Profesor Jepang: Indonesia Berpotensi Jadi Produsen Listrik Panas Bumi Terbesar Duni

Jakarta- Pada dasarnya, energi tidaklah selalu berbentuk listrik, namun juga dapat berupa panas, termasuk panas bumi. Dibandingkan dengan bahan bakar fosil, energi panas bumi atau energi geothermal disebut lebih bersih dan mampu melepaskan sedikit gas rumah kaca pemanasan global.

Oleh karenanya, geothermal memiliki potensi besar untuk digunakan pada teknologi masa depan untuk pembangunan berkelanjutan.

Pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia saat ini masih tergolong belum maksimal, mengharuskan Indonesia untuk melakukan kerjasama dengan Negara Jepang yang sudah berpengalaman dalam pemanfaatan energi panas bumi.

Hubungan Kerjasama antar negara sudah menjadi suatu hal yang sangat wajar. Namun, meski belum maksimal, Profesor Tsuchiya Noriyoshi, Ph.D dari Graduate School of Environmental Studies Universitas Tohoku, Jepang mengatakan bahwa Indonesia berpotensi menjadi produsen listrik panas bumi terbesar di dunia.

Di satu sisi, Jepang –dengan teknologi dan SDM yang menunjang– bisa bertindak sebagai mitra penting dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Indonesia.

Kerja sama dalam bidang energi panas bumi ini merupakan hal penting karena kedua negara dapat memperoleh keuntungan.

“Berbeda Jepang, Indonesia merupakan negara yang memiliki pulau yang begitu luas, yang memungkin berjalannya pengembangan energi geothermal ini,” jelas Prof. Tsuchiya dalam kuliah umum Japan Lecture Indonesia, Jumat (26/2/2021), bertajuk Future Technology of Geothermal Energy for Sustainable Development, yang diselenggarakan oleh Japan Embassy dan Center for Japanese Studies Universitas Indonesia.

Sekitar 40% cadangan energi geothermal dunia terletak di Indonesia. Diperkirakan memiliki cadangan-cadangan energi panas bumi terbesar di dunia. Cadangan energi panas bumi yang terbesar terletak di wilayah barat Indonesia dimana ada permintaan energi yang paling tinggi: Sumatra, Jawa dan Bali.

Energi panas bumi juga dinilai lebih efektif dalam menghasilkan daya yang lebih stabil tanpa perlu khawatir dengan keadaan cuaca.

Walau memiliki sumber energi panas bumi yang banyak, potensi energi panas bumi yang dimiliki oleh Jepang terhitung lebih rendah dibanding Indonesia, tidak hanya disebabkan oleh jumlah gunung berapi dan lahan di Jepang yang sedikit, namun juga beberapa faktor lainnya.

Sebagian besar lahan di Jepang telah digunakan sebagai taman nasional. Tak hanya itu, Jepang juga terkenal dengan sumber air panas yang dijadikan sebagai tempat pemandian air panas.

Akan tetapi, ketidaksepahaman antara pemerintah dengan pemilik pemandian air panas ini tidak memungkinkan Jepang untuk memanfaatkan energi panas bumi yang dihasilkan oleh sumber air panas tersebut.

“Sekitar 80% sumber energi geothermal di Jepang terletak pada taman kota, dimana menjadi wilayah terbatas untuk mengembangkan energi geothermal walau kami meiliki teknologi yang tepat,” kata Prof. Tsuchiya.

“Berikutnya, ada juga permasalahan dengan pemilik pemandian air panas. Jepang memang terkenal dengan jumlah pemandian air panas yang banyak, tapi para pemiliki pemandian air panas tersebut tidak menyukai ide dari energi geothermal ini, apalagi jika itu harus menyentuh properti mereka.”

Hal ini juga diperparah dengan kondisi tanah Jepang yang rawan gempa. Seperti apa yang pernah terjadi pada pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima-Daichi pada tahun 2011, dimana terjadi ledakan kimia hidrogen-udara, dan pelepasan bahan radioaktif di Unit 1, 2 dan 3 dari 12 Maret sampai 15 Maret..
Sumber Liputan6.com

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Rayakan HUT RI ke-81, Pemdes Pasar III Natal Gelar Lomba Rakyat Secara Meriah

Neracanews | Mandailing Natal - Semangat kemerdekaan masih terasa di Desa Pasar III Natal. Hari ini, Pemerintah Desa bersama masyarakat menggelar perayaan Hari Ulang...

Raker I PWPM, Rico Waas Dorong PWPM Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Pemberitaan

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) memperkuat profesionalisme organisasi dan meningkatkan kualitas pemberitaan di tengah perkembangan...

Kapolres Tanjungbalai Raih Penghargaan atas Dedikasi Mendukung Ketahanan Pangan

TANJUNGBALAI — neracanews.com | Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai memberikan penghargaan kepada Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman Feri atas dedikasi dan dukungannya dalam memperkuat program ketahanan...

Karang Taruna Sumut Bangkit: Harapan Baru Pemuda Sumatera Utara

Medan | Kesunyian yang cukup lama melanda Karang Taruna Sumatera Utara akhirnya pecah. Organisasi kepemudaan ini sempat vakum dan kehilangan denyut nadinya. Namun, kini...

Perkuliahan Perdana STAI SYAFAH Natal Segera Dimulai 7 September 2026, Pendaftaran Masih Dibuka Hingga 31 Agustus

Neracanews | Mandailing Natal - Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdul Fattah (STAI SYAFAH) Natal resmi akan memulai perkuliahan perdana untuk Tahun Akademik 2026/2027...