Tanggap Isu pada Anak, Kepala LPKA Palu : Stop Kekerasan, Mereka Adalah Penerus Bangsa

Palu – Tanggap isu kekerasan dan penculikan kepada anak, Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu, Revanda Bangun menghimbau, kepada seluruh jajarannya untuk turut serta berkontribusi aktif dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati menjaga anggota keluarganya. Selasa, (23/4) Pagi.

Hal tersebut ia sampaikan setelah melihat bukti nyata yang tersebar melalui media sosial dan media cetak. Perkembangan tersebut sangat cepat beredar diseluruh wilayah Indonesia khususnya di Sulawesi Tengah yang saat ini sedang menjadi pembicaraan hangat terkait tindak kekerasan seksual dan penculikan pada anak.

Dirinya sangat mengecam terhadap perilaku yang tidak baik tersebut dan tidak hanya pihak berwajib, seluruh elemen masyarakat mesti mengambil langkah pasti dalam mengentikan Tindakan itu.

Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak, ada 16.854 anak yang menjadi korban kekerasan pada Tahun 2023.

Selanjutnya, Revanda menjelaskan, berbagai kekerasan tersebut tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikis, seksual, penelataran, perdagangan orang, hingga eksploitasi.

“Sangat miris mendengar dan membaca pemberitaan tersebut, sudang sangat tidak pantas hal itu terjadi. Di era digitalisasi saat ini sudah sepatunya kita orang dewasa untuk saling berbagi informasi, gunakan perkembangan zaman dengan perubahan yang baik. Saya harap kita semua dapat saling mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dan meningkatkan pengawasan kepada anak-anak kita,” jelas Revanda di Ruang Kerjanya

“Anak-anak itu adalah aset masa depan bangsa, kita wajib untuk menjaga dan merawatnya,” tegasnya

Menyikapi tindakan tersebut, ia juga menekankan kepada seluruh jajarannya untuk terus berusaha memberikan pelayanan prima para anak binaan di LPKA Palu. Dirinya juga pastikan akan menindak tegas kepada pegawai yang melakukan Tindakan Perilaku kekerasan pada anak.

“House of Cheers merupakan komitmen kita untuk menjadikan LPKA Palu rumah yang penuh keceriaan. Tidak ada kekerasan, semuanya dibina untuk menciptakan generasi emas 2045, kalaupun sampai ada, saya pastikan kita beri Hukuman yang tegas,” tutupnya.(Rel)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Rayakan HUT RI ke-81, Pemdes Pasar III Natal Gelar Lomba Rakyat Secara Meriah

Neracanews | Mandailing Natal - Semangat kemerdekaan masih terasa di Desa Pasar III Natal. Hari ini, Pemerintah Desa bersama masyarakat menggelar perayaan Hari Ulang...

Raker I PWPM, Rico Waas Dorong PWPM Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Pemberitaan

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) memperkuat profesionalisme organisasi dan meningkatkan kualitas pemberitaan di tengah perkembangan...

Kapolres Tanjungbalai Raih Penghargaan atas Dedikasi Mendukung Ketahanan Pangan

TANJUNGBALAI — neracanews.com | Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai memberikan penghargaan kepada Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman Feri atas dedikasi dan dukungannya dalam memperkuat program ketahanan...

Karang Taruna Sumut Bangkit: Harapan Baru Pemuda Sumatera Utara

Medan | Kesunyian yang cukup lama melanda Karang Taruna Sumatera Utara akhirnya pecah. Organisasi kepemudaan ini sempat vakum dan kehilangan denyut nadinya. Namun, kini...

Perkuliahan Perdana STAI SYAFAH Natal Segera Dimulai 7 September 2026, Pendaftaran Masih Dibuka Hingga 31 Agustus

Neracanews | Mandailing Natal - Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdul Fattah (STAI SYAFAH) Natal resmi akan memulai perkuliahan perdana untuk Tahun Akademik 2026/2027...