Desa Torhonas Pasca Bencana Listrik Masih Padam, Butuh Sarana Air Bersih

Tapanuli Utara – Warga Desa Torhonas Kecamatan Adiankoting Tapanuli Utara (Taput), berharap pemerintah bisa melakukan percepatan pembangunan listrik yang masih padam sejak bencana alam melanda Taput dan Tapanuli Tengah (Tapteng) beberapa bulan lalu.

“Semenjak bencana itu sampai sekarang, belum pernah hidup,” ungkap Darsono Siahaan warga desa Torhonas, Selasa (20/1/2026).

Dia menceritakan bahwa Desa Torhonas merupakan wilahyah pemerintahan daerah Taput. Namun jalur listrik PLN datang dari Tapteng. Sehingga mungkin di butuhkan koordinasi antar pemerintah Taput dengan Tapteng untuk melakukan percepatan pembangunan listrik.

Warga Desa Torhonas menepis adanya informasi dari seorang pejabat daerah Taput yang mengatakan sudah menyalurkan Genset listrik di sebahagian masyarakat untuk di konsumsi secara umum. Namun warga mengatakan tidak perna mengetahui dan tidak pernah menerima Genset Listrik, seperti yang di katakan pejabat eselon itu.

“Tudia di bagi, dangadong amang boru,” sebut Parlin warga Torhonas berbahasa daerah Batak yang artinya ‘Kemana di bagi, tidak ada itu bapak’, Selasa (20/1/2026).

Selain Listrik warga Desa Torhonas sangat membutuhkan sarana air bersih karena harus berjalan kaki kurang lebih Dua kilo meter ke dusun Sinora atau ke sering di sebut Pancur SMP, untuk mendapatkan air yang layak konsumsi sebagai air masak untuk di minum.

“Kalau untuk mandi kami tampung air hujan di Bak setiap rumah tangga, untuk air minum dan memasak kami ke pancuran yang di bawah jalan sebelum desa ini,” sebut Marlina Hutauruk, warga Torhonas.

Menanggapi padamya listrik pasca bencana, Hendrik Taruna, S.,STP.,M.Si., yang di ketahui merupakan Kadis Kominfo Taput mengatakan, bahwa pemda Taput sudah membagikan Genset listrik ke sebahagian masyarakat untuk di konsumsi secara umum.

“Sudah dibagi genset sebagian amang dan menunggu jalan keras biar diperbaiki tiang PLN. Untuk detail konfirmasi ke kadis kominfo baru ya amang,” ungkap Hendrik.

Kadis Kominfo yang baru di ketahui namanya Donna N. Situmeang, S.IP., mengatakan masih berkordinasi dengan satuan kerja terkait, kemudian memberi jawaban untuk di konsumsi publik.

“Ok pak, saya lagi meminta jawabannya, terimakasih,” tulis Fitri di dinding whatsappnya, Selasa (20/1/2026). (ps)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Kerugian Negara Rp1,8 M Kasus BPR Indra Arta Kembali ke Kas, Wabup: Ayo Menabung Lagi

INHU – Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu menyerahkan uang pengembalian kerugian keuangan negara senilai Rp1.861.378.700 dalam perkara tindak pidana korupsi di BPR Indra Arta. Penyerahan...

Bertentangan Hasil Rapat, Polres Toba Tetap Amankan Penembokan Tanah di Laguboti Menuai Sorotan

TOBA (Neracanews) — Langkah pengamanan kegiatan penembokan lahan di Kelurahan Pasar Laguboti oleh Polres Toba pada Rabu (5/8/2026) justru menuai sorotan dan pertanyaan publik....

Contoh Nyata Kemandirian Desa: Bupati Taput Apresiasi Keberhasilan BUMDes Sisordak

Taput (Neracanews) - BUMDes Terpadu Sisordak membuktikan potensinya dengan proyeksi hasil panen perdana tomat yang diprediksi mencapai kurang lebih 40 ton. Keberhasilan ini, di...

Sembunyikan Sabu di Lubang Kebun Sawit, Pengedar di Inhu Digulung Polsek Kelayang

INHU – Polsek Kelayang menggulung seorang pengedar narkotika jenis sabu di Desa Kelayang, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Senin (3/8/2026) malam. Untuk...

Tegakkan Keadilan Meski Langit Runtuh, PH Jepang Luruskan Aturan Penerimaan Laporan Polisi

Dolok Sanggul (Neracanews) — Kuasa Hukum ahli waris Oppu Patar Munthe, Poltak Silitonga, SH, yang akrab disapa “PH Jepang”, membantah secara tegas pernyataan Wakapolres...