Jumat, Januari 2, 2026
spot_img

Ketua Muay Thai Jatim Meledak! Sarah Avilia Disemprot, Etika Dipertanyakan!

Surabaya – Polemik panas yang melibatkan atlet Muay Thai peraih emas PON XXI, Sarah Avilia, makin melebar! Kali ini, suara keras datang dari Ketua Pengprov Muay Thai Jawa Timur, Baso Juherman, yang menyemprot habis sikap Sarah yang dianggap bikin gaduh dan mencoreng nama baik organisasi.

Dalam pernyataan tertulisnya, Baso tanpa tedeng aling-aling menyebut bahwa attitude Sarah tak pantas ditoleransi. Meski diakui punya prestasi, Sarah dianggap gagal menjaga etika sebagai atlet.

“Prestasi itu penting, tapi attitude jauh lebih utama! Kalau nggak bisa hargai organisasi, lebih baik kita cari pengganti,” tandas Baso, Rabu (6/8).

Orang Tua Ikut Campur, Situasi Makin Keruh!

Tak cuma Sarah yang dikritik, Baso juga menyoroti peran orang tuanya yang dianggap memperkeruh suasana. Alih-alih meredam, sikap orang tua malah bikin suasana makin panas.

“Orang tua harusnya jadi penyejuk, bukan malah ikut-ikutan menyulut konflik! Ini bukan sinetron, ini organisasi olahraga yang punya aturan!” semprot Baso.

Dukung Langkah Hukum Kang Evi: Jaga Wibawa Organisasi!

Baso menyatakan dukungan penuh kepada Ketua Muay Thai Jabar, Kang Evi, yang berniat membawa persoalan ini ke jalur hukum. Menurutnya, ini langkah berani yang patut ditiru demi menjaga marwah organisasi.

“Sudah saatnya PB Muay Thai tegas! Kalau dibiarkan, bisa jadi preseden buruk. Jangan sampai atlet seenaknya bertindak tanpa konsekuensi,” ujarnya.

Atlet Bukan Sekadar Jago Tanding, Tapi Juga Harus Jago Tata Krama!

Baso menegaskan bahwa Muay Thai bukan cuma soal teknik dan medali, tapi juga soal nilai-nilai kesatria. Tanpa etika dan disiplin, sehebat apapun atlet, tak ada artinya.

“Ini olahraga bela diri, bukan ajang cari panggung! Hormat, disiplin, dan tanggung jawab adalah harga mati!” tegasnya.

Dengan suara tegas dari Jawa Timur, polemik Sarah Avilia kian panas dan makin terang-benderang. Akankah ini menjadi akhir kariernya di ranah Muay Thai nasional? Atau justru awal babak baru perbaikan etika atlet tanah air?

Drama belum berakhir, tapi jelas: Dunia olahraga tak butuh bintang yang lupa diri!. (Red)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Hangatnya Tahun Baru 2026 di Rutan Kabanjahe Layanan Tanpa Libur demi Keluarga

KABANJAHE – Suasana berbeda menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabanjahe pada Kamis (01/01/2026). Di saat sebagian besar instansi menikmati libur Tahun Baru,...

IWO Tapteng-Sibolga Salurkan Bantuan Sembako Kepada Korban Terdampak Bencana di Kota Sibolga

Sibolga Sambas (Neracanews) - Ikatan Wartawan Online (IWO) Tapanuli Tengah–Sibolga salurkan bantuan sosial kepada warga terdampak bencana alam di wilayah Kota Sibolga Selasa (30/12/25). Penyaluran...

Putune Sudirman Bangun Sumur Bor, Solusi Jitu Atasi Krisis Air di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang – Relawan Putune Sudirman kembali menunjukkan kepeduliannya, solusi jitu dengan membangun sumur bor di lima daerah titik Vital salah satu Rumah Sakit...

820 PPPK Paruh Waktu di Lingkungan Pemkab Simalungun Formasi Tahun 2025 Menerima SK Pengangkatan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun secara resmi melaksanakan pelantikan serta pemberian Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 820 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu,...

Forkopimda Asahan Gelar Doa Lintas Agama untuk Korban Bencana Alam

Kisaran (30/12/2025) — Sebagai wujud kepedulian kemanusiaan dan solidaritas sosial, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Asahan menggelar doa bersama lintas agama bagi para...