Kamis, Maret 12, 2026
spot_img

Ini Agenda Penting Kepala Kantor Imigrasi Sibolga Berkunjung ke Direktorat Jenderal Imigrasi

Neracanews | Sibolga – Kepala Kantor Imigrasi Sibolga Saroha Manullang didampingi pejabat struktural menemui Pimpinan Tinggi Direktorat Jenderal Imigrasi, Rabu (08/06).

Adapun agenda penting yang dibawa Saroha antara lain terkait kenaikan kelas Kantor Imigrasi Sibolga menjadi Kelas I, peningkatan status Unit Kerja Keimigrasian (UKK) Gunungsitoli menjadi Kantor Imigrasi, dan UKK Mandailing Natal menjadi Kantor Imigrasi, serta isu-isu terkini.

Pertemuan pertama dilaksanakan bersama Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian Agato Simamora. Tampak hadir Kepala Divisi Keimigrasian Ignatius Purwanto beserta jajaran. Pada kesempatan Saroha menyampaikan beberapa permasalahan terkait perangkat dan kesisteman. Agato menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan solusi terkait permasalahan yang dihadapi. “Pada prinsipnya kami sangat mendukung kenaikan kelas Kantor Imigrasi Sibolga dan akan menyiapkan jaringan kesisteman untuk pembentukan Kantor Imigrasi Nias dan Mandailing Natal”, tegas Agato.

 

Dilanjutkan ke Direktur Kerjasama Keimigrasian Dodi H Tjondro, Saroha memaparkan secara rinci upaya yang telah dilakukan untuk kenaikan kelas serta peningkatan status UKK di Gunungsitoli dan Mandailing Natal menjadi Kantor Imigrasi. “Terima kasih atas kunjungannya, disamping menjadi pertimbangan dari Kemenkumham, tentunya ini akan menjadi penilaian dari KemenpanRB”, terang Dodi.

Bertemu dengan Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi Supartono yang notabene adalah mantan atasan Saroha saat bertugas di Kantor Imigrasi Medan. Saroha menyampaikan capaian kinerja yang telah diraih dan rencana kerja ke depan, serta kolaborasi yang telah terjalin dengan beberapa instansi terkait. Dalam kesempatan tersebut Saroha juga meminta dukungan anggaran terkait peningkatan status UKK Gunungsitoli dan Mandailing Natal menjadi Kantor Imigrasi yang disambut baik oleh Supartono.

Selanjutnya Saroha menemui Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian I Nyoman Gede Surya Mataram. Mantan Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai yang baru dilantik pada bulan April 2022 lalu menyambut baik kunjungan Saroha beserta jajaran. Pada kesempatan tersebut Saroha melaporkan terkait pengawasan keimigrasian dan situasi terkini di wilayah kerja Kantor Imigrasi Sibolga yang secara umum dalam keadaan baik, serta pelaksanaan Rapat Tim Pora dan kolaborasi dengan instansi lain maupun Aparat Penegak Hukum.

Malam hari, Saroha menyambangi ruangan kerja Direktur Intelijen Keimigrasian RP Mulya. Dalam kesempatan tersebut RP Mulya meminta kepada Saroha dan jajaran untuk responsif dalam menyikapi isu-isu yang berkembang dalam masyarakat, respon cepat dan melaporkan secara berjenjang. “Saya memberikan apresiasi kepada Imigrasi Sibolga yang konsisten menyampaikan laporan harian intelijen dan menjalin kemitraan sangat baik dengan wartawan dalam hal publikasi dan pemberitaan positif”, ungkap RP Mulya.

Sementara itu Saroha mengatakan sudah saatnya Kantor Imigrasi Sibolga naik menjadi Kantor Imigrasi Kelas I. Beberapa pertimbangan antara lain wilayah kerja yang sangat luas, terdiri dari 3 Kota dan 9 Kabupaten. Kemudian wilayah kerja yang berbatasan langsung dengan 3 Propinsi yaitu Aceh, Sumatera Barat dan Riau. Letak geografis yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. “Faktor kerawanan dari sisi letak dan geografis menjadi poin penting disini”, ujar Saroha.

Menurut Saroha pihaknya telah meminta dukungan dari Forkopimda di 12 Kabupaten/Kota yang termasuk dalam wilayah kerjanya. “Ini merupakan perhatian serius dari Para Pimpinan Daerah sebagai bentuk nyata dukungan dari berbagai pihak agar Kantor Imigrasi Sibolga dapat meningkatkan pelayanan dan pengawasan keimigrasian”, jelasnya.

Keberadaan UKK Gunungsitoli yang beroperasi sejak tahun 2018 dan UKK Mandailing Natal yang beroperasi pada awal tahun 2022 sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebelum ada UKK, untuk mengurus paspor saja masyarakat di Kepulauan Nias harus menempuh perjalanan laut selama 10-12 jam ke Sibolga. Demikian juga hal nya masyarakat di Mandailing Natal harus menempuh perjalanan darat selama 6-7 jam ke Kantor Imigrasi Sibolga. “Semoga upaya meningkatkan status UKK di Gunungsitoli dan Mandailing Natal menjadi Kantor Imigrasi berjalan dengan baik dan lancar”, pungkas Saroha.(021)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

PMI Medan dan Palang Merah Amerika Paparkan Program Ketahanan Panas kepada Pemko Medan

Medan - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Medan bersama perwakilan Palang Merah Amerika beraudiensi dengan Pemko Medan, Kamis (12/3/2026). Rombongan diterima Wakil Wali Kota...

Sumut Kembangkan Satu Data Tunggal Bencana

MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut mengembangkan satu data tunggal kebencanaan melalui portal...

Dewan Pendidikan Taput Dilantik, Diharapkan Dorong Kemajuan Pendidikan dan Pembentukan Karakter

Taput (Neracanews) - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, melantik anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Taput dalam acara yang berlangsung di SMP Negeri...

Wabup Taput Buka Forum RKPD 2027 Fokus pada Akselerasi Ekonomi dan Kualitas SDM

Taput (Neracanews) - Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) Deni Parlindungan Lumbantoruan, didampingi Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, membuka secara resmi Forum Lintas Perangkat...

NCW Terima Balasan Klarifikasi Imigrasi Soal 10 WNA, Minta Proses Hukum Dibuka Secara Transparan

Bekasi – Nasional Corruption Watch (NCW) DPD Bekasi Raya menyatakan telah menerima balasan resmi dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Tangerang terkait permohonan...