Diduga OJK Sembunyikan Sesuatu Tentang Asuransi Bumi Putera

Medan – Siantari Turnip ahli waris dari polis 64970-31/Klaim/Asper/VII/2021 asuransi Bumi putera, mendatangi kantor Otoritas jasa keuangan (OJK) Sumbagut.

Dia hendak bertanya tentang selebaran pernyataan OJK tidak keberatan pada rencana penyehatan keuangan asuransi Bumi putera 1912 di Jakarta tertanggal 10 Februari 2023.

Pernyataan OJK tidak keberatan, kini di aplikasikan oleh pihak asuransi Bumi putera, memotong manfaat penerimaan(uang) nasabah sebesar 20 hingga 50% dari yang seharusnya di terima oleh penerima manfaat (nasabah) maupun ahli waris.

Mirisnya lagi, sekalipun pemotongan sudah di setujui, pihak asuransi Bumi putera tidak bisa memastikan kapan dana itu bisa di ambil oleh penerima manfaat.

“OJK hanya bilang tidak keberatan, asuransi Bumi putera bilang sudah di setujui oleh OJK. Ada apa ini..?, kutandatanganipun surat pernyataan yang di suguhkan ke saya itu, mereka tidak bisa memastikan tahun berapa bisa diambil uangnya. Jadi apa maksud surat pernyataan bermaterai itu, sebut Siantari Turnip, di kantor OJK Sumbagut, jalan Gatot Subroto Medan, Jumat (19/7/2024).

Menanggapi hal itu, pihak OJK melalui Nurul Aisyah resepsionis menyarankan Siantari Turnip membuat laporan yang di tujukan kepada OJK untuk di proses.

“Silahkan Ibu buat laporannya dulu, lengkap dengan kronologi dan berkasnya, di tujukan kepada OJK”, sebut Nurul resepsionis, Jumat (19/7/2024).

Kepada awak media, Nurul mengatakan, agar pihak media juga melayangkan surat resmi, Jika ingin mendapatkan tanggapan dari pihak OJK.

“Saya tidak bisa ngasih keterangan pak kalau mau konsultasi perihal ini, wajib ada suratnya dulu”, sebutnya.

Selain Nurul, Dodi Ardiansya di ketahui merupakan Humas pihak OJK Sumbagut, masih enggan mengangkat telepon wartawan saat di hubungi beberapa kali di 0812 961XXXX.

Sebelumnya sudah beberapa kali Siantari Turnip mendatangi kantor asuransi, menagih uang klaim kematian orangtuanya, yang telah meninggal sejak Tiga setengah tahun lalu.

“Pembunuhan kayaknya cara orang abang ini. Pembunuhan sama nasabah sampai tiga tahun setengah nggak ada kejelasan kapan bisa di ambil uangnya. Apakah Bumi putera menunggu ahli waris meninggal,” sebut Turnip, di kantor cabang Medan, kepada Syafii yang mengaku staf pelayanan kantor cabang asuransi Bumi putera,
Rabu (17/7/2024).

Kemudian dia meminta kepastian dari pihak Bumi putera yang menawarkan pemotongan manfaat sebesar 20% jika mau di dahulukan pencairan dananya.

“kapan bisa saya terima, dulu kalau telat bayar datang kerumah”, sebut Turnip.

Staf pelayanan kantor asuransi Bumi putera cabang medan tidak bisa memberi kepastian kapan bisa di ambil uang itu. Dia berdali dan mengatakan saat ini pihak asuransi sedang mengusahakan dana.

“Ini yang saya nggak berani karena tergantung ketersediaan dana. Kalau jual aset kita kan masih menjual aset di Surabaya itu Hotel tapi belum selesai-selesai. Ketersediaan dana yang ada aja dulu”, sebut staf.

Dia mengungkapkan, bahwa pencairan dana saat ini hanya bisa dilakukan oleh kantor pusat asuransi Bumi putera dan mengatakan pemotongan uang nasabah 20% oleh pihak asuransi, sudah di setujui oleh Otorita jasa keuangan(OJK).

“Kita di bawah pengawasan OJK. OJK pun sudah berduduk di kantor kita di Jakarta”, sebutnya.

Kemudian Surianto kepala kantor cabang Medan menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada pencairan dengan nilai seratus juta. Dia malah mengatakan bahwa OJK sebagai pengawas, sudah menyetujui pemotongan 50% untuk yang sudah habis kontrak.

“Itu memang sudah menjadi keputusan menejemen dan sudah di setujui oleh OJK-RPK-nya, Rencana penyehatan keuangan perusahaan, aa..salah satunya itu tadi, semua klaim habis kontrak itu hanya di bayar 50%”, sebutnya.

Di khawatirkan asuransi Bumi putera akan mencetak nasabah baru yang bakal kecewa kedepan. Karena kepala cabang Medan asuransi Bumi putera mengatakan dengan kondisi saat ini masih ada beberapa yang mendaftar menjadi nasabah baru dan di terima, karena berharap bisa menghidupkan kembali perusahaan ansuransi itu.(ps)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Huntap Taput Baru 2 Unit Siap Huni, Menteri PKP Marah Bandingkan dengan Tapsel yang Sudah 120 Unit

Taput (Neracanews) Beberapa video yang beredar di grup WhatsApp wartawan dan media sosial menunjukkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menunjukkan kemarahan...

Wartawan Dihadang di Medan! Pegawai Gadai Rampas HP dan Sita Mobil Meski Utang Lunas

MEDAN – Aksi premanisme menimpa Riswan Sembiring, wartawan media online Waspada24.com, saat melakukan peliputan di kantor PT Mandiri Expres Sejahtra, Jalan Ringroad, Medan, Kamis...

Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN “Tancap Gas” Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin apel perdana pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Kantor Wali Kota...

Pasca Lebaran, Bupati dan Wakil Bupati Asahan Tinjau Kualitas Pelayanan Publik

KISARAN – Pemerintah Kabupaten Asahan melakukan inspeksi langsung ke sejumlah instansi pelayanan publik usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (25/03/2026). Kegiatan...

Pemkab Asahan Gelar Pasar Murah di Enam Lokasi untuk Stabilkan Harga Pangan

ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagin) mengadakan pasar murah di enam titik berbeda guna membantu masyarakat mendapatkan bahan...