ACEH UTARA – Raut wajah tegang sesekali terlihat ketika satu per satu remaja mengulurkan lengannya kepada petugas kesehatan. Jarum suntik yang digunakan untuk mengambil sampel darah memang kerap memunculkan rasa gugup, tetapi pagi itu tak seorang pun beranjak dari antrean. Mereka memilih bertahan, ingin mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus memperoleh pemahaman yang benar tentang pentingnya menjaga diri sejak usia muda. Di balik setetes darah yang diambil, tersimpan harapan agar generasi muda Gampong Ulee Pulo tumbuh menjadi pribadi yang lebih sadar akan kesehatan dan siap menyongsong masa depan.
Harapan tersebut menjadi semangat dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu Remaja yang rutin diselenggarakan setiap bulan di Gampong Ulee Pulo, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini diprakarsai oleh Pemerintah Gampong Ulee Pulo bersama Ibu Geuchik Umieniah Sulaiman, Ketua TP-PKK Gampong Ulee Pulo Ibu Rahmi, kader kesehatan, serta tenaga kesehatan. Bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, pelaksanaan Posyandu Remaja kali ini terasa lebih semarak dengan kehadiran mahasiswa Kelompok Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 05 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang turut berpartisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Lebih dari sepuluh remaja putra dan putri mengikuti pelayanan kesehatan yang telah dipersiapkan. Sejak registrasi dibuka, para peserta diarahkan mengikuti setiap tahapan pelayanan secara bergiliran. Berbeda dengan anggapan sebagian orang bahwa penyuluhan kesehatan hanya berupa penyampaian materi, kegiatan kali ini mengedepankan pendekatan yang lebih aplikatif. Edukasi diberikan bersamaan dengan proses pemeriksaan sehingga peserta dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan melalui pengalaman secara langsung.
Pada sesi pertama, peserta menjalani pengambilan sampel darah sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan terkait HIV dan hepatitis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Di sela-sela proses pemeriksaan, petugas memberikan penjelasan mengenai pentingnya deteksi dini, cara menjaga kesehatan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut membuat para remaja lebih leluasa berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan mengenai hal-hal yang selama ini masih mereka pahami secara terbatas.
Memasuki sesi kedua, peserta kembali mengikuti pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Pemeriksaan ini menjadi bagian dari pemantauan kondisi kesehatan remaja sekaligus mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya. Setelah seluruh pemeriksaan selesai dilaksanakan, tenaga kesehatan membagikan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada peserta disertai penjelasan mengenai tata cara konsumsi yang benar serta pentingnya menjaga pola makan bergizi, aktivitas fisik yang seimbang, dan kebiasaan hidup sehat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 05 hadir sebagai mitra yang mendukung seluruh proses kegiatan. Mahasiswa membantu registrasi peserta, mengatur alur pelayanan, mendampingi peserta selama pemeriksaan berlangsung, membantu tenaga kesehatan dan kader, hingga memastikan setiap tahapan berjalan tertib. Kehadiran mahasiswa juga menghadirkan suasana yang lebih akrab sehingga para remaja tidak merasa canggung selama mengikuti pemeriksaan maupun berdiskusi dengan petugas kesehatan.
Ibu Geuchik Gampong Ulee Pulo, Umieniah Sulaiman, menyambut baik kolaborasi yang terjalin dalam pelaksanaan Posyandu Remaja bulan ini. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, kader, TP-PKK, hingga mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 05, menjadi kekuatan dalam membangun kepedulian generasi muda terhadap kesehatan. Ia menilai bahwa edukasi dan pemeriksaan kesehatan sejak usia remaja merupakan langkah penting untuk membentuk generasi yang lebih siap menghadapi masa depan. Karena itu, ia berharap kegiatan Posyandu Remaja dapat terus berjalan secara rutin dan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat, sehingga semakin banyak remaja yang memiliki keberanian untuk memeriksakan kesehatannya serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Pemerintah Gampong Ulee Pulo, Posyandu Remaja bukan sekadar agenda bulanan, melainkan ruang untuk membangun komunikasi antara tenaga kesehatan dan generasi muda. Melalui kegiatan ini, remaja tidak hanya memperoleh layanan kesehatan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengenal tubuhnya sendiri, memahami pentingnya deteksi dini, serta memperoleh informasi yang benar mengenai berbagai isu kesehatan yang kerap menjadi perhatian di kalangan remaja.
Sementara itu, Falsya Marchanda selaku panitia dari KPM Mandiri Kelompok 05 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa ingin hadir sebagai mitra yang dapat membantu menciptakan suasana pelayanan kesehatan yang lebih nyaman, ramah, dan dekat dengan remaja. Ia menilai bahwa ketika remaja merasa didengar dan dihargai, mereka akan lebih terbuka untuk bertanya, berkonsultasi, dan memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Lebih lanjut, ia berharap kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah gampong, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan tidak berhenti pada kegiatan ini saja. Menurutnya, semakin sering ruang-ruang edukasi seperti Posyandu Remaja dihadirkan, semakin besar pula kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh informasi yang benar sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat yang akan bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa mendatang.
Pelaksanaan Posyandu Remaja bulan ini juga menjadi bukti bahwa peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia tidak selalu dimaknai melalui perlombaan ataupun seremoni. Di Gampong Ulee Pulo, semangat kemerdekaan diwujudkan melalui kepedulian terhadap kesehatan generasi muda. Menjaga tubuh tetap sehat, meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini, serta membangun kebiasaan hidup yang lebih baik merupakan bentuk ikhtiar untuk mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas.
Di balik setiap antrean pemeriksaan, setiap tetes darah yang diambil, dan setiap senyum lega setelah pelayanan selesai, tersimpan harapan yang sederhana namun bermakna. Harapan agar para remaja tumbuh menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap dirinya sendiri, berani menjaga kesehatannya, dan mampu melangkah menuju masa depan dengan keyakinan yang lebih besar. Sebab, masa depan yang sehat tidak lahir dari langkah-langkah besar semata, melainkan dari keberanian memulai langkah kecil hari ini. Dari setetes darah yang diperiksa, tumbuh setitik harapan yang kelak akan mengantarkan mereka menjadi generasi yang sehat, tangguh, dan siap membangun masa depan Gampong Ulee Pulo. (Al/Red)



