Kamis, Januari 22, 2026
spot_img

Berantas Narkoba, Tahanan Baru LPKA Palu Jalani Tes Urin

Palu – Satu orang tahanan baru dinyatakan negatif narkoba setelah menjalani tes urin yang dilaksanakan petugas Kesehatan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu.

Hasil negatif tersebut diperoleh dengan menggunakan Core test Multi-Drug Test Cup dengan 10 macam parameter guna menunjukan penggunaan obat-obatan terlarang.

“Menjadi salah satu prosedur penerimaan tahanan baru harus melakukan tes urine, agar dapat mendeteksi obat-obatan terlarang. Ini komitmen kita, yang pastinya salah satu implementasi nyata dalam mewujudkan gugus tugas anti narkoba di Sulawesi Tengah. Syukurlah dari hasil yang diperoleh, semuanya negatif narkoba,” ujar Kepala LPKA Palu, Revanda Bangun, Senin, (6/5/2024).

Revanda menyebutkan, hal ini sebagai salah satu upaya deteksi dini dalam memberantas peredaran narkoba, sehingga dapat mewujudkan lingkungan LPKA Palu yag bersih dari narkoba (Bersinar).

“Selain tahanan baru dan anak binaan, para pegawai LPKA Palu juga dilakukan tes urin tiap bulannya. Itu sudah menjadi komitmen kita bersama guna mewujudkan LPKA Palu Bersinar. Kita juga menggandeng BNN Kota Palu dalam pelaksanaannya,” ucap Revanda.

Dirinya menegaskan bahwa LPKA Palu tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan narkoba dari petugas maupun para anak binaan.

“Siapapun itu, jika terbukti kita akan tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Diketahui, selain melakukan tes urin tahanan baru tersebut juga diberikan penguatan dan penjelasan tentang hak dan kewajiban, serta aturan yang berlaku di LPKA Palu.

Di tempat berbeda, Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Sulawesi Tengah, Hermansyah Siregar dalam menuntaskan penyalahgunaan obat-obat terlarang di area Lapas/Rutan/LPKA.

Kakanwil Hermansyah menjelaskan, dalam mewujudkan lingkungan yang Bersinar perlu adanya komitmen bersama dan jalinan sinergitas yang kuat dengan aparat penegak hukum ataupun stakeholder.

“Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam memberantas penggunaan narkoba, dan hal ini juga sejalan dengan instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam penerapan tiga kunci pemasyarakatan maju salah satunya pemberantasan peredaran gelap narkotika,” jelas Kakanwil Hermansyah.

“Semoga dengan gerak pasti ini, dapat menuntaskan peredaran gelap narkotika di wilayah Sulawesi Tengah. Itu harapan kita semua,” pungkasnya.(Rel)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Oknum ASN di Inhu Kembali Ditangkap Gara-gara Narkoba Bersama Rekannya

INHU - Dunia kepegawaian di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau kembali tercoreng. Setelah sebelumnya seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Dinas PU...

Kapal Rumah Sakit Apung DPP PDI-P Memberikan Pelayanan Kesehatan di Tapteng Empat Hari Kedepan

Tapanuli Tengah Sarudik (Neracanews) - Bentuk kepedulian bagi korban bencana yang terjadi pada 25 November 2025, Partai Berlambangkan Banteng Bermocong Putih PDI-Perjuangan Tiba di...

Pemprov Sumut Terus Sempurnakan Program Berobat Gratis, Buka Layanan Aduan Kesehatan 24 Jam

MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus meningkatkan pelayanan Program Berobat Gratis (PROBIS). Program ini merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat...

100 % Sekolah di Sumut Kini Teraliri Listrik dan Internet

MEDAN – Seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Sumatera Utara (Sumut) yang berada di bawah...

Jalan Lapen di Desa Pantis Taput Cepat Rusak, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Taput | (Neracanews) – Jalan Lapis Penetrasi (Lapen) di Desa Pantis Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), yang baru selesai dibangun pada Desember...