Kamis, Januari 22, 2026
spot_img

Desa Torhonas Pasca Bencana Listrik Masih Padam, Butuh Sarana Air Bersih

Tapanuli Utara – Warga Desa Torhonas Kecamatan Adiankoting Tapanuli Utara (Taput), berharap pemerintah bisa melakukan percepatan pembangunan listrik yang masih padam sejak bencana alam melanda Taput dan Tapanuli Tengah (Tapteng) beberapa bulan lalu.

“Semenjak bencana itu sampai sekarang, belum pernah hidup,” ungkap Darsono Siahaan warga desa Torhonas, Selasa (20/1/2026).

Dia menceritakan bahwa Desa Torhonas merupakan wilahyah pemerintahan daerah Taput. Namun jalur listrik PLN datang dari Tapteng. Sehingga mungkin di butuhkan koordinasi antar pemerintah Taput dengan Tapteng untuk melakukan percepatan pembangunan listrik.

Warga Desa Torhonas menepis adanya informasi dari seorang pejabat daerah Taput yang mengatakan sudah menyalurkan Genset listrik di sebahagian masyarakat untuk di konsumsi secara umum. Namun warga mengatakan tidak perna mengetahui dan tidak pernah menerima Genset Listrik, seperti yang di katakan pejabat eselon itu.

“Tudia di bagi, dangadong amang boru,” sebut Parlin warga Torhonas berbahasa daerah Batak yang artinya ‘Kemana di bagi, tidak ada itu bapak’, Selasa (20/1/2026).

Selain Listrik warga Desa Torhonas sangat membutuhkan sarana air bersih karena harus berjalan kaki kurang lebih Dua kilo meter ke dusun Sinora atau ke sering di sebut Pancur SMP, untuk mendapatkan air yang layak konsumsi sebagai air masak untuk di minum.

“Kalau untuk mandi kami tampung air hujan di Bak setiap rumah tangga, untuk air minum dan memasak kami ke pancuran yang di bawah jalan sebelum desa ini,” sebut Marlina Hutauruk, warga Torhonas.

Menanggapi padamya listrik pasca bencana, Hendrik Taruna, S.,STP.,M.Si., yang di ketahui merupakan Kadis Kominfo Taput mengatakan, bahwa pemda Taput sudah membagikan Genset listrik ke sebahagian masyarakat untuk di konsumsi secara umum.

“Sudah dibagi genset sebagian amang dan menunggu jalan keras biar diperbaiki tiang PLN. Untuk detail konfirmasi ke kadis kominfo baru ya amang,” ungkap Hendrik.

Kadis Kominfo yang baru di ketahui namanya Donna N. Situmeang, S.IP., mengatakan masih berkordinasi dengan satuan kerja terkait, kemudian memberi jawaban untuk di konsumsi publik.

“Ok pak, saya lagi meminta jawabannya, terimakasih,” tulis Fitri di dinding whatsappnya, Selasa (20/1/2026). (ps)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Oknum ASN di Inhu Kembali Ditangkap Gara-gara Narkoba Bersama Rekannya

INHU - Dunia kepegawaian di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau kembali tercoreng. Setelah sebelumnya seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Dinas PU...

Kapal Rumah Sakit Apung DPP PDI-P Memberikan Pelayanan Kesehatan di Tapteng Empat Hari Kedepan

Tapanuli Tengah Sarudik (Neracanews) - Bentuk kepedulian bagi korban bencana yang terjadi pada 25 November 2025, Partai Berlambangkan Banteng Bermocong Putih PDI-Perjuangan Tiba di...

Pemprov Sumut Terus Sempurnakan Program Berobat Gratis, Buka Layanan Aduan Kesehatan 24 Jam

MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus meningkatkan pelayanan Program Berobat Gratis (PROBIS). Program ini merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat...

100 % Sekolah di Sumut Kini Teraliri Listrik dan Internet

MEDAN – Seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Sumatera Utara (Sumut) yang berada di bawah...

Jalan Lapen di Desa Pantis Taput Cepat Rusak, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Taput | (Neracanews) – Jalan Lapis Penetrasi (Lapen) di Desa Pantis Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), yang baru selesai dibangun pada Desember...