Kamis, Januari 29, 2026
spot_img

BMI Tolak Politik Identitas Jelang Pemilu 2024

Neracanews | Medan – Banteng Muda Indonesia( BMI) Sumut Menyuarakan Tolak Politik Identitas Menjelang Pemilu 2024
Banteng Muda Indonesia( BMI) Sumut menyuarakan turut serta menjaga situasi kamtibmas di Sumut dan menolak Politik Identitas dalam mensukseskan Pemilu 2024.

BMI Sumut melalui Franki Partogi Sirait menyampaikan tiga hal dalam menyikapi potensi terjadinya politik indentitas di tahun politik. Oleh karena itu BMI Sumut perlu mengambil sikap agar perpolitikan jelang 2024 bisa diminimalisir.

Pertama, BMI Sumut menolak segala bentuk politik indentitas yang mengeksploitasi promordialisme dan sentiment SARA dalam kontestasi politik.

Kedua, BMI Sumut juga siap dan pro aktif melawan praktik politik identitas di dunia maya maupun nyata.

Dan ketiga, BMI Sumut juga akan bergerak menciptakan pemilih rasional yang mengutakan keberpihakan kepada kesejahteraan rakyat kecil bukan atas dasar pertimbangan primordial yang berbasis SARA.

Menurut Ketua DPD BMI Sumut Frangki Partogi Sirait komitmen anti-politik identitas perlu dimiliki oleh elemen pemuda mengingat demografi pemilih Indonesia saat ini didominasi oleh anak muda yang berusia 17-39 tahun.

Populasi pemilih muda diprediksi mencapai sekitar 60% dari total pemilih pada Pemilu 2024. Untuk itu keterlibatan pemilih muda dalam menangkal politik identitas sangat relevan dalam menghadapi ancaman politisasi agama.

Di samping itu, narasi politik identitas yang berbasis agama dapat menguatkan pola pikir ekstrimisme yang berujung pada terorisme.

Praktik tersebut menurut sudah banyak terjadi di negara-negara di sebagian belahan dunia, terutama Timur Tengah di mana disintegrasi terjadi akibat konflik suku, ras dan agama yang dipelihara sebagai alat politik meraih kekuasaan.

Alih-alilh menawarkan pengakuan, identitas moral, dan identitas kelompok kepada mereka yang merasa terabaikan, para pengguna politik identitas cenderung untuk lebih jauh mengembangkan perpecahan dengan hoaks/berita palsu di media sosial.

Tujuannya untuk memperoleh keuntungan maksimal bagi kepentingan mereka sendiri. Dengan bantuan buzzer, isu-isu politik identitas dibingkai, diamplifikasi serta disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial.

BMI Sumut melalui Ketua DPD BMI Sumut berpendapat politik identitas sangat berkontribusi mengikis rasionalisme pemilih di mana pemilih lebih mempertimbangkan aspek sentimen atau kesamaan primodial agama dibanding kualitas calon dan program kerja yang berdampak kesejahteraan sosial warga negara.

Dalam rapat Internal DPD BMI Sumut ketua DPD BMI Sumut Frangki Partogi Sirait menyampaikan Akibat praktik politik identitas perbincangan politik di ruang publik dipenuhi oleh variabel identitas seperti lebih menonjolkan apa latar belakang agama, suku dan ras.

Dibanding melihat kinerja, track record hingga program penanggulangan kemiskinan. Diskusi rasional disumbat oleh isu identitas. Kita mesti lawan karena sama halnya dengan pembodohan.(021)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Data BNBA Kerusakan Rumah Bencana Hidromet Tapanuli Utara 2025 Difinalkan 486 Unit Rumah Diverifikasi

Taput (Neracanews) – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah menyelesaikan proses verifikasi dan validasi serta menentukan data akhir ‘By Name By Address’ (BNBA) untuk rumah...

Bangun Infrastruktur Terintegrasi, Pemprov Sumut Gelontorkan Rp1,9 Triliun

MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menganggarkan dana sebesar Rp1,9 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada tahun 2026. Hal tersebut diungkapkan Dinas Pekerjaan...

Pemkab Asahan Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya

Kisaran, 27 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten Asahan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2026 Kategori...

HUT ke-18 BNPB Diraik Secara Sederhana di Taput, 40 Unit Huntara Hampir Rampung

Taput (Neracanews) | Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., bersama Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo didampingi Asisten Perekonomian dan...

Terungkap Fakta, Pengawas Waterpark Hotel Pia Tidak Memiliki Sertifikat Keahlian

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) – Korban meninggal bocah berusia 6 tahun tenggelam di Waterpark Hotel Pia Pandan kian terkuak. Temuan fakta terbaru mengungkap bahwa...