Warga Beguldah Kembali Dibacok, Masyarakat Menuding Polisi Tidak Mampu Tangkap Pelaku

BINJAI – Pasca warga Beguldah menggelar aksi unjuk rasa di Pemko Binjai menuntut Galian C Ilegal milik Acong ditutup, seorang warga Begulda Mesti Bangun (52) dianiaya sekelompok pemuda, Kamis (12/01) sekira 07.00 wib. Korban diketahui mengalami luka bacok di bagian kepala.

Informasi diperoleh, korban pada saat itu bermaksud mengantarkan anaknya RK (12) pergi sekolah dengan mengendarai Sp. Motor. Diperjalanan korban dihampiri pelaku, saat itu pelaku memaki korban dengan kata-kata yang tidak pantas.

Mendengar makian tersebut, lantas korban menghentikan kendaraannya. Korban langsung dianiaya pelaku berinisial AG (40), dengan menggunakan sekop semen. Akibat dari penganiayaan itu, korban mengalami luka robek di bagian kepalanya, dan telinga korban putus akibat terkena hantaman benda tajam.

Kejadian penganiayaan ini terjadi di Jalan Samanhudi, Kel. Bahkti Karya, Kec. Binjai selatan. Selanjutnya, korban dengan bersimbah darah langsung dibawa oleh warga setempat ke RSU Dr Djoelham Binjai, guna mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, pelaku langsung melarikan diri usai menganiaya korban.

Tenteng Br Sitepu, istri korban langsung membuat laporan ke Polres Binjai, didampingi puluhan masyarakat Begulda. Pihak keluarga berharap agar Polres Binjai dapat menangkap pelaku penganiayaan terhadap suaminya.

Usai membuat laporan, keributan sempat terjadi di Polres Binjai, sekira pukul 19.00 wib. Dimana puluhan masyarakat Begulda tiba-tiba melihat senjata tajam didalam sebuah mobil yang ditumpangi Dejon yang disebut-sebut warga Begulda sebagai mafia tanah.

Mobil brio berwarna merah tersebut terparkir di halaman Polres Binjai. Spontan puluhan warga Begulda berteriak-teriak, minta tolong kepada Polisi agar mengamankan kendaraan yang membawa senjata tajam tersebut.

Melihat reaksi dari puluhan masyarakat Begulda, Dejon langsung pergi meninggalkan Polres Binjai, dijemput dengan kendaraan mobil lainnya. Warga Begulda mencoba menghadang mobil yang dikendarai Dejon. Namun upaya itu dihalangi dari Pihak Kepolisian Polres Binjai.

Hal itu membuat kemarahan puluhan masyarakat Begulda. Mereka beranggapan pihak Kepolisian Polres Binjai berpihak kepada Dejon yang disebut-sebut sebagai mafia tanah.

Situasi pun mulai ricuh, masyarakat meneriaki Polisi ” Polisi apa kalian, mau kalian terjadi Binjai berdarah lagi. Kalian Polisi Republika Indonesia. Kalian bukan Polisi Dejon, ” teriak warga.

Puluhan masyarakat Begulda juga menyebut Polisi Polres Binjai sama seperti Sambo. ” Mafia galian C, mafia tanah, dan bandar narkoba yang kalian bela-bela. Kami ini juga butuh keadilan, ” teriak seorang wanita sembari meneteskan air mata.

Guna meredam kemarahan masyarakat Begulda, anggota Sat Reskrim Polres Binjai langsung mengamankan satu buah senjata tajam dari mobil brio berwarna merah.

Belum ada keterangan resmi dari Pihak Kepolisian Polres Binjai. Kasi Humas Polres Binjai Iptu Junaidi, ketika dikonfirmasi Kamis (11/01) malam, belum bisa memberikan jawaban. Sampai berita ini dikirimkan ke redaksi puluhan masyarakat Begulda masih bertahan di Polres Binjai untuk menuntut keadilan.
(ST/SP)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Bersihkan Gelandangan Kota Medan, Ini Kata Trisno Mulyono Hutagalung, SH.

Medan - Trisno Mulyono Hutagalung, SH., Ketua Tim kerja bidang rehabilitasi, Dinas sosial Kota Medan. Dalam tugas Penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), kali...

Rico Waas Turun ke Marelan, Perbaikan Jalan Mulai Digenjot Massif

MEDAN — Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) terus menggenjot perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Perbaikan...

Didukung 58 Pengurus, Muhammad Edison Ginting Tegaskan Independensi Wartawan Pemko Medan

MEDAN — Muhammad Edison Ginting resmi menakhodai Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) periode 2026-2029 di Gedung TP PKK Kota Medan, Kamis (7/5/2026). Ia menegaskan...

Indeks Kerukunan dan Demokrasi Sumut Naik, Jadi Sinyal Positif bagi Pembangunan

MEDAN – Indeks Kerukunan Umat Beragama dan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Peningkatan...

Di Pelantikan PWPM, Rico Waas: Tanpa Pemberitaan, Pembangunan Medan Tak Akan Diketahui Masyarakat

Ada pesan yang disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) periode 2026-2029, di...