Tapanuli Tengah Badiri (Neracanews) – Di tengah duka dan kelelahan para korban bencana alam banjir bandang dan longsor, sosok Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu kembali kunjungi Posko Pengungsian Terpadu Desa Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, yang dihuni ratusan KK korban bencana alam 25 November 2025.
Masinton dalam kunjungannya terlihat bagaikan sosok seorang ayah ditengah-tengah pengungsi, tampak bagaikan tiada jarak antara Bupati dengan masyarakatnya.
Sembari bercengkrama satu per satu warga pengungsi yang kini harus bertahan di tenda darurat, Masinton juga memberikan arahan agar kita bersatu bergotongroyong menuju Tapteng cepat pulih dan bangkit lebih kuat.
Masinton juga memastikan, Negara hadir untuk warga pengungsi dan penanganan masyarakat terdampak banjir, hal ini harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan manusiawi, tanpa mengabaikan kebutuhan dasar warga.
“Pemerintah hadir untuk bapak dan ibu semua. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah tidak akan tinggal diam. Saya minta camat dan seluruh aparat desa benar-benar membantu masyarakat. Jangan biarkan warga berjuang sendiri,” Tegas Masinton di hadapan para pengungsi.
Masinton juga menambahkan, kepada seluruh aparatur Kecamatan, Lurah dan aparatur Desa, pentingnya pendataan menyeluruh terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal, baik rumah yang rusak ringan, rusak sedang, rusak parah, hingga yang hanyut terbawa banjir.
Penekanan yang di ucapkan sosok Masinton bertujuanagar bantuan dan penanganan lanjutan dapat dilakukan dengan tepat sasaran.
“Kami sudah menyiapkan lahan hunian tetap untuk solusi ke depan. Bapak ibu harap bersabar. Pemerintah hadir dan bertanggung jawab membantu,” Ucap Masinton, disambut haru ratusan KK para pengungsi.
Dalam kunjungannya Masinton juga ingin memastikan bahwa seluruh warga yang mengungsi tidak kekurangan makanan dan layanan kesehatan. Ia meminta petugas di lapangan memastikan dapur umum berfungsi optimal serta pelayanan medis berjalan tanpa hambatan.
Diwaktu yang terpisah, Camat Badiri Ahmad Saufi Pasaribu, S.Kom, M.Kom, menjelaskan bahwa pos pengungsian terpadu Kebun Pisang telah dilengkapi sarana dasar hasil kolaborasi Caritas Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.
Sebanyak 119 tenda ukuran 4×4 meter telah didirikan, ditambah empat tenda besar yang difungsikan sebagai ruang belajar, pos kesehatan, dan dapur umum.
“Jumlah pengungsi di Pos Lapangan Pengungsian Terpadu Kebun Pisang saat ini mencapai 206 Kepala Keluarga dengan total 778 jiwa,” ungkap Ahmad Saufi Pasaribu.
Pengungsi tersebut berasal dari beberapa desa yang terdampak parah, yakni Desa Pagaran Honas sebanyak 142 KK atau 496 jiwa, Desa Lubuk Ampolu 9 KK atau 24 jiwa, Desa Kebun Pisang 30 KK atau 123 jiwa, serta pengungsi dari Desa Aek Bontar, Kecamatan Tukka, sebanyak 25 KK atau 135 jiwa.
Secara keseluruhan, total pengungsi yang tertampung di tenda terpadu Kebun Pisang mencapai 198 KK dengan 778 jiwa.
Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian, kunjungan Bupati Tapteng pada Jumat yang lalu membawa harapan baru bagi para korban. Pesan yang disampaikannya sederhana namun penuh makna, negara hadir, masyarakat tidak sendiri, dan masa depan akan dibangun kembali.
“Saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Tapteng atas dedikasinya. kedatangan beliau membawa kasih seorang ayah bagi kami semua,” tuturnya mengakhiri tanggapannya.
(Rimember)



