SPKap Sudah Keluar, Polres Binjai Tak Berani Tangkap RJ Pelaku Pengeroyokan Nenek Umur 53 Tahun

Neracanews | Medan – Jargon Polri Presisi yang di umbar oleh Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo sepertinya hanya sebuah jargon yang di pakai si saat seremonial semata.

Hal itu terbukti dengan tidak terlaksananya jargon tersebut di jajaran kepolisian khususnya Polres Binjai.

Seperti halnya yang di alami oleh Verawaty, warga Binjai Selatan Kota Binjai yang mengalami pengeroyokan oleh 5 orang pelaku pada 2 Agustus 2022.

Setelah terjadinya pengeroyokan yang di lakukan oleh 5 orang pelaku dengan inisial NS, RPN, MSS, RJ dan RAS, Verawaty langsung membuat laporan ke Polres Binjai.

Namun hampir setahun proses hukum itu tak kunjung sampai ke meja kejaksaan.

Berkas LP dengan no STTLP/392/VIII/SPKT Polres Binjai tersebut masih saja di P 19 oleh pihak Kejari Langkat.

Pasalnya, mulai dari awal mula pemeriksaan, penyidik MAA tak mampu menghadirkan saudara RJ baik ke Polres dalam upaya pemeriksaan maupun sampai keluarnya surat penangkapan.

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar oleh keluarga korban mengapa sebanyak itu polisi di Polres Binjai, namun tak ada satupun yang mampu menangkap RJ.

Saat di wawancarai di rumahnya pada Rabu (19/7) Verawaty menjelaskan bahwa dirinya merasa banyak kejanggalan dalam upaya pemeriksaan terlapor dan saksi saksi serta bukti yang ada.

” Banyak kali kurasa kejanggalan dalam pemanggilan orang orang yang ku laporkan bang, 5 yang ku laporkan, 4 yang bisa di hadirkan, si RJ sampai saat ini gak bisa penyidik itu menghadirkan”, ucapnya.

” Senin (17/7) kemarin pun saat di tanya ke penyidik MAA, katanya sudah keluar Surat Penangkapan ( SPKap ) tapi alasannya nunggu tanda tangan Kasat, semalam di tanya lagi katanya nunggu Kanitnya pula lagi yang tak ada, jumat kemarin katanya udah diserahkan ke opsional tapi sampe skrng belum ketangkap, nangkap teroris aja gak sesusah itu kan mengada2 aja semua”, ketusnya

Kapolri Jendral Listyo Sigit saat ini sedang berjuang memperbaiki nama baik Institusi Kepolisian, namun dengan kinerja Polres Binjai seperti ini, bagaimana masyarakat mau percaya terhadap aparat penegak hukum.

Lanjut Verawaty, ” padahal kalau mereka mau saja nangkap RJ, di rumah aja nya dia, gak pernah kemana mana si RJ itu, kayak ada main mata ku tengok ini sampai gak berani nangkap si RJ itu” pungkasnya.

Selain itu, di lain sisi menantu Verawaty, Elidawati juga di laporkan  oleh salah satu terlapor yang bernama MSS dengan tuduhan melakukan pengeroyokan terhadap MSS.

MSS melaporkan Elidawati dengan kejadian yang sama yaitu pada 2 Agustus 2022, namun anehnya MSS melaporkan nya pada juni 2023, dan laporan itu tanpa menyertai hasil visum ataupun bukti bukti yang seharusnya di hadirkan sebelum membuat laporan kepolisian.

“Aku yang di laporkan bang, tapi aneh nya kejadiannya Agustus 2022 di laporkannya Juni 2023, dan anehnya lagi laporan itu langsung di terima oleh Briptu JB, lucu kan bang”, ujar Elidawaty.

” Aku tau prosedur buat laporan itu bang, harus ke SPKT, nunjukin hasil visum, bawa saksi, bawa bukti, gak segampang itu bisa langsung di terima sama penyidik”, lanjutnya.

Eli juga menunjukkan rasa ketidak puasannya terhadap kinerja Briptu JB dengan mendatangi Bid Propam Polda Sumut dan mengadukan kinerja Briptu JB ke Bidang Layanan Pengaduan Bid Propam Polda Sumut pada Selasa (18/7).

Saat di tanya terkait harapan, Verawaty dan Elidawati berharap tersangka atas nama RJ segera di tangkap dan di tahan oleh Polres Binjai.

” Ya kami berharap Polres Binjai bisa segera menangkap RJ, jangan lah menjadi petugas nakal yang menjual keadilan demi kepentingan pribadi”, ucap mereka serempak.

” Jangan lah memaksakan laporan yang sebenarnya tidak terjadi tapi di buat buat seolah olah terjadi, jadi lah penegak hukum yang benar benar presisi sesuai perintah Bapak Kapolri”, tutup Elidawati

Selanjutnya awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada penyidik MAA ke no Wa +62 812-6386-xxxx .

Melalui telpom whatsapp penyidik menyatakan bahwa surat penangkapan terhadap RJ sudah keluar, tinggal pelaksanaan saja, jawab penyidik pada senin (17/7).

” SPKap sudah keluar pak, tinggal pelaksanaan saja”,

SUMPAH PEMUDAspot_img
PENGADUAN POL PPspot_img
PENGADUAN DLH KOTA MEDANspot_img
CEGAH STUNTINGspot_img
NOMOR DARURAT DAMKARspot_img
SIAGA BENCANA BANJIRspot_img
CEK KESEHATAN GRATISspot_img

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Dosma Roha Sijabat Dipercaya Jadi Dewan Pengarah, Lamsiang Sitompul Kembali Pimpin HBB

‎MEDAN - Dosma Roha Sijabat, S.H., M.H., resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Dewan Pengarah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Horas Bangso Batak (HBB) periode 2026–2031....

Dugaan Keracunan Sate di Pematang Reba Ditetapkan KLB, Korban Bertambah Jadi 24 Orang

INHU – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas dugaan kasus keracunan makanan massal yang menimpa puluhan warga...

Dua Tahun Prabowo Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Jakarta - Neracanews.com -- Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode percepatan pembangunan pertanian, terutama dalam memperkuat...

SMSI Usulkan Rotasi atau Panitia Bersama agar HPN Lebih Inklusif dan Transparan

Taput (NeracaNews) - Sekretaris Jenderal Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Makali Kumar, angkat bicara menyusul terbitnya Surat Keputusan Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Nomor 98/X/DK/PWI‑P/SK‑SR/2026 tanggal 14 Oktober 2026 yang menjatuhkan sanksi...

Dinkes Sumut Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah Saat Kualitas Udara Buruk

MEDAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk. Masyarakat juga diminta menggunakan...