Kamis, Maret 12, 2026
spot_img

Penyaluran BLT Desa Aek Garut Dipertanyakan

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) – Kembali menjadi topik pembahasan, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Aek Garut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) tidak transparan.

Menurut keterangan beberapa orang warga di Desa tersebut menyatakan, ada 7 paket BLT Desa Aek Garut diduga tidak tepat sasaran dan dikawatirkan menjadi permainan mata Aparat Desa.

Penjelasan kesimpangsiuran penyaluran BLT didesa tersebut saat di pertanyakan kepada Kades Aek Garut Eben Pakpahan menjawab, “itukan hasil musyawarah khusus aparat Desa di Bulan 10 Lalu Tahun 2025,” ucapnya menjawab warga yang bertanya.

Dalam Komunikasi melalui chat WhatsApp pribadinya juga menyatakan, Rapat itu dianggap sah, sebab jumlah kehadiran para perangkat desa tokoh masyarakat menjadi salah satu keapsahan musyawarah peralihan penyaluran BLT itu dilakukan.

Namun di akhir komunikasi singkat melalui chat WA pribadi Kades
menjelaskan, ” Kalau aku cuma menekennya, tidak ada usulku itu,” Ungkap Kades.

Menindaklajuti kesimpangsiuran informasi yang menjadi bahan perbincangan para warga Desa yakni, menurut penjelasan Aparatur Desa 7 paket BLT milik masyarakat sudah dikembalikan ke kas Desa dan ada juga menyebut bahwa uang BLT itu dikembalikan ke Negara.

Dari kesimpangsiuran informasi yang diterima, tanggapan beberapa warga terkait kebijakan penyaluran BLT tidak tepat sasaran dan terkesan kepentingan pribadi. Kejanggalan penyaluran BLT diduga tidak tepat sasaran alias main mata dilingkungan dusun II, Desa Aek Garut .

Menurut keterangan kesimpangsiuran penyaluran BLT yang penuh derama, Kades Desa Aek Garut tidak bertanggungjawab atas penyaluran BLT yang di duga kepentingan pribadi aparatur Desa

Mewakili warga HS (48) meminta agar kasus penuh derama ini ditindaklanjuti oleh Dispektorat Tapteng. Ia juga berharap agar oknum yang bermain mata ditindak dengan tegas, agar kedepan aparatur desa tidak semena-mena dalam mengambil keputusan.

“Saya mewakili warga berharap agar Dispektorat mengungkap kebobrokan yang terjadi di Pemerintahan Desa Aek Garut. Selain dari kasus ini kita berharap kepada Dispektorat, audit semua penggunaan anggaran Dana Desa Aek Garut,” Tutupnya

(Rimember)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

PMI Medan dan Palang Merah Amerika Paparkan Program Ketahanan Panas kepada Pemko Medan

Medan - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Medan bersama perwakilan Palang Merah Amerika beraudiensi dengan Pemko Medan, Kamis (12/3/2026). Rombongan diterima Wakil Wali Kota...

Sumut Kembangkan Satu Data Tunggal Bencana

MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut mengembangkan satu data tunggal kebencanaan melalui portal...

Dewan Pendidikan Taput Dilantik, Diharapkan Dorong Kemajuan Pendidikan dan Pembentukan Karakter

Taput (Neracanews) - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, melantik anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Taput dalam acara yang berlangsung di SMP Negeri...

Wabup Taput Buka Forum RKPD 2027 Fokus pada Akselerasi Ekonomi dan Kualitas SDM

Taput (Neracanews) - Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) Deni Parlindungan Lumbantoruan, didampingi Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, membuka secara resmi Forum Lintas Perangkat...

NCW Terima Balasan Klarifikasi Imigrasi Soal 10 WNA, Minta Proses Hukum Dibuka Secara Transparan

Bekasi – Nasional Corruption Watch (NCW) DPD Bekasi Raya menyatakan telah menerima balasan resmi dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Tangerang terkait permohonan...