Kamis, Maret 12, 2026
spot_img

Gegara Tanggapi Komen di Facebook, Warga Barus Alami Penganiayaan Puluhan Orang

Amri Lubis (52) warga Pasar Tarandam, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara (Sumut) terima perlakuan tidak wajar (Penganiayaan) terhadap dirinya pada Jumat, (02/01/26), sekitar Jam 10:00 Wib.

Penganiayaan yang dialami Amri berprofesi sebagai Nelayan itu terjadi di kediaman tokoh pemuda Milenial terletak di lingkungan III Barus.

Dari peristiwa itu Amri menjelaskan sebab musabab dari kejadian bisa terjadi cuma hal sepele.

“Saya tidak menduga kejadian ini menimpa saya. Awalnya saya cuman nongkrong di rumah kawan, tiba-tiba datang puluhan orang mencekik leher saya,” Ucapnya sembari meneteskan air mata.

Amri juga menambahkan, saya tidak terima perlakuannya pada saya, walau saya orang miskin dia orang kaya, jangan semena-mena, ini Negara Republik Indonesia, Negara Hukum.

Masih Amri, saya di intimidasi dan di cekik seorang anak Ketua DPRD berinisial ARAS dengan alasan saya membenarkan kinerja Camat Barus yang sudah menuntaskan 90% pengerjaan pembukaan jalan pasca bencana banjir yang menerjang Kecamatan Barus.

“Aku bang berstatus sebagai relawan pasca bencana melanda Kecamatan Barus. Pernyataan saya di komentar FB itu saya nyatakan sebab saya lihat sendiri kinerja pak Camat, trus apa saya salah menyampaikan kebenaran itu,” Ucapnya sembari terisak-isak.

Atas kejadian yang terjadi pada malam Sabtu, Amri juga sudah melaporkan kejadian tersebut kepada APH, serta meminta agar pihak penegak hukum tegas atas Penganiayaan yang saya alami.

“Saya berharap kasus ini secepatnya ditindaklanjuti oleh APH. Kejadian ini sudah sangat mencedrai Hak Asasi saya, sepengetahuan saya, Dimata hukum hak seluruh warga Negara Indonesia sama, tanpa ada perbedaan antara kaya dan miskin” Ujarnya.

Diakhir wawancara singkat oleh Neracanews kepada korban, atas kejadian itu sekarang saya sudah tidak bisa bekerja. Kebetulan rombongan puluhan pemuda itu semua saya kenal, adek-adean saya nya semua, tetapi sanggup mereka melakukan hal seperti itu kepada saya.

“Kalau menyatakan kebenaran matipun saya mau, saya tidak takut, demi kebenaran saya kan tidak salah. Harapan saya kejadian jangan sempai terulang kepada orang lain, saya minta kepada Bupati dan pihak penegak hukum agar bantu saya menuntaskan kebenaran ini,” Tutupnya.

(Rimember)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

PMI Medan dan Palang Merah Amerika Paparkan Program Ketahanan Panas kepada Pemko Medan

Medan - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Medan bersama perwakilan Palang Merah Amerika beraudiensi dengan Pemko Medan, Kamis (12/3/2026). Rombongan diterima Wakil Wali Kota...

Sumut Kembangkan Satu Data Tunggal Bencana

MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut mengembangkan satu data tunggal kebencanaan melalui portal...

Dewan Pendidikan Taput Dilantik, Diharapkan Dorong Kemajuan Pendidikan dan Pembentukan Karakter

Taput (Neracanews) - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, melantik anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Taput dalam acara yang berlangsung di SMP Negeri...

Wabup Taput Buka Forum RKPD 2027 Fokus pada Akselerasi Ekonomi dan Kualitas SDM

Taput (Neracanews) - Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) Deni Parlindungan Lumbantoruan, didampingi Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, membuka secara resmi Forum Lintas Perangkat...

NCW Terima Balasan Klarifikasi Imigrasi Soal 10 WNA, Minta Proses Hukum Dibuka Secara Transparan

Bekasi – Nasional Corruption Watch (NCW) DPD Bekasi Raya menyatakan telah menerima balasan resmi dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Tangerang terkait permohonan...