Skala Kerusakan Meluas, PDIP Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Tetapkan Status Bencana Nasional

Tanjungbalai – neracanews.com
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tanjungbalai mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan status bencana nasional atas rangkaian banjir bandang dan longsor yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dalam beberapa waktu terakhir.

Desakan tersebut disampaikan Edy, Wakil Ketua dan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tanjungbalai, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/12). Ia menilai skala kerusakan dan banyaknya korban yang ditimbulkan sudah berada di luar kapasitas pemerintah daerah maupun provinsi untuk menangani.

“Dampak bencana yang terjadi di Tapteng, Aceh, maupun Sumbar telah merusak fasilitas publik, permukiman warga hingga memutus akses jalan. Kondisi ini memerlukan intervensi penuh dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Edy menambahkan, hingga kini banyak kerusakan belum dapat diperbaiki lantaran minimnya anggaran di tingkat kabupaten dan provinsi. Menurut dia, Tapanuli Tengah menjadi daerah yang paling parah terdampak di Sumatera Utara, sementara Asahan dan beberapa wilayah lain turut mengalami banjir meluas.

“Di Asahan saja, banjir sudah menggenangi sejumlah wilayah termasuk Desa Sei Dua Hulu, yang berbatasan langsung dengan Kota Tanjungbalai,” katanya.

Ia mengkhawatirkan intensitas hujan yang masih tinggi berpotensi memperburuk kondisi, karena Tanjungbalai berada di kawasan hilir dari beberapa aliran sungai di Asahan.

Lebih jauh ia menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah saat ini membuat penanganan bencana tidak dapat dilakukan cepat dan maksimal. Situasi ini juga diperparah oleh efisiensi anggaran serta pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.

“Jika pemerintah pusat tidak segera mengambil langkah besar, masyarakat berpotensi menghadapi krisis pangan dan krisis ekonomi. Banyak lahan pertanian, peternakan, hingga infrastruktur pendidikan dan kesehatan rusak parah. Korban jiwa juga terus bertambah, dan masih ada yang hilang,” tegasnya.

Edy mengatakan, akses jalan yang rusak berat turut menghambat proses evakuasi, penyaluran bantuan BPBD, maupun distribusi bantuan dari relawan ke daerah-daerah terisolir. Sementara warga sangat membutuhkan pasokan pangan, pakaian, dan obat-obatan.

“Untuk itu, kami meminta pemerintah pusat segera menetapkan bencana yang menimpa Sumut, Sumbar, dan Aceh sebagai Bencana Nasional. Penetapan ini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan cepat, menyeluruh, dan terkoordinasi, ” pungkasnya penuh harapan.

(Ilham)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Bumdesma Siborongborong Bukti Kinerja Nyata Catat Laba LPJ Disepakati Semua Pihak

Taput (Neracanews) - Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Ombus-ombus Laskede Siborongborong Tahun Anggaran 2025/2026 diterima secara aklamasi dalam Musyawarah Antar...

Warga Desa Sinunukan II Madina Ditemukan Meninggal Dunia Diduga Gantung Diri

Neracanews | Mandailing Natal - Seorang warga Desa Sinunukan II, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri, Kamis...

Polsek Batahan Tangkap Residivis Pelaku Pencurian di Grosir Km 16 Sinunukan, Sempat Kejar-Kejaran dengan Petugas

Neracanews | Mandailing Natal - Personil Polsek Batahan berhasil mengamankan seorang tersangka tindak pidana pencurian yang beraksi di Grosir milik Gusli Simanjuntak di Km...

YP2BM Matangkan Persiapan Peresmian Perkuliahan Perdana STAI Syekh Abdul Fattah Natal, Bupati Madina Dijadwalkan Hadir

Neracanews | Mandailing Natal - Pengurus Yayasan Pendidikan Pantai Barat Madina (YP2BM) menggelar rapat bersama panitia pelaksana dalam rangka persiapan peresmian dimulainya kegiatan akademik...

Latgab Merah Putih DSILS-BMRS Sukses, KONI dan Dispora Sumut Dorong Atlet Perserosi Tampil di PON 2028

Deli Serdang - Neracanews.com | Latihan Gabungan (Latgab) Merah Putih yang digelar Deli Serdang Inline Skate (DSILS) bersama Bintang Medan Roller Skate (BMRS) dalam...