TAPUT (Neracanews) – Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perhubungan (PUTR-Hub) Kabupaten Tapanuli Utara diminta untuk turun langsung ke lapangan guna memantau dan mengawasi mutu pelaksanaan pekerjaan rekonstruksi jalan menuju Kompleks HKBP Pearaja, Tarutung, yang saat ini sedang berlangsung.
Pantauan tim media di lokasi, Rabu (7/10/2026) siang, proyek pengaspalan dengan menggunakan lapisan hotmix sepanjang 253 meter sedang berjalan. Pekerjaan senilai Rp 389.100.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Anggaran 2026 ini dilaksanakan oleh kontraktor CV. Clara Prima Mandiri.
Sebagian ruas jalan, dimulai dari arah Jalan Pandapotan Lumbantobing, Desa Aek Siassimun, Kecamatan Tarutung, telah selesai dilapisi campuran aspal panas. Sementara di bagian tengah dan ujung jalan, sejumlah kendaraan dump truck terlihat bersiap menurunkan muatan material aspal untuk proses penghamparan berikutnya.
Pada tahap persiapan permukaan jalan sebelum penghamparan lapisan aus, tim media mengamati penggunaan cairan aspal emulsi (prime coat/tack coat) berfungsi sebagai lapisan perekat antara lapisan pondasi dan lapisan aspal. Namun, penyemprotan cairan aspal emulsi tersebut terlihat sangat tipis dan tidak merata, sehingga tidak seluruh permukaan lapisan pondasi agregat (base A) tertutup dengan baik.
Secara teknis, lapisan perekat yang tidak memadai berisiko menyebabkan ikatan antar lapisan aspal tidak sempurna, yang pada akhirnya dapat memperpendek usia layak jalan dan memicu kerusakan dini seperti gelombang, retak, atau pengelupasan permukaan.
Hal lain yang juga disoroti adalah tidak ditemukannya petugas pengawas mutu dari Dinas PUTR-Hub selaku pemilik pekerjaan di lokasi pada saat pekerjaan berlangsung. Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas PUTR-Hub Tapanuli Utara, Dalan Simanjuntak, belum dapat memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Sebelumnya, pada Selasa (6/10/2026) petang, Dalan Simanjuntak mengonfirmasi bahwa paket pekerjaan tersebut akan segera dilaksanakan. “Pekerjaan akan segera dihotmix,” ujarnya saat itu.
Warga dan pengguna jalan berharap Dinas PUTR-Hub segera menempatkan petugas pengawas di lokasi untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku, sehingga anggaran yang telah dialokasikan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan tahan lama. (Henry)








