Asuransi Bumi Putera Sebut OJK, Ahli Waris Terlantar Hampir 4 Tahun

  • Medan – Ahli waris nasabah asuransi Bumi putera Turnip (47) hanya menerima janji manis.

Hampir empat tahun dia sudah mendatangi kantor asuransi itu, menagih uang klaim kematian orangtuanya, yang telah meninggal sejak empat tahun lalu.

“Pembunuhan kayaknya cara orang abang ini. Pembunuhan sama nasabah sampai tiga tahun setengah nggak ada kejelasan kapan bisa di ambil uangnya. Apakah Bumi putera menunggu ahli waris meninggal,” sebut Turnip, di kantor cabang Medan, kepada Syafii yang mengaku staf pelayanan kantor cabang asuransi Bumi putera,
Rabu (17/7/2024).

Turnip berharap dapat menerima uang Seratus juta rupiah itu, karena sangat di perlukan untuk menghidupi dua anaknya yang saat ini baru masuk kuliah di salah satu universitas negeri di Medan.

Kemudian dia meminta kepastian dari pihak Bumi putera yang menawarkan pemotongan manfaat sebesar 20% jika mau di dahulukan pencairan dananya.

“kapan bisa saya terima, dulu kalau telat bayar datang kerumah”, sebut Turnip.

Staf pelayanan kantor asuransi Bumi putera cabang medan tidak bisa memberi kepastian kapan bisa di ambil uang itu. Dia berdali dan mengatakan saat ini pihak asuransi sedang mengusahakan dana.

“Ini yang saya nggak berani karena tergantung ketersediaan dana. Kalau jual aset kita kan masih menjual aset di Surabaya itu Hotel tapi belum selesai-selesai. Ketersediaan dana yang ada aja dulu”, sebut staf.

Dia mengungkapkan, bahwa pencairan dana saat ini hanya bisa dilakukan oleh kantor pusat asuransi Bumi putera dan mengatakan pemotongan uang nasabah 20% oleh pihak asuransi, sudah di setujui oleh Otorita jasa keuangan(OJK).

“Kita di bawah pengawasan OJK. OJK pun sudah berduduk di kantor kita di Jakarta”, sebutnya.

Kemudian Surianto kepala kantor cabang Medan menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada pencairan dengan nilai seratus juta. Dia malah mengatakan bahwa OJK sebagai pengawas, sudah menyetujui pemotongan 50% untuk yang sudah habis kontrak.

“Itu memang sudah menjadi keputusan menejemen dan sudah di setujui oleh OJK-RPK-nya, Rencana penyehatan keuangan perusahaan, aa..salah satunya itu tadi, semua klaim habis kontrak itu hanya di bayar 50%”, sebutnya.

Di khawatirkan asuransi Bumi putera akan mencetak nasabah baru yang bakal kecewa kedepan. Karena kepala cabang Medan asuransi Bumi putera mengatakan dengan kondisi saat ini masih ada beberapa yang mendaftar menjadi nasabah baru dan di terima, karena berharap bisa menghidupkan kembali perusahaan ansuransi itu.

“yang untuk kematian saja produk kerugian, tidak lagi yang berbuku tabungan. Ini pruduknya berbentuk SDM, paling mahal dua ratus lima puluh juta per-tahun untuk satu keluarga, kalau tidak terjadi apa-apa hangus. Saat ini untuk menjaga eksistensi perusahaan walaupun kecil itu yang di upayakan. Ya..kalau kita lihat masih ada aktivitas gitu. Yah.. pelan-pelan membangkitkan perusahaan kita”, ungkapnya.

Menanggapi hal itu, belum ada keterangan resmi dari pihak OJK dalam melakukan pengawasan keuangan Asuransi Bumi putera yang mengakibatkan banyak masyarakat menjadi korban dugaan kelalaian ini. (ps).

NOMOR DARURAT DAMKARspot_img
SIAGA BENCANA BANJIRspot_img
CEK KESEHATAN GRATISspot_img

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Kadin Taput Ikut Audiensi Gubernur Sumut, Proyek Strategis Terbuka, Peluang Kerja Sama Disiapkan

Taput (Neracanews) | Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Tapanuli Utara turut hadir dalam audiensi Kadin se-Sumatera Utara dengan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution....

Sinergi Antar Instansi, Razia Insidentil Rutan Kelas IIB Tarutung Berjalan Aman dan Tertib

Taput (Neracanews) | Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung terus memperkuat pengamanan dengan menggelar razia insidentil secara menyeluruh di blok dan kamar hunian...

Program SIDAYA, Lansia Desa Sitompul Buktikan Senja Tetap Bisa Berkarya, Mula Sitompul Semoga ini Menginspirasi

Taput (Neracanews) - Kebahagiaan dan kebanggaan menyelimuti Desa Sitompul, Kecamatan Siatas Barita, Jumat (25/9/2026). Sebanyak 29 lansia resmi mengikuti Wisuda Lansia Tangguh, sebagai bukti...

Bupati Karo Mengadakan Ibadah Oikumene bagi ASN dan Non-ASN Pemkab Karo

Kabanjahe – Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., mengadakan Ibadah Oikumene bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN yang...

Tinjau Pembangunan Puskesmas Glugur Darat, Rico Waas Targetkan Rampung Desember

Medan | Wali Kota Medan Rico Waas meninjau pembangunan Puskesmas Glugur Darat di Jalan Pendidikan, Kecamatan Medan Timur, Kamis (24/9/2026). Di lokasi, bangunan lama...