SAMOSIR – Aspirasi rakyat Samosir menggema kuat saat Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Sabam Rajagukguk, turun langsung menyapa masyarakat dalam kunjungan kerja daerah pemilihan (dapil). Pertemuan itu berlangsung di Aula 12 Bersaudara, Lumban Suhi-suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sabtu, 7 Maret 2026.
Suasana aula sederhana itu dipenuhi warga dari berbagai desa di Kecamatan Pangururan dan Ronggur Nihuta. Mereka datang dengan harapan yang sama: agar suara mereka sampai ke pusat kekuasaan.
Di hadapan masyarakat, Sabam Rajagukguk tidak sendiri. Ia didampingi Anggota DPRD Samosir dari Partai Gerindra, yakni Renaldi Naibaho dan Basaruddin Situmorang. Kehadiran para wakil rakyat dari tingkat pusat hingga daerah menjadi simbol sinergi untuk menjawab persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
*Kekeringan Jadi Luka Tahunan*
Aspirasi yang disampaikan warga sebagian besar berkisar pada masalah air. Setiap musim kemarau, masyarakat Kabupaten Samosir menghadapi kesulitan yang sama: kekeringan yang memukul kehidupan para petani.
Sawah-sawah mengering. Tanaman gagal panen. Pendapatan keluarga yang bergantung pada hasil pertanian merosot tajam.
Bagi warga yang tinggal di wilayah pegunungan, persoalan bahkan lebih berat. Mereka terpaksa membeli air bersih hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Masalah ini sebelumnya juga telah disampaikan oleh Renaldi Naibaho kepada Sabam Rajagukguk. Ia meminta bantuan mobil tangki air agar distribusi air bersih dapat menjangkau desa-desa yang terdampak kekeringan di Kabupaten Samosir.
*Perangkat Desa Mengeluh Tanpa Kepastian*
Selain persoalan air, perangkat desa juga menyampaikan kegelisahan mereka. Salah seorang perangkat Desa Pardomuan I Pangururan mengungkapkan bahwa hingga kini status kepegawaian perangkat desa masih belum memiliki kepastian yang jelas.
Saat ini, menurut mereka, ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa belum mengatur secara tegas status tersebut.
Perangkat desa bekerja langsung melayani masyarakat setiap hari. Namun kesejahteraan mereka masih jauh dari harapan.
“Penghasilan tetap kami sebagai perangkat desa tidak seberapa, namun sering mengalami keterlambatan pembayaran, bahkan sampai berbulan-bulan. Kami berharap ke depan ada regulasi agar penghasilan tetap dibayarkan setiap bulan langsung ke rekening masing-masing perangkat desa,” ujar salah seorang perangkat desa.
*Jalan Rusak dan Air Bersih*
Aspirasi lain datang dari warga Desa Tanjung Bunga. Baktiar Uji Simalango menyampaikan kondisi jalan menuju Dusun 3 Sitaotao yang saat ini rusak parah.
Menurutnya, kerusakan jalan tersebut menghambat aktivitas masyarakat dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Sabam Rajagukguk yang mau hadir langsung ke Kabupaten Samosir mendengarkan aspirasi kami. Harapan kami, perbaikan jalan menuju Dusun 3 Sitaotao dan persoalan air bersih bisa ditindaklanjuti,” kata Baktiar.
*Komitmen Membawa Aspirasi ke Parlemen*
Menanggapi berbagai keluhan itu, Sabam Rajagukguk menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Samosir.
Ia menyatakan akan membawa berbagai persoalan tersebut ke parlemen melalui Fraksi Gerindra dan mendorong kementerian terkait serta pemerintah daerah agar mengambil langkah konkret.
“Saya sebagai perwakilan bapak dan ibu di pusat berkomitmen membawa aspirasi ini ke parlemen melalui Fraksi Gerindra dan mendorong kementerian terkait maupun pemerintah daerah agar mengambil langkah konkret,” ujar Sabam.
Menurutnya, persoalan ketersediaan air bagi petani harus menjadi perhatian serius. Keberadaan jaringan irigasi sangat penting bagi daerah yang mengalami keterbatasan air.
Sabam juga meminta Renaldi Naibaho dan Basaruddin Situmorang memetakan wilayah-wilayah di Kabupaten Samosir yang membutuhkan pengairan.
Ia berencana mengkomunikasikan persoalan tersebut dengan TNI yang memiliki program membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih di daerah terpencil melalui pembangunan sumur bor, pipanisasi, dan fasilitas air lainnya.
Dengan ketersediaan air yang lebih stabil, Sabam berharap produktivitas pertanian meningkat, ketahanan pangan daerah semakin kuat, dan kesejahteraan petani Samosir ikut terdorong.
*Dorong Ekonomi Desa dan Program Gizi*
Dalam pertemuan tersebut, Sabam juga menyoroti pentingnya penguatan Koperasi Merah Putih sebagai sarana pemberdayaan ekonomi desa.
Ia turut meminta dukungan masyarakat terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi para pelajar demi mewujudkan generasi emas 2045, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
*Reses untuk Mendengar Suara Rakyat*
Kunjungan kerja dapil ini merupakan bagian dari agenda reses anggota DPR RI untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut hadir perwakilan masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Pangururan dan Ronggur Nihuta, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Di ruang sederhana itu, suara rakyat Samosir disampaikan tanpa jarak. Harapan mereka sederhana: agar keluhan yang selama ini mereka rasakan tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi benar-benar sampai ke meja pengambilan keputusan di tingkat nasional. (As)



