menegaskan, pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) sudah turun tangan melakukan penyelidikan.

“Masyarakat disana sudah resah dengan aktivitas galian C diduga Ilegal. Merusak tanaman milik warga di sana,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi ketika dikonfirmasi mengaku, akan menindaklanjuti segala laporan dari masyarakat.

“Segala laporan atau informasi dari masyarakat, pastinya akan ditindaklanjuti. Mengenai aktivitas galian C diduga Ilegal, pasti akan ditindaklanjuti oleh polres terkait,” terangnya. (Surya Turnip)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Sinergitas TNI-Polri, Kapolsek Natal Kunjungi Posal Natal Ucapkan Selamat HUT TNI AL ke-81

Neracanews | Mandailing Natal - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Angkatan Laut ke-81, Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priandy, S.I.K., M.Si...

Karo Ops dan Dansat Brimob Turun Langsung Pimpin Pemadaman Karhutla di Inhu

INHU — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 20 hektar melanda wilayah Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Menanggapi...

Panitia Peresmian Kegiatan Akademik STAI Syekh Abdul Fattah Natal Resmi Dibubarkan

Neracanews | Mandailing Natal - Pengurus Yayasan Pendidikan Pantai Barat Madina (YP2BM) selaku Panitia Pelaksana Peresmian Dimulainya Kegiatan Akademik (Perkuliahan) Sekolah Tinggi Agama Islam...

DPRD Medan Rekomendasi Pembongkaran Bangunan Milik Oknum Anggota DPRD Sumut “Penguasa Adu Deking”

Medan - Komisi IV DPRD Medan yang membidangi infrastruktur, pembangunan, dan lingkungan hidup merekomendasikan pembongkaran bangunan milik oknum anggota DPRD Sumut Pintor Sitorus, Rabu...

Penipuan Hasil Panen di Karo, Warga Linggajulu Rugi Rp55 Juta

KABANJAHE — Warga Desa Linggajulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Efrison Bangun (32 tahun), resmi melaporkan kasus penipuan dan penggelapan uang ke Polres Tanah...